0
Thumbs Up
Thumbs Down

Memburu Pahala Puasa Ayyamul Bidh

Republika Online
Republika Online - Wed, 11 Dec 2019 04:55
Dilihat: 29
Memburu Pahala Puasa Ayyamul Bidh

JAKARTA -- Untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, umat Islam harus beriman dan terus meningkatkan ketakwaannya kepada Allah dengan mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Dalam meningkatkan keimanannya, umat Islam pun banyak yang berlomba-lomba mengerjakan puasa Ayyamul Bidh, yaitu puasa yang dilakukan setiap pertengahan bulan Hijriyah berdasarkan kalender Qomariah.

Puasa ini dilakukan hanya tiga hari setiap pertengahan bulan, yakni 13, 14, dan 15 di bulan Hijriyah, kecuali hari tasyrik pada 13 Dzulhijjah. Hal ini berdasarkan hadist Nabi SAW.

Dari Abu Dzar, Rasulullah SAW bersabda: "Hai Abu Dzar, jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah)." (HR Tirmidzi dan an Nasai).

Umat Islam banyak yang berburu pahala dari puasa Ayyamul Bidh lantaran pahala yang tersimpan di dalamnya. Dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al 'Ash, Rasulullah SAW bersabda: "Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun." (HR. Bukhari no. 1979).

Dengan melakukan puasa Ayyamul Bidh, umat Islam memiliki kesempatan mendapatkan ganjaran seperti berpuasa selama setahun penuh. Tentu umat Islam tidak ingin melewatkan pahala sebesar itu.

Niat Puasa Ayyamul Bidh

Ayyaamul bidh adalah bentuk jamak dari al-yaum yang berarti hari, sedangkan bidh artinya putih. Dalam kitab Umdatul Qari`Syarhu Shahihil Bukhari dijelaskan, puasa sunnah ini dinamai Ayyamul Bidh terkait dengan kisah Nabi Adam AS ketika diturunkan ke bumi.

Saat Nabi Adam diturunkan ke bumi seluruh tubuhnya terbakar oleh matahari, sehingga menjadi hitam. Kemudian Allah memberikan wahyu untuk berpuasa selama tiga hari, yaitu tanggal 13, 14, dan 15.

Ketika hari pertama puasa, sepertiga badannya akhirnya menjadi putih. Hari kedua, sepertiganya menjadi putih dan hari ketiga, sepertiga sisanya menjadi putih. Namun, puasa ini berbeda dengan puasa mutih yang biasa dilakukan orang Jawa, yang hanya mengonsumsi nasi putih dan air putih.

Ayyaamul Bidh artinya adalah hari-hari putih di mana pada tiga hari tersebut terjadi bulan purnama dengan sinar warna putih. Pada Desember 2019 ini, puasa Ayyamul Bidh jatuh pada Selasa (10/12), Rabu (11/10), dan Kamis (12/10).


Bagi umat Islam yang ingin mengerjakan puasa sunnah ini bisa membaca niat sebagai berikut: Nawaitu sauma ayyaamal bidh sunnatan lillaahi ta'ala. Artinya: "Saya niat puasa pada hari-hari putih, sunnah karena Allah ta'ala."

Berita Terkait
  • Meraih Pahala Seperti Berpuasa Selama Setahun
  • Umat Islam tak Patut Berhitung Pahala Ramadhan
  • Pahala Puasa tak Tergantung Lapar dan Dahaga
Berita Lainnya
  • Klopp Sanjung Penampilan Pemain Pelapis Liverpool
  • Instagram Perketat Pendaftaran dengan Tanggal Lahir

Memburu Pahala Puasa Ayyamul Bidh

Memburu Pahala Puasa Ayyamul Bidh

Memburu Pahala Puasa Ayyamul Bidh

Memburu Pahala Puasa Ayyamul Bidh

Memburu Pahala Puasa Ayyamul Bidh

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya