0
Thumbs Up
Thumbs Down

Merdeka Teknologi Menuju Indonesia Maju

Nusabali
Nusabali - Sat, 17 Aug 2019 16:27
Dilihat: 26
Merdeka Teknologi Menuju Indonesia Maju
Penulis : I Gusti Agung Gede Artanegara
Pemerhati Teknologi dan Kebudayaan Kemendikbud RI

Pada tanggal 17 Agustus 1945 jam 10.00 wib dengan disaksikan oleh ratusan patriot, Soekarno yang didampingi oleh Moh. Hatta membacakan teks proklamasi yang dilanjutkan dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih yang dijahit oleh tangan ibu Fatmawati. Cahaya mentari kemerdekaan menyinari perjuangan melawan gelapnya penjajahan.

Bali yang berjarak kurang lebih 1.200 Km belum mengetahui kabar Proklamasi ini. Serdadu Jepang yang ada Bali masih petantang petenteng dengan tetap memutar propaganda Jepang di Radio, padahal Kaisar Hirohito sudah menyampaikan kekalahan terhadap Blok Sekutu. Muda-mudi Bali walaupun sudah mendengar desas desus Proklamasi di Jakarta tetapi mereka masih menunggu I Gusti Ketut Pudja utusan Bali yang ikut serta menghadiri Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Dalam rentang waktu dari akhir Agustus hingga Oktober 1945 baru seluruh lapisan masyarakat Bali menerima kabar Proklamasi sebagai tanda kemerdekaan yang berhasil di raih.

74 Tahun kemerdakaan merupakan capaian panjang dalam perjalanan kemerdekaan bangsa Indonesia, sumber daya alam yang melimpah bukan jaminan menjadi tumpuan kemajuan bangsa Indonesia. Dalam pidato kenegaraan yang disampaikan oleh Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo dalam Sidang Tahunan MPR-RI bahwa "Membangun manusia Indonesia adalah investasi kita untuk menghadapi masa depan dan melapangkan jalan menuju Indonesia Maju. Kita siapkan manusia Indonesia menjadi manusia unggul sejak dalam kandungan sampai tumbuh mandiri". Berarti salah satu upaya yang harus dimiliki oleh manusia unggul Indonesia adalah kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menghadapi persaingan global di era digitalisasi ini.

Bali saat ini sudah jauh berubah pasca Proklamasi, teknologi dan informasi sudah meluncur cepat sampai ke pelosok desa hingga menyusup ke sekat-sekat budaya. Infrastruktur komunikasi yang dibangun pemerintah memudahkan masyarakat menerima informasi dari mana saja. Bali yang memiliki karakter budaya yang kuat membutuhkan muda-mudi yang mampu menjaga, merawat, dan melindunginya. Generasi muda Bali saat ini mulai mencerdaskan budaya dengan mengkolaborasi teknologi dan budaya. Teknologi jejaring sosial yang diciptakan untuk berbagi pesan berupa foto maupun video menjadi medium yang diunggulkan dalam penyebaran seni dan budaya Bali di kalangan milenial. Geliat sanggar pribadi maupun milik banjar menjadi salah satu minat anak-anak muda mengisi kegiatan mereka, seakan menjadi motivasi diri memberikan yang terbaik dan terindah sehingga viral di dunia maya.

Bagi generasi milenial Bali khususnya di perkotaan bahwa internet hampir menyamai dengan kebutuhan primer. Dengan internet dan teknologi ponsel pintar (smartphone) menjadi sahabat baik yang menemani mereka dari bangun tidur hingga menjelang tidur. Kemampuan teknologi smartphone dalam menemani keseharian mereka tidak lepas dari berbagai kategori startapp yang dapat dipilih dan disesuaikan akan kebutuhan penggunanya. Startup Super app yang merambah kota-kota di Bali memberikan gambaran bahwa apa yang diinginkan oleh masyarakat tersebut adalah kemudahan, praktis dan efisien. Pembayaran Air, PLN, Gas, Asuransi, Transportasi, Makanan, dan gaya hidup urban lainnya bisa dicari dan dibeli melalui ponsel pintar. Oleh karena hal tersebut Sumber Daya Manusia yang unggul tidak hanya bersambat dengan teknologi saja tetapi cerdas, berkarakter dan berbudaya.

Teknologi dan internet yang tidak didasari dengan kecerdasan pengguna maka konsekuensinya adalah fatal, dimana tahun 2016 salah satu toko di nusa dua sempat dihancurkan massa terkait penyebaran berita hoaks yang disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab sehingga merugikan pemilik toko yang notabene bukan pelaku utamanya. Bali Selatan yang banyak dikunjungi pelancong nusantara maupun mancanegara secara tidak langsung menancapkan hegemoni teknologi dalam pertukaran budaya tersebut.

Sudah menjadi keharusan Bali menjadi kota ramah teknologi, memberikan literasi teknologi pada masyarakat menjadi keniscayaan. Merdeka dari penjajahan kolonial melalui perang fisik sudah 74 tahun yang lalu, saat ini kita bersiap diri untuk masuk kedalam era digital. Melek teknologi bukan berarti bebas menggunakan teknologi, tetapi dengan kecerdasan, moral dan kepekaan mampu menggunakan teknologi untuk menuju Indonesia Maju dan Berbudaya.*
Sumber: Nusabali

Merdeka Teknologi Menuju Indonesia Maju

Merdeka Teknologi Menuju Indonesia Maju

Merdeka Teknologi Menuju Indonesia Maju

Merdeka Teknologi Menuju Indonesia Maju

Merdeka Teknologi Menuju Indonesia Maju

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya