0
Thumbs Up
Thumbs Down

Mengenal Era Dinasti Umayyah

Republika Online
Republika Online - Mon, 15 Jul 2019 21:00
Dilihat: 56
Mengenal Era Dinasti Umayyah

JAKARTA -- Dalam kurun waktu 89 tahun masa pemerintahannya (661-750 M), Dinasti Umayyah telah berhasil memperluas wilayah kekuasaan hingga Afrika Utara dan Spanyol. Ini adalah upaya yang terhenti pada masa kepemimpinan Usman dan Ali karena ketika itu umat Islam dilanda konflik politik yang berkepanjangan.

Era Umayah juga mencatat banyak kemajuan dalam berbagai bidang, seperti perekonomian, sains, seni, dan arsitektur. Perluasan wilayah kekuasaan Islam dilakukan ke timur, utara, dan barat. Setidaknya ada tiga Peninggalan pada masa pemerintahan Bani Umayyah di antaranya, Masjid Kubah Batu, Masjid Agung Umayyah, dan Istana Kusair Amra. Berikut ulasannya.

Masjid Kubah Batu

Masjid Qubbat as-Sakhrah atau Masjid Kubah Batu adalah bangunan yang terletak di tengahtengah kompleks al-Haram asy-Syarif, Masjid al-Aqsa, di Kota Yerusalem. Nama lain Qubbat as- Sakhrah (Kubah Batu) adalah Dome of the Rock. Masjid ini biasanya disebut juga dengan Masjid Umar. Pembangunan masjid ini dimulai ketika Yerusalem jatuh ke dalam kekuasaan Islam pada era Khalifah Umar bin Khattab.

Terletak di Baitul Maqdis, Qubbat as-Sakhrah adalah seni bangunan agung Islam pertama yang didirikan antara tahun 685 M hingga 691 M oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan, khalifah Kerajaan Umayyah. Kubah ini dibangun setengah tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Inilah masjid pertama yang menggunakan kubah dalam sejarah arsitektur Islam.

Masjid Agung Umayyah

Keberadaan Masjid Umayyah di Damaskus memperlihatkan kombinasi budaya Romawi dan Islam. Meskipun telah dilakukan beberapa perubahan pada arsitekturnya, bagian-bagian khas gereja masih tampak pada kompleks masjid ini, termasuk sumur tempat membaptis bayi-bayi Kristen.

Proses pembangunan Masjid Agung Umayyah dimulai pada 87 H/705 M dan selesai pada 96 H/714 M. Biaya pembangunannya berasal dari pajak lahan pertanian (kharaj) yang dipungut pemerintahan Dinasti Umayyah. Pembangunan masjid terbesar pertama di abad ke-8 M itu melibatkan para seniman dan tukang bangunan dari berbagai negeri, seperti Persia, India, Afrika Utara, Mesir, dan Bizantium.

Istana Kusair Amra

Kompleks istana di Qusayr Amra ditemukan kembali pada 1898 oleh orientalis asal Ceska, Alois Musil. Istana kecil ini diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Khalifah al-Walid I pada 712-715 M. Bangunan indah ini berdiri di samping sebuah oase di lahan semikering sekitar 80 km sebelah timur Amman, Yordania.

Saat ditemukan, bangunan-bangunan utama yang masih ada ialah ruang singgasana berbentuk persegi, ruang pertemuan, serta sebuah permandian. Dinding bagian dalam ruang pertemuan dan singgasana dihiasi fresko (lukisan dinding) yang sangat indah. Hiasan indah di istana ini dilukis, diukir, dan diwarnai khas Yunani-Romawi. Ini merupakan upaya para penguasa Umayyah menyejajarkan diri mereka dengan kekaisaran sebelumnya.


Berita Terkait
  • Masjid Bersejarah Peninggalan Umayyah
  • Tiga Ciri Khas Pakaian Dinasti Umayyah
  • Geliat Ekonomi di Zaman Bani Umayyah
Berita Lainnya
  • Anne Avantie tak Nilai Negatif Lansia Dititip di Panti Jompo
  • Setkab: Jateng dan Jatim Jadi Contoh Sinergi Pusat-Daerah

Mengenal Era Dinasti Umayyah

Mengenal Era Dinasti Umayyah

Mengenal Era Dinasti Umayyah

Mengenal Era Dinasti Umayyah

Mengenal Era Dinasti Umayyah

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya