0
Thumbs Up
Thumbs Down

'Menyihir', Total, dan Berani Ambil Risiko

Nusabali
Nusabali - Sun, 28 Nov 2021 06:17
Dilihat: 53
'Menyihir', Total, dan Berani Ambil Risiko
Tak salah, para pengamat dan penikmat seni menyebut-nyebut Rina adalah salah seorang seniman Bali yang sangat diperhitungkan dalam kancah panggung seni bergengsi.

Sebagaimana apresiasi para penikmat seni cak, tampilan suami dari Ni Made Puji ini di panggung kerap 'menyihir' penonton. Dalam pelbagai pentas cak berwira cerita Sugriwa-Subali, Rina memerankan sosok Sugriwa. Karakter dan penghayatan seninya mengundang decak kagum penonton. Klimaknya saat dia tampak kalap namun anggun, mengubek-ubek api, hingga tubuhnya disunggi oleh sekawanan seniman cak lain. Bak kerauhan atau trance, Rina berhasil 'melenyapkan' diri dari manusia biasa. Dia mewujud garang, beringas, penuh emosi, sebagaimana Sugriwa dalam pawayangan. Pada trance itu lah, hakikat inti seni nan adiluhung merasuki tubuhnya. Kondisi ini, oleh, orang Bali Hindu lazim mengenal dengan sebutan taksu. Banyak orang penasaran, apa sesungguhnya yang menjadi kekuatan hingga aksi Rina selalu full power setiap manggung?

"Intinya, saya kuatkan penghayatan peran, main dengan totalitas, bahkan pasrah," ujarnya saat ditemui di rumahnya, Banjar Teges Kangin, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud.

Menurut ayah dari Ni Luh Jinki Antari dan I Made Antara ini, aka jadi mubazir jika pentas dengan penghayatan sekadar atau lemah. Dampaknya ekspresi jadi tengal (tanpa roh atau penjiwaan). Oleh karena itu, penghayatan amat penting bagi setiap seniman. Karena dengan itu, dirinya mampu mencurahkan jiwa diri pada seni itu sendiri.

Pentas juga mesti total baik dalam penjiwaan, karakter penokohan, dan penuh energi. Tak ada yang boleh setengah setengah. Saat pentas juga harus pasrah hingga berani ambil risiko sebagai konsekuensi dari totalitas berkesenian. Jika memang terjadi sesuatu atau keanehan di luar dugaan atau skenario, harus dinikmati sebagai keharuan. ''Misal, jika ada cahaya aneh muncul, tak kita duga-duga. Saya tak terkejut. Malah saya jadikah itu bagian penting dari proses kesuntukan pentas,'' jelas Sarjana Tari STSI Denpasar 1991 ini.

Pemahaman Rina tentang kamatangan berkesenian yang penuh risiko kerap dirasakannya. Antara lain, rambut terbakar saat adegan perang memakai api, dan kaki bisa melepuh saat mengobrak abrik api di panggung. Dia mengaku tak pernah merasakan sakit karena panas api. Selain karena punya teknis agar tak terbakar, juga karena menikmati segenap ritme pentas bepanggug api itu.

"Tapi, totalitas penjiwaan dalam pementasan itu tak bisa didapat langsung saat di panggung, harus dimulai dari latihan. Karena jika latihannya serius, maka di panggung hasilnya dipastikan bagus" ujar penari cak sejak SD ini.

Selebihnya, sebagai seniman kontemporer berbasis seni tradisi Bali, Rina pantang tampil bermakeup. Dia juga menolak memakai rambut palsu yang digondrongkan. Untuk aksesoris tubuh, hanya mengenakan kalung berbahan benang tridatu (tiga warna, putih-merah-hitam). Menurutnya, tri datu tak sekadar benang berwarna, namun representasi atas kekuatan gaib dari Dewa Tri Murti (Brahma Wisnu Siwa).

Rina mengakui rambut gondrongnya yang hampir separuh menguban telah menjadi bagian dari kemantapan diri berkesenian. Oleh karena itu, dalam banyak percakapan tentang seni, dia menyebut bahwa rambut sebagai mahkota kesenimanan, sekaligus pencipta rezeki. "Kalau toh rambut saya ini rontok, ya apa boleh buat. Tapi saya tetap hindari pakai rambut palsu. Biarkan saja begini, apa adanya. Itu akan lebih bagus," beber seniman yang sempat belajar di ISI Solo, Jawa Tengah ini.

Terkini, Rina tampil jadi penari utama dalam garapan visualisasi sinematografi berjudul 'Sumarah Kahuripan', kisah Cinta Kesatria Jawa dan Puteri Bali. Karya ini memeriahkan pembukaan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2021 secara daring, bertema 'Napas Jiwa', 19 November 2021. PKN diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berlangsung hingga 26 Nopember 2021. Karya ini disutradarai seniman Atilah Soeryadjaya dengan Artistic Director Jay Subiakto. *lsa
Sumber: Nusabali

'Menyihir', Total, dan Berani Ambil Risiko

'Menyihir', Total, dan Berani Ambil Risiko

'Menyihir', Total, dan Berani Ambil Risiko

'Menyihir', Total, dan Berani Ambil Risiko

'Menyihir', Total, dan Berani Ambil Risiko

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya