0
Thumbs Up
Thumbs Down

Moda Transportasi Sistem O-Bahn Tengah Dikaji

Republika Online
Republika Online - Sun, 23 Jun 2019 20:40
Dilihat: 58
Moda Transportasi Sistem O-Bahn Tengah Dikaji

JAKARTA -- Kementerian Perhubungan tengah mengkaji moda transportasi bus yang menggunakan jalur khusus seperti jalur kereta yang telah dikembangkan di beberapa negara dengan sistem O-Bahn.

Konsep O-Bahn menggabungkan Bus Rapid Transit (BRT) dengan Light Rail Transit (LRT) di mana bus memiliki jalur khusus sehingga terhindar dari arus kemacetan jalan biasa.

"Konsepnya menarik, pakai bus biasa, tapi disediakan jalan khusus sehingga tidak ikut arus kemacetan jalan biasa," ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri dalam diskusi "Ngobrol Seru Transportasi: O-Bahn" di Jakarta, Ahad (23/6).

Dengan konsep tersebut, bus atau BRT yang di sejumlah titik harus ikut arus kemacetan bisa melaju lebih cepat karena berada di jalur khusus. Kecepatan bus yang biasanya hanya sekitar 30 km per jam dalam kondisi macet pun bisa meningkat hingga mencapai 60-80 km per jam dengan adanya jalur khusus tersebut.

"Bus TransJakarta kan di beberapa tempat mengikuti arus yang macet, bisa 30 km per jam. Nah ini (O-Bahn) bisa kecepatan rata-rata 60 km per jam, bus tingkat ya bisa sampai 80 km per jam di jalur khusus ini," katanya.

Konsep O-Bahn memungkinkan bus bisa masuk ke pinggiran kota sehingga bisa menjangkau wilayah permukiman penduduk. "Ini ide cemerlang penyediaan angkutan massal di perkotaan dan bisa menjangkau seluruh area perkotaan," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan konsep O-Bahn didukung dengan pengadaan ribuan bus oleh pemerintah yang digunakan untuk BRT. Bus tersebut bisa digunakan untuk sistem O-Bahn yang tidak memerlukan bus dengan spesifikasi khusus.

Konsep O-Bahn tersebut, lanjut Budi, juga dinilai cocok dikaji di tengah rencana revisi UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan. "Mumpung kita sedang merencanakan merevisi UU 22/2009, kan cantolannya harus ada. Tapi yang jelas, skema ini bagian kecil Kemenhub untuk memperbaiki operasional kendaraan umum di Indonesia," tutupnya.


Berita Terkait
    Berita Lainnya
    • Restorasi Masjid Tua di Turki Berumur 7 Ratus Tahun Rampung
    • Hormati MU, Lukaku tak Memaksa Minta Dijual ke Inter

    Moda Transportasi Sistem O-Bahn Tengah Dikaji

    Moda Transportasi Sistem O-Bahn Tengah Dikaji

    Moda Transportasi Sistem O-Bahn Tengah Dikaji

    Moda Transportasi Sistem O-Bahn Tengah Dikaji

    Moda Transportasi Sistem O-Bahn Tengah Dikaji

      
    PARTNER KAMI
    JPNN
    Republika Online
    LIPUTAN6
    okezone
    BBC
    bintang
    bola
    inilahcom
    Antvklik
    rumah123
    Rumah
    Love Indonesia
    CENTROONE
    wartaekonomi
    Voice of America
    Popular
    Gocekan
    Teqnoforia
    Angelsontrip
    Makanyuks
    telsetNews
    BisnisWisata
    Jakarta Kita
    Indonesia Raya News
    RajaMobil
    Mobil123
    Otospirit
    MakeMac
    Indotelko
    Inditourist
    TEKNOSAINS
    MotorExpertz
    Mobil WOW
    Oto
    Kpop Chart
    salamkorea
    slidegossip
    Hotabis
    INFOJAMBI
    Japanese STATION
    SeleBuzz
    MuterFilm
    Rancahpost
    Mobilmo
    Cintamobil
    Football5star
    Citra Indonesia
    OTORAI
    Sehatly
    Hetanews
    Inikata
    Nusabali
    Garduoto
    Beritakalimantan
    batampos
    covesia
    carmudi
    idnation
    inipasti
    teknorush
    winnetnews
    mediaapakabar
    carvaganza
    mediakepri
    kabarsurabaya