0
Thumbs Up
Thumbs Down

Mengenal Sosok Inyiak Canduang (3)

Republika Online
Republika Online - Tue, 18 Feb 2020 09:56
Dilihat: 19
Mengenal Sosok Inyiak Canduang (3)

PADANG -- Nopriyasman menjelaskan, pada masa itu Syekh Sulaiman ar-Rasuli masih berpengaruh besar dalam konteks keagamaan di Nusantara, khususnya Minangkabau. Lewat pelbagai media massa, dia kerap menyuarakan perlunya persatuan di atas berbagai perbedaan yang tidak prinsipil. Dia pun gencar meyakinkan publik Minang untuk melakukan integrasi antara adat dan syariat (syarak).

Lebih lanjut, sejarawan Universitas Andalas itu mengatakan, ungkapan yang kini populer, yakni adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah (adat bersendikan syariat, syariat bersendikan Alquran) merupakan hasil dari sosialisasi yang dilakukan sang syekh tersebut.

Pada 1959, Presiden Sukarno memutuskan secara sepihak untuk menghapuskan Konstituante. Langkah itu ditempuh melalui dekrit yang dibacakan dalam pidato tertanggal 5 Juli tahun yang sama. Sejak saat itu, perbedaan perspektif antara Jakarta dan daerah-daerah kian tajam.

Sebut saja gejolak Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), yang intinya antara lain mendesak Sukarno agar menolak campur-tangan kaum komunis di pemerintahan serta memperhatikan pembangunan di daerah-daerah. Dalam situasi itu, menurut Nopriyasman, Syekh Sulaiman berupaya menjembatani komunikasi antara Pusat dan daerah. Misalnya, dengan menegaskan bahwa "kejadian-kejadian di daerah sekarang ini janganlah dihukum secara yuridis formil saja, tetapi harus dilihat sebab-sebabnya." Tampak bahwa dia menyoroti persoalan ketidakadilan serta pemerataan kesejahteraan ekonomi dan sosial.

Tidak hanya aktif di dunia dakwah dan pergerakan, Syekh Sulaiman juga piawai menulis. Di antara karya-karyanya adalah, Dhiyaus Siraj fil Isra' Walmi'raj, Tsamaratul Ihsan fi Wiladah Sayyidil Insan, Dawaul Qulub fi Qishshah Yusuf wa Ya'qub, Risaah al-Aqwal al-Wasithah fi Dzikri Warrabithah, Al-Qaulul Bayan fi Tafsiril Quran, Al-Jawahirul Kalamiyyah, Sabilus Salamah fi wird Sayyidil Ummah, Perdamaian Adat dan Syara', serta Kisah Muhammad 'Arif.


Pada 1 Agustus 1970, Syekh Sulaiman ar-Rasuli meninggal dunia dalam usia 99 tahun. Puluhan ribu orang mengiringi pemakamannya. Mereka tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga negara-negara jiran.

Berita Terkait
  • Mengenal Sosok Inyiak Canduang (2)
  • Mengenal Sosok Inyiak Canduang (1)
  • English for Ulama Siapkan Ulama Sebarkan Pesan Positif
Berita Lainnya
  • Thailand Temukan Enam Kasus Baru Virus Corona
  • Arena Bermain di IBF 2020 Bisa Tampung 400 Anak

Mengenal Sosok Inyiak Canduang (3)

Mengenal Sosok Inyiak Canduang (3)

Mengenal Sosok Inyiak Canduang (3)

Mengenal Sosok Inyiak Canduang (3)

Mengenal Sosok Inyiak Canduang (3)

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya