0
Thumbs Up
Thumbs Down

Menko PMK Harap RUU KIA Dukung Percepatan Penurunan Stunting

Republika Online
Republika Online - Sat, 02 Jul 2022 16:47
Dilihat: 183
Menko PMK Harap RUU KIA Dukung Percepatan Penurunan Stunting

JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyambut baik telah disepakatinya Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA) menjadi inisiatif DPR untuk dibahas bersama pemerintah. Muhadjir berharap, RUU KIA akan mendukung upaya percepatan penurunan prevalensi kekerdilan atau stunting.

"Kemenko PMK menyambut baik disepakatinya RUU KIA jadi inisiatif DPR," kata Menko PMK ketika dihubungi di Jakarta, Sabtu (2/7/2022).

Pada saat ini, kata dia, pemerintah menargetkan angka stunting turun menjadi 14 persen pada 2024. Artinya, prevalensi kekerdilan atau stunting harus turun sebesar tiga persen per tahun.

"Prevalensi stunting saat ini sebesar 24,4 persen sementara Presiden menargetkan angka stunting turun menjadi 14 persen pada 2024," kata dia.

Program percepatan pemberantasan stunting selama ini telah berjalan dengan berpedoman pada Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting sebagai payung hukum. Dia menambahkan, jika nantinya RUU KIA telah disahkan menjadi undang-undang maka akan makin mengoptimalkan lagi upaya percepatan penurunan prevalensi kekerdilan.

Dia menjelaskan bahwa berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi stunting saat ini masih berada pada angka 24,4 persen atau 5,33 juta balita. "Kenapa program penurunan stunting ini penting, karena periode 1.000 hari pertama kehidupan merupakan periode emas guna memastikan perjalanan generasi penerus Indonesia," katanya.

Dalam draft RUU KIA, terdapat usulan mengenai masa cuti hamil bagi ibu melahirkan yakni paling sedikit enam bulan seperti tertulis dalam pasal 4 ayat (2) huruf a dalam RUU tersebut. Usulan perpanjangan masa cuti ibu hamil tersebut diharapkan akan mendukung program pemenuhan ASI eksklusif pada bayi sebagai salah satu upaya mencegah masalah kekerdilan.


Berita Terkait
  • RUU KIA Belum Tegas Atur Hak Maternitas Pekerja Perempuan
  • Menko PMK: Kekayaan Rempah Harus Bisa Harumkan Indonesia
  • RUU KIA Resmi Diusulkan, Wapres Pastikan Komitmen Pemerintah Lindungi Ibu dan Anak
Berita Lainnya
  • Jambret Ponsel Tewas Akibat Menabrak Truk Kontainer di Pluit
  • Puasa Arafah Ikut Arab Saudi Bersamaan Wukuf Arafah atau Sesuai Ketetapan Indonesia?

Menko PMK Harap RUU KIA Dukung Percepatan Penurunan Stunting

Menko PMK Harap RUU KIA Dukung Percepatan Penurunan Stunting

Menko PMK Harap RUU KIA Dukung Percepatan Penurunan Stunting

Menko PMK Harap RUU KIA Dukung Percepatan Penurunan Stunting

Menko PMK Harap RUU KIA Dukung Percepatan Penurunan Stunting

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya