0
Thumbs Up
Thumbs Down

Menparekraf Pendeteksi Tsunami Bawah Laut di Labuan Bajo

Republika Online
Republika Online - Fri, 28 Jan 2022 22:49
Dilihat: 55
Menparekraf Pendeteksi Tsunami Bawah Laut di Labuan Bajo

LABUAN BAJO -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno memberikan apresiasi kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang telah menghadirkan proyek sistem kabel laut pendeteksi tsunami di Dusun Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat, NTT.

"Teman-teman BRIN luar biasa, karena memang setiap destinasi harus tanggap bencana. Potensi bencana tsunami tentunya perlu kita mitigasi," kata Sandiaga saat berkunjung ke Dusun Rangko di Kecamatan Boleng, Jumat (28/1/2022).

Sebelumnya Sandiaga menyaksikan langsung kemajuan pengerjaan landing station yang terletak di Dusun Rangko yang mana telah berjalan hingga 80 persen. Menurut informasi yang dia dapat, bangunan tersebut akan selesai dikerjakan pada Februari 2022 mendatang.

Menurut Sandiaga, kehadiran sistem kabel laut pendeteksi tsunami di wilayah tersebut harus diimbangi dengan berbagai pelatihan yang didapat oleh masyarakat. Dia pun meminta kepala desa setempat untuk memfasilitasi pelatihan untuk kesiapsiagaan dan ketanggapan bencana dari masyarakat.

BRIN tengah membangun alat deteksi tsunami berbasis kabel optik bawah laut (Indonesian cable-based tsunameter/InaCBT) di Manggarai Barat. Menurut informasi dari Pelaksana tugas Kepala Pusat Teknologi Reduksi Risiko Bencana BRIN Mulyo Harris Pradono di Labuan Bajo beberapa waktu lalu, teknologi CBT di Manggarai Barat memungkinkan sensor diletakkan di dasar laut menggunakan kabel, lalu informasinya disampaikan ke darat di landing station.

Landing station yang sementara dibangun tersebut merupakan fasilitas di daratan yang terdiri dari Beach Manhole (BMH), menara (tower), dan rumah listrik (power house). Pada sistem InaCBT, ada dua sensor yang dipasang pada kedalaman 4.000 meter di bawah laut yang akan mendeteksi tekanan air laut karena tsunami, bukan akibat gelombang.

Dengan mekanisme itu, ketika terjadi gempa dan petugas mendapatkan konfirmasi gempa menimbulkan tsunami, maka informasi tersebut akan diteruskan ke BMKG, BPBD, dan masyarakat. Mulyo juga berharap tidak terjadi kerusakan dengan kabel tersebut dan mengajak masyarakat untuk mengetahui keberadaan kabel di bawah laut mulai dari Dusun Rangko ke tengah laut. Dia pun meminta masyarakat bisa lebih berhati-hati dalam beraktivitas dan mengurangi risiko kerusakan kabel.

BRIN menargetkan pagelaran kabel sepanjang 52 km tersebut telah dimulai pada pertengahan hingga akhir Desember 2021 dan diperkirakan bisa berfungsi pada bulan-bulan awal 2022.

Berita Terkait
  • Kemenparekraf Fasilitasi Pelatihan dan Pemasaran Sarhunta Labuan Bajo
  • Rekind-BRIN Bersinergi Kembangkan Teknologi Komersial
  • RT-LAMP, Alat Pendeteksi Covid-19 yang Lebih Murah dari PCR
Berita Lainnya
  • MGPA Segera Rekrut Marshal
  • Musicallydown TikTok: Tempat Download Lagu dan Video Tiktok Kualitas HD Terbaru 2022

Menparekraf Pendeteksi Tsunami Bawah Laut di Labuan Bajo

Menparekraf Pendeteksi Tsunami Bawah Laut di Labuan Bajo

Menparekraf Pendeteksi Tsunami Bawah Laut di Labuan Bajo

Menparekraf Pendeteksi Tsunami Bawah Laut di Labuan Bajo

Menparekraf Pendeteksi Tsunami Bawah Laut di Labuan Bajo

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya