0
Thumbs Up
Thumbs Down

Meski Covid-19 Melandai, BIN Terus "Gempur" Warga di Sumbar dengan Vaksinasi

covesia
covesia - Wed, 01 Dec 2021 20:00
Dilihat: 79
Meski Covid-19 Melandai, BIN Terus "Gempur" Warga di Sumbar dengan Vaksinasi

Covesia.com - Meski tren kasus Covid-19 terus melandai, Badan Intelejen Negara (BIN) Daerah Sumatera Barat, terus gencar melaksanakan program vaksinasi di Ranah Minang.

Seperti hari ini, Rabu (1/12/2021) BIN kembali laksanakan vaksinasi Covid-19 di Lima Kabupaten di Sumbar, seperti, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Agam, Tanah Datar dan Kabupaten Solok, menjadi target "gempuran" vaksinasi oleh aparat Intelejen Negara di Sumatra Barat, dengan Total target peserta, sebanyak 11.350 warga di daerah itu.

"Hari ini, kita Kembali melaksanakan program vaksinasi massal di Lima Kabupaten. Target peserta kita hari ini sebanyak 11.350 orang. Program vaksinasi ini, sejurus dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang beberapa waktu lalu meminta Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Jendral Pol (P) Budi Gunawan untuk mengerahkan kekuatan personil dan stakeholder terkait di seluruh Indonesia untuk melaksanakan program vaksinasi massal dengan pola rumah ke rumah," kata Hendra usai meninjau vaksinasi di Nagari Koto Laweh, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok, Rabu.

Hendra menegaskan, meski tren kasus Covid-19 akhir-akhir ini cenderung menurun atau melandai, namun bukan berarti program vaksinasi akan kendor. Pihaknya akan terus gencar menyasar wilayah-wilayah yang angka capaian vaksinasinya masih rendah

"Kita patut bersyukur kasus Covid-19 di Sumatra Barat dalam kurun waktu beberapa hari terakhir, menurun. Namun, program vaksinasi secara massal dan door to door akan tetap kita laksanakan. Kita ingin, herd immunity atau kekebelan kelompok segera terbentuk. Kita tidak ingin kecolongan karena potensi ledakan kasus gelombang ketiga bisa saja terjadi," jelas Hendra.

Ia menambahkan, capaian vaksinasi untuk dosis pertama di Sumatra Barat saat ini sudah mencapai angka 54.11 persen dan 27.68 persen untuk dosis kedua. Meski juga cenderung ada kenaikan, BINDA Sumbar akan terus mengejar angka capaian vaksinasi 80 hingga 90 persen. Sehingga kekebalan kelompok terbentuk.

"Kekebalan kelompok ini sangat penting untuk mengatasi pandemi ini. Kekebalan kelompok ini, memberikan perlindungan secara tidak langsung bagi mereka yang rentan terhadap penyakit menular. Untuk itu, kita imbau masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi ini. Tidak hanya berhenti pada dosis pertama, namun juga ikut pada dosis kedua," kata Hendra lagi.

Lantaran hingga kini masih belum ditemukan nya obat khusus, Hendra menilai untuk mengatasi pandemi ini, cara yang paling jitu ada dua cara yakni, menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan mengikuti program vaksinasi.

"Jangan lagi takut untuk di vaksin. Hindari disinformasi tentang vaksin ini. Vaksin ini aman dan terbukti telah mampu mengurangi tingkat resiko apabila terinfeksi. Mari kita berkerjasama mengatasi pandemi ini," tegas Hendra.

Hendra bilang, Letupan gunung es, masih tepat digunakan sebagai analogi untuk menggambarkan situasi saat ini. Dalam artian, tampak sedikit di permukaan padahal masih banyak kasus penularan yang belum terdeteksi.

Untuk mengantisipasi potensi ledakan gelombang ketiga, masyarakat kata Hendra diharapkan dapat membatasi mobilisasi terutama jelang perayaan Natal dan Tahun baru. Pemerintah, baru saja mengeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 untuk seluruh wilayah di Indonesia yang akan diterapkan pada masa Libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 mendatang.

Apalagi saat ini, juga ditemukan adanya varian baru yakni Omicron. Omicron yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan beberapa waktu lalu, menandakan jika ancaman Pagebluk ini belum berakhir. Ini juga yang harus diwaspadai.

"Omicron ini telah dikategorikan sebagai "variant of concern" oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pemerintah kita, sudah mengeluarkan kebijakan larangan masuk bagi orang asing yang memiliki riwayat perjalanan mengunjungi Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, dan Nigeria," jelas Hendra.

Terkait dengan vaksinasi di Nagari Koto Laweh Hendra menilai, antusias warga di Nagari ini sangat tinggi. Panorama alam yang dibalut indahnya Gunung Talang, menjadikan suasana vaksinasi di Nagari ini berbeda dengan sebelumnya.


(don)

Sumber: covesia

Meski Covid-19 Melandai, BIN Terus "Gempur" Warga di Sumbar dengan Vaksinasi

Meski Covid-19 Melandai, BIN Terus "Gempur" Warga di Sumbar dengan Vaksinasi

Meski Covid-19 Melandai, BIN Terus "Gempur" Warga di Sumbar dengan Vaksinasi

Meski Covid-19 Melandai, BIN Terus "Gempur" Warga di Sumbar dengan Vaksinasi

Meski Covid-19 Melandai, BIN Terus "Gempur" Warga di Sumbar dengan Vaksinasi

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya