0
Thumbs Up
Thumbs Down

Mengenal Pedang Damaskus

Republika Online
Republika Online - Thu, 17 Oct 2019 06:00
Dilihat: 25
Mengenal Pedang Damaskus

JAKARTA -- Pada masa perang salib, banyak sekali beragam senjata yang dipakai seperti pedang, tombak dan panah baik dari pihak tentara salib ataupun tentara Salahudin al-Ayyubi, pemimpin Dinasti Ayyubiah. Salah satu contoh senjata yang dipakai pada masa perang salib adalah pedang yang memiliki baja yang istimewa bernama baja Damaskus.

Pedang damaskus merupakan pedang yang dipakai oleh balatentara Salahudin Al-Ayubid. Pedang tersebut dibikin dari bahan dasar baja Damaskus. Baja damaskus adalah sejenis baja yang memiliki pola bergelombang dan warna baja yang gelap. Selain memiliki tampilan yang menarik, baja Damaskus memiliki ciri fisik yang terdiri dari permukaan yang keras dan fleksibel.

Sebenarnya, baja Damaskus tidak hanya ditujukan untuk pedangnya tapi juga untuk kelengkapan persenjataan yang dimiliki oleh bala tentara Ayyubiyah seperti tombak. Mengenai soal baja Damaskus sendiri, baja tersebut yang memiliki konturpola yang dari hasil pengecoran (casted steel).

Dikutip dari situs www.thoughtco.com, Kamis (17/8) untuk baja Damaskusyang dari hasil pengecoran (casted steel) , belum ada yang pernah mereplikasi metode pembuatan aslinya sebagaimana baja tersebut dicor dari besi jenis wootz yang berasal dari India.

Besi jenis wootz sendiri mulai diproduksi di India sekitar beberapaabad sebelum masehi dan mulai diperkenalkan ke Damaskus, Suriah pada sekitar abad ke 3 hingga 4 sebagai barang dagangan kepada masyarakat sekitar.

Sayangnya, teknik untuk membuat besi wootz hilang pada tahun 1700an sehingga bahan untuk membuat baja Damaskus menjadi tiada.

Sementara itu, mengenai cara pembuatan baja jenis wootz, baja tersebut dibuat dengan cara besi dan baja dilelehkan secarabersamaan. Untuk tambahan informasi, pelelehan dilakukandengan bantuan arang dibawah kondisi atmosfer lingkungan yang kadar oksigennya rendah.

Karenanya, dibawah kondisi tersebut, logam menyerap karbon dari arang. Setelah itu, dilakukan pendinginan terhadap logam paduan (alloy) yang merupakan hasil dari pelelehan. Untuk pendinginannya, nanti akan menghasilkan bahan Kristal yang mengandung karbida.


Berita Terkait
    Berita Lainnya
    • 59 Budayawan dan Seniman dapat Penghargaan dari Kemendikbud
    • Korban Demo Akbar Alam Sempat Mengunggah Status di Instagram

    Mengenal Pedang Damaskus

    Mengenal Pedang Damaskus

    Mengenal Pedang Damaskus

    Mengenal Pedang Damaskus

    Mengenal Pedang Damaskus

      
    PARTNER KAMI
    JPNN
    Republika Online
    LIPUTAN6
    okezone
    BBC
    bintang
    bola
    inilahcom
    Antvklik
    rumah123
    Rumah
    Love Indonesia
    CENTROONE
    wartaekonomi
    Voice of America
    Popular
    Gocekan
    Teqnoforia
    Angelsontrip
    Makanyuks
    telsetNews
    BisnisWisata
    Jakarta Kita
    Indonesia Raya News
    RajaMobil
    Mobil123
    Otospirit
    MakeMac
    Indotelko
    Inditourist
    TEKNOSAINS
    MotorExpertz
    Mobil WOW
    Oto
    Kpop Chart
    salamkorea
    slidegossip
    Hotabis
    INFOJAMBI
    Japanese STATION
    SeleBuzz
    Cintamobil
    Football5star
    Citra Indonesia
    OTORAI
    Sehatly
    Hetanews
    Inikata
    Nusabali
    Garduoto
    Beritakalimantan
    batampos
    covesia
    carmudi
    idnation
    inipasti
    teknorush
    winnetnews
    mediaapakabar
    carvaganza
    mediakepri
    kabarsurabaya