0
Thumbs Up
Thumbs Down

Mata Uang Lira Turki Anjlok, Semua Serba Mahal! Masyarakat Tak Bisa Makan

okezone
okezone - Sun, 05 Dec 2021 08:24
Dilihat: 71
Mata Uang Lira Turki Anjlok, Semua Serba Mahal! Masyarakat Tak Bisa Makan

JAKARTA - Mata uang nasional Turki, lira, merosot hingga 45% terhadap dolar tahun ini. Namun Presiden Recep Tayyip Erdogan sejauh ini tampak tidak terganggu.

Penurunan lira mencapai titik terendah pekan ini, tetapi pemimpin Turki yang telah lama berkuasa itu tetap mempertahankan pendekatannya berupa "perang ekonomi yang mandiri" dengan ditopang suku bunga rendah.

Lalu mengapa Presiden Erdogan mempertahankan model, yang menurut para kritikus, berisiko mengerek inflasi, pengangguran dan tingkat kemiskinan, dan apa artinya bagi warga Turki?

Kebijakan tak lazim

Alasan sederhana keterpurukan lira adalah kebijakan ekonomi tak lazim yang ditempuh Erdogan, yakni mempertahankan suku bunga rendah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Turki dan potensi ekspor dengan nilai tukar yang kompetitif.

Baca Juga: Siap-Siap! Krisis Mata Uang Tak Hanya Terjadi di Turki

Bagi banyak ekonom, jika inflasi naik yang dilakukan untuk mengendalikannya adalah menaikkan bunga. Tapi Presiden Erdogan Erdogan memandang suku bunga sebagai "keburukan yang membuat si kaya semakin kaya dan si miskin semakin miskin."

"Semua serba mahal. Dengan harga seperti ini, tak mungkin bisa menyediakan makanan utama untuk keluarga," kata Sevim Yildirim kepada BBC di sebuah pasar buah, Mingggu (5/12/2021).

Inflasi tahunan meningkat di atas 21% di Turki, tetapj Bank Sentral Republik Turki, dikendalikan oleh Erdogan, hanya menurunkan suku bunga dari 16% ke 15%, pemotongan ketiga tahun ini.

Inflasi meningkat di seluruh dunia, dan bank sentral di masing-masing negara membicarakan kenaikan suku bunga. Tidak demikian di Turki, karena Presiden Erdogan yakin inflasi pada akhirnya akan turun.

Dalam tempo dua tahun ia telah memecat tiga presiden bank sentral dan baru pekan ini ia mengganti menteri keuangan. Jadi nilai tukar lira terus merosot.

Harga meroket

Perekonomian Turki tergantung pada impor untuk memproduksi barang-barang mulai dari makanan hingga tekstil sehingga kenaikan nilai dolar berdampak langsung pada harga barang-barang keperluan.

Sebagai contoh tomat, bahan penting dalam masakan Turki. Untuk menanam tomat, petani memerlukan gas dan pupuk yang harus diimpor.

Harga tomat naik sampai 75% pada Agustus dibanding harga satu tahun sebelumnya, menurut Kamar Dagang di Antalya, sentra pertanian di kawasan pesisir selatan.

"Bagaimana kami bisa untung dalam kondisi ini?" tanya Sadiye Kaleci, yang menanam anggur Pamukova, kota kecil sekitar tiga jam perjalanan dari Istanbul.

"Kami menjual dengan harga rendah, harga belinya mahal," keluh perempuan itu. Untuk tanaman anggurnya, ia perlu membeli diesel, pupuk dan sulfur.

Baca Juga: Kacau! Lira Turki Ambruk ke Level Terendah Usai Presiden Erdogan Usir 10 Dubes

Petani lain, Feride Tufan, mengaku satu-satunya cara bertahan adalah menjual aset-asetnya: "Kami melunasi utang dengan menjual tanah dan perkebunan anggur kami. Tapi jika kami menjual semuanya, kami tidak punya apa-apa lagi yang tersisa."

Mata uang lira begitu bergejolak sehingga harga-harga berubah setiap hari.


"Saya sudah mengurangi semua pengeluaran," ungkap Hakan Ayran ketika sedang berbelanja di pasar. "Untuk menutupi kebutuhan semua orang mengurangi makan dan tak seorang pun berbelanja," tambahnya.

Sumber: okezone

Mata Uang Lira Turki Anjlok, Semua Serba Mahal! Masyarakat Tak Bisa Makan

Mata Uang Lira Turki Anjlok, Semua Serba Mahal! Masyarakat Tak Bisa Makan

Mata Uang Lira Turki Anjlok, Semua Serba Mahal! Masyarakat Tak Bisa Makan

Mata Uang Lira Turki Anjlok, Semua Serba Mahal! Masyarakat Tak Bisa Makan

Mata Uang Lira Turki Anjlok, Semua Serba Mahal! Masyarakat Tak Bisa Makan

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya