0
Thumbs Up
Thumbs Down

Menguji Pernyataan Anggota KPAI Benarkah Sperma Berenang jadi Anak?

wartaekonomi
wartaekonomi - Mon, 24 Feb 2020 03:00
Dilihat: 115
Jakarta

Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu (PDIB) mengatakan tidak mungkin perempuan hamil saat berenang di kolam renang bersamaan dengan lelaki juga ikut berenang. Hal itu dikatakan menanggapi pernyataan anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Siti Hikmawatti.

Lalu apakah benar kalau sperma ikut berenang kemudian masuk ke vagina bisa mengakibatkan hamil?

"Wanita bisa hamil karena berenang di kolam renang bersama laki-laki adalah pernyataan yang kabur dan keliru, bahkan berbau hoaks," kata Ketua Umum PDIB James Allan Rarung dikutip dari Antara di Jakarta, Minggu.

Baca Juga: Sebut Renang dengan Pria, Wanita Bisa Hamil, KPAI Ralat Ucapan Komisionernya

Untuk terjadi kehamilan, kata dia, prosesnya adalah terjadinya hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan. Kehamilan terjadi setelah pengeluaran cairan mani yang mengandung spermatozoa atau sel sperma masuk ke alat kelamin perempuan.

Sel sperma tersebut akan berenang melewati bagian dalam rahim dan sampai daerah tuba falopii, di mana jika di sana sudah ada sel telur yang menunggu untuk dibuahi, maka proses pembuahan akan terjadi sehingga berlanjut sebagai kehamilan.

James menuturkan sel sperma di luar tubuh hanya memiliki potensi yang baik rata-rata rentang 30-60 menit. Setelah itu menurun drastis. Hal itu pun jika ditampung dalam tempat yang bersih tanpa tercampur media lain.

Jika spermatozoa tercampur dengan bahan lain misalnya air kolam renang yang mengandung klorin atau air yang tercampur bahan kimia lain, tentu saja lebih cepat rusak dan mati. Jika berada di luar tubuh, sel sperma tidak memiliki kemampuan untuk bergerak cepat di luar cairan spermanya.

"Spermatozoa hanya dapat hidup di dalam cairan mani atau juga disebut 'semen'. Tentu saja apabila cairan ini mengering atau komposisi cairan ini berubah, misalnya bercampur dengan air kolam renang, maka spermatozoa akan langsung mati," ujarnya.

Kualitas sel sperma menjadi salah satu faktor yang akan menentukan keberhasilan pembuahan sel telur. Kualitas dari spermatozoa ditentukan dari beberapa parameter, seperti volume, konsentrasi, motilitas atau gerakannya dalam cairan sperma, hingga morfologi atau bentuknya.

James menuturkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat Indonesia tentang reproduksi manusia dan kehamilan harus ditingkatkan sehingga bijak dalam memahami informasi yang beredar cepat serta mampu menguji kebenaran pernyataan dan isu dengan merujuk pada data, fakta dan keilmuan.

Menurut James, pemberian materi dan pemahaman tentang reproduksi dan kehamilan manusia, sudah perlu dirumuskan dengan baik sehingga dapat diberikan sedini mungkin mulai dari pendidikan dasar dan atau menengah.

Penulis: Redaksi

Editor: Ferry Hidayat

Foto: WE

Sumber: wartaekonomi

Menguji Pernyataan Anggota KPAI Benarkah Sperma Berenang jadi Anak?

Menguji Pernyataan Anggota KPAI Benarkah Sperma Berenang jadi Anak?

Menguji Pernyataan Anggota KPAI Benarkah Sperma Berenang jadi Anak?

Menguji Pernyataan Anggota KPAI Benarkah Sperma Berenang jadi Anak?

Menguji Pernyataan Anggota KPAI Benarkah Sperma Berenang jadi Anak?

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya