0
Thumbs Up
Thumbs Down

Menkes Geram Lihat Testing Covid-19 di Indonesia Salah Sasaran

okezone
okezone - Sat, 23 Jan 2021 01:00
Dilihat: 58
Menkes Geram Lihat Testing Covid-19 di Indonesia Salah Sasaran

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kekesalannya terkait cara pengujian atau testing untuk mendeteksi penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia. Sebab, menurutnya, sistem atau cara testing di Indonesia tidak tepat sasaran.

Budi menceritakan, dirinya kerap bolak-balik di test swab Polymerase Chain Reaction (PCR) saat akan bertemu dengan presiden. Padahal, tes swab tersebut seharusnya dilakukan terhadap orang yang suspek atau pernah kontak dengan mereka yang terpapar Covid-19.

Demikian diungkapkan Budi Gunadi saat mengikuti diskusi "Vaksin dan Kita" yang diselenggarakan secara daring oleh Komite Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Jawa Barat, pada Rabu, 20 Januari 2021. Diskusi tersebut kemudian ditayangkan oleh akun YouTube PRMN SuCi dan diakses MNC Portal pada Sabtu (23/1/2021).

"Kita tuh enggak disiplin, cara testingnya salah, testingnya banyak, tapi kok naik terus, habis di tes orang kaya saya, setiap kali mau ketemu presiden di tes, ketemu presiden, dites, barusan saya di swab, seminggu bisa lima kali swab kalo saya masuk istana, emang bener gitu?," ungkap Budi.

"Kan testing enggak gitu seharusnya, testing itu kan epidemiologi kalau kata temen-temen dokter, bukan testing mandiri, yang dites itu orang yang suspek, bukan orang mau pergi kaya Budi Sadikin menghadap presiden," imbuhnya.

Budi menekankan, angka testing yang sesuai standar organisasi kesehatan dunia WHO, bisa dengan mudah terpenuhi oleh Indonesia bila caranya seperti itu. Namun, cara testing tersebut adalah salah dan kurang tepat sasaran.

"Nanti 5 kali standar WHO terpenuhi tuh, 1 per 1.000 per minggu, tapi enggak ada gunanya testingnya secara epidemiologi, itu yang harus diberesin," ucapnya.

Baca Juga : 132.000 Tenaga Kesehatan Telah Divaksin Covid-19 Tahap I

Budi berjanji sekaligus meminta seluruh pemangku kebijakan untuk membenahi cara testing tersebut. Ia meminta agar kepala daerah juga ikut andil dalam membenahi sistem atau cara teating di daerahnya.


"Sebagian ada ditempatnya saya, urusan testing tracingnya, walaupun saya mesti minta bantuan Kang Emil (Gubernur Jawa Barat), karena kan sekarang puskesmas udah engga dibawah saya. Padahal saya harus pake tuh puskesmas, itu dibawah gubernur, tapi gubernur bisa bilang bukan dibawah saya juga, dibawah bupati walikota, kan tambah complicated demgan UU Otonomi Daerah," pungkasnya.

Sumber: okezone

Menkes Geram Lihat Testing Covid-19 di Indonesia Salah Sasaran

Menkes Geram Lihat Testing Covid-19 di Indonesia Salah Sasaran

Menkes Geram Lihat Testing Covid-19 di Indonesia Salah Sasaran

Menkes Geram Lihat Testing Covid-19 di Indonesia Salah Sasaran

Menkes Geram Lihat Testing Covid-19 di Indonesia Salah Sasaran

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya