0
Thumbs Up
Thumbs Down

Mencium Harumnya Surga

Republika Online
Republika Online - Fri, 27 Mar 2020 01:06
Dilihat: 43
Mencium Harumnya Surga

Oleh: Ina Salma Febriany

Belum selesai kepedihan kita semua tentang banjir yang melanda Ibukota di awal tahun 2020, Indonesia kembali dicoba dengan kehadiran virus corona dengan segala akibat yang ditimbulkannya. Bukan hanya seluruh stakeholder daerah yang mengerahkan segenap tenaga untuk menekan perkembangan virus agar merajalela, pemerintah pusat pun mengupayakan segala ikhtiar baik membeli ribuan sejumlah rapid test kit dari China, mendatangkan obat-obatan untuk para korban virus corona, hingga membuat kebijakan-kebijakan demi kemaslahatan rakyat Indonesia. Belum selesai keletihan fisik-psikis pemerintah-dalam hal ini Presiden Joko Widodo tentunya- Allah memberikan kejutan di luar dugaan dirinya; Ibunda beliau kembali keharibaan Allah, Rabu, 25 Maret 2020. Inna lillahi wa inna ilaihi raaji'un.. begitu sayangnya Allah, padamu, Pak Presiden.

Kendati sedang dalam guncangan batin dan kesedihan yang luar biasa, dalam keterangan pers-nya, seperti biasa, Presiden tetap terlihat tenang dan apa adanya. Beliau menghimbau agar para menteri tidak perlu bertakziyah mengunjungi kediaman Ibunda. Cukup memberi doa dan memaafkan kesalahan almarhumah, ucapnya. Untaian belasungkawa juga dihaturkan sejumlah pejabat dalam maupun luar negeri kepadanya. Presiden Jokowi mengapresiasi ucapan-ucapan dukacita untuk sang Ibunda. Ibu yang telah mengandung, melahirkan, membesarkan hingga sang anak menjadi orang nomor satu di Indonesia, Masya Allah...

Tak lama setelah keterangan pers resmi wafatnya almarhumah, baik media tv juga radio mengabarkan berita duka ini. Tak ayal, media online pun dibanjiri foto-foto almarhumah Ibunda Jokowi. Tak jemu-jemu saya tatap wajah almarhumah; perempuan sederhana, bersahaja dan teduh parasnya. Pasti, bukan persoalan yang mudah membesarkan anak laki-laki yang juga memiliki paras yang bijak dan tetap tenang-di tengah kemelut yang tengah dihadapi bangsa kita saat ini. Cerdik emosional, bagi saya. Tentu, karakter-karakter Jokowi yang begitu khas; merakyat, sederhana, bijak, mau berbaur dan mendengar suara rakyat jelata- hasil dari didikan seorang ayah dan juga Ibu yang membesarkannya. Seorang Ibu yang di dalam jiwanya terpancar keharuman dan keelokan surga.

Kawan, saya ingin mengajak kalian semua melihat lebih dalam peristiwa yang sungguh menggetarkan hati ini., terlepas dari perbedaan politik yang membuat intrik dan perpecahan-lupakanlah. Mari kita lihat cobaan yang dialami oleh Presiden Jokowi; sebagai cobaan yang pasti juga menimpa kita semua! Cobaan terberat yang dialami seorang manusia lemah ialah ketika kehilangan salah satu pintu surganya; baik ayah maupun ibu. Sosok ibu, sebagai pengejawantahan sifat ar-Rahman dan ar-Rahim-Nya Allah, ada dalam fisik dan psikis seorang ibu. Siapakah kita tanpa seorang Ibunda, kawan? Tentu tiada artinya.

Kini, Presiden tengah berduka. Duka yang semoga turut dirasakan oleh segenap rakyatnya juga saya pribadi khususnya; yang jua terlahir sebagai seorang anak dari ibu luar biasa-sekaligus seorang ibu dari ketiga anak saya. Sungguh, kehilangan ibunda pasti menyisakan kepedihan yang luar biasa. Salah satu kesedihan yang juga dilukiskan Alqur'an dengan sangat rapi dalam Qs. Al-Baqarah/2: 155, "Dan sungguh, Kami akan mengujimu dengan rasa takut, rasa lapar, kekurangan harta benda, kehilangan jiwa (seseorang), juga kekurangan buah-buahan. Maka, berilah kabar gembira terhadap orang-orang yang sabar,"

Lima jenis ketakutan-ketakutan yang pasti dialami oleh kita semua menurut penggambaran Alqur'an di atas, pada hakikatnya bertujuan agar kita mau tunduk, merasa lemah, kembali, dan tawakkal kepada Allah-bahwa kita tidak mampu berbuat apapun, di luar kuasa dan kehendak Allah. Meski di saat yang sama, Presiden Jokowi mengalami dua peristiwa besar sekaligus rasa takut akan bahaya virus corona yang melanda rakyatnya sekaligus kehilangan orang yang dicinta! Sungguh, bukanlah perkara yang mudah.

Sebagai penutup, mari kita sama-sama mendoakan almarhumah Sujiatmi Notomiharjo agar diampuni dosa-dosanya, diterima iman islamnya dan dilapangkan kuburnya. Terkhusus pula untuk Bapak Presiden Jokowi; semoga Allah berikan ketenangan, ketabahan dan kekuatan untuk terus melanjutkan hidup dan meneruskan perjuangan. Juga, untuk kita semua yang telah kehilangan atau masih memiliki kedua orangtua-bersyukurlah. Maksimalkan bakti dan sayang kita kepada mereka, selagi mereka masih ada. Semoga, kita semua tercatat sebagai orang-orang yang berhak mencium harumnya surga-melalui pengabdian kepada kedua orangtua. Aamiin ya Rabbal 'Alamiin..


Berita Terkait
  • Menjaga Kemanusiaan
  • Korona dan Kesetiakawanan Sosial
  • Ustaz Tanjung Ungkap Cara Merawat Kesalehan
Berita Lainnya
  • Krisis Covid-19 Bisa Buat Timo Werner Bertahan di Leipzig
  • Tiga Dosa Besar 'Terakhir'

Mencium Harumnya Surga

Mencium Harumnya Surga

Mencium Harumnya Surga

Mencium Harumnya Surga

Mencium Harumnya Surga

  
Berita Trending Islam
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya