0
Thumbs Up
Thumbs Down

Mengenang Masa Jaya Kota Tua di Padang

okezone
okezone - Sat, 21 Sep 2019 18:31
Dilihat: 26

PADANG - Kipasan jagung bakar Lina (35) di atas Jembatan Siti Nurbaya merebak hingga menusuk hidung dan mengundang rasa ingin mencicipinya. Lina merupakan satu di antara puluhan warga Kampung Batu, Kelurahan Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat, yang menjual pisang bakar, jagung bakar, dan beberapa minuman lainnya di Jembatan Siti Nurbaya yang menghubungkan Kampung Batu dengan Berok Nipah.

Biasanya pada malam hari, Jembatan Siti Nurbaya dijadikan tempat rekreasi. Lokasi ini strategis dengan bangunan-bangunan tua yang bersejarah menghiasi dari Muara Padang sampai kawasan Pondok. Sebagian memang kurang terawat, namun masih ada juga yang masih bagus keadaannya.

Lokasi tersebut merupakan Pelabuhan Muaro Padang yang dialiri Batang Arau, dan menjadi pusat perdagangan zaman penjajah, mulai masa Portugis sampai kepemimpinan Belanda. Pelabuhan yang dijadikan pusat ekspor rempah-rempah ke negeri Eropa, kini menjadi sebuah museum terbuka yang dikenal dengan Padang Kota Lama. Banyak bangunan tua sisa-sisa peninggalan zaman Belanda di sini.

Pelabuhan Muaro Padang secara geografis terlindungi dengan ombak yang ganas dari Samudera India. Pada 1340 (abad 14), desa nelayan yang disebut Kampung Batu dan masuk wilayah Nagari ini dipimpin delapan pangulu. Sebuah sungai yang dalam dan bisa dimasuki kapal besar akhirnya menjadi sebuah pelabuhan yang sering disinggahi pedagang dari Inggris, Prancis, dan China. Kapal-kapal yang datang dari negeri luar dengan memakai kapal layar.

Baca juga: Kota Lama Semarang Sebentar Lagi Bebas Kendaraan Usai Direvitalisasi

Kapal-kapal yang singgah tersebut membawa barang-barang kain dari luar, sementara kapal barang dari dunia luar itu mengangkut barang rempah-rempah berupa kopi, cengkih, dan lada serta bahan-bahan lainnya yang dibutuhkan negera Eropa. Selain itu, pelabuhan tersebut dijadikan sebagai transit dari Eropa ke Jawa. Ada dua sampai lima kapal layar yang bertonggak tinggi berlabuh di Muaro Padang.

Pelabuhan Muaro Padang yang berjarak 5 kilometer dari pusat Kota Padang semakin terkenal pada 1511 ketika bangsa Portugis memblokade menguasai Kerajaan Malaka. Semua jalur di Selat Malaka diblokade oleh bangsa Potugis. Akibatnya, seluruh jalur laut yang menuju ke Pulau Jawa susah dilewati dengan jalur pintas.

Kapal dagang dari negara-negara Asia dan sebagian Eropa terpaksa memutar haluan dan menjadikan kawasan Pantai Barat Sumatera sebagai penghubung ke Laut Jawa melalui Perairan Sunda.

Keinginan Belanda untuk menguasai perdagangan di Sumatera bagian barat ini sangat tinggi terbukti melauhi VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) pada 1633. VOC berhasil mengadu-domba masyarakat Minangkabau dan Aceh sehingga tercipta Perjanjian Painan sekaligus mengakhiri kekuasaan Aceh di Minang.

Baca juga: Gereja Gedangan Saksi Bisu Pertempuran 5 Hari di Semarang

Sebelum VOC masuk di Padang, jalur perdagangan dikuasai pedagang Aceh. Salah satu poin penting perjanjian Painan adalah tidak mengakui Kerajaan Aceh, dan sebaliknya mengakui Raja Minangkabau sebagai penguasa tertinggi, kemudian mengakui VOC sebagai pelindung serta hanya berdagang dengan mereka.

Lalu pada abad 17 (1667), VOC lebih mematangkan kedudukannya di Kota Padang dengan melakukan pembangunan pelabuhan sebagai pusat perdangan di bagian Sumatera. Pembangunan pelabuhan ini merupakan titik awal pertumbuhan Kota Padang.

Padang tidak hanya berfungsi sebagai kota pelabuhan, tapi juga perdagangan. Banyak pendatang yang menetap di sini. Pelabuhan tersebut terkenal dengan nama Pelabuhan Muaro hingga sekarang.

Menindaklanjuti perjanjian itu, pada 1667, VOC menjadikan Padang sebagai pusat perwakilan untuk wilayah pesisir barat Sumatera yang ditandai pembangunan benteng pertahanan atau loji.

Pembangunan loji ini atas izin penghulu terkemuka, Orang Kayo Kaciak. Loji berbentuk empat segi dengan setiap sisi sepanjang 100 meter dan tinggi 6 meter di sekitar Muaro yang berisi meriam.


Sumber: okezone

Mengenang Masa Jaya Kota Tua di Padang

Mengenang Masa Jaya Kota Tua di Padang

Mengenang Masa Jaya Kota Tua di Padang

Mengenang Masa Jaya Kota Tua di Padang

Mengenang Masa Jaya Kota Tua di Padang

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya