0
Thumbs Up
Thumbs Down

Mr SBY Buka Suara soal Kerusuhan di Amerika Serikat, Apa Katanya?

wartaekonomi
wartaekonomi - Thu, 04 Jun 2020 03:00
Dilihat: 39
Jakarta

Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono angkat suara mengenai aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai kota di Amerika Serikat. Menurut SBY, ada sejumlah skenario yang bisa terjadi.

Skenario pertama adalah penanganan yang tepat atau paduan antara persuasi dan law enforcement yang bisa membuat aksi-aksi sosial yang cenderung rusuh bisa diredakan. Dia menduga Presiden AS Donald Trump mengharapkan itu menjadi skenario yang terbaik.

Baca Juga: Paus Fransiskus Angkat Bicara soal Rasisme dan Kerusuhan di AS

"Dugaan saya, ini skenario terbaik yang diinginkan oleh pemerintahan Trump. Saya kira mayoritas rakyat Amerika juga menginginkan demikian. Skenario ini tak memerlukan konsesi apa pun yang mesti diberikan oleh pemerintah," kata SBY dalam sebuah tulisan yang dibagikannya, Rabu, 3 Juni 2020.

Skenario kedua adalah unjuk rasa semakin meluas. Kemudian gabungan unsur polisi, National Guard, dan elemen tentara federal seperti polisi militer tak mampu menghentikan atau meredakan.

Dengan para gubernur dan wali kota tidak bisa mengatasi keadaan, pemerintah federal dalam skenario itu, menurut dia, 'terpaksa' melakukan negosiasi dengan elemen perlawanan masyarakat dengan pemberian konsesi tertentu.

"Saya membayangkan negosiasinya tentu tak mudah. Konsesi (deal) apa yang bisa dicapai juga tak semudah yang dibayangkan. Apalagi sulit diyakini bahwa Trump punya pikiran dan bersedia untuk melakukan kompromi dengan mereka yang menuntut keadilan itu," ujar SBY.

Skenario ketiga adalah kelanjutan dari skenario kedua, yakni terjadi jika situasi politik, sosial dan keamanan makin memburuk. Aksi-aksi kekerasan dan sekaligus perusakan juga makin meningkat intensitasnya.

Dalam skenario ini, Trump dengan alasan mencegah terganggunya keamanan nasional dan demi kepentingan umum akhirnya melakukan tindakan yang 'tegas dan keras'.

"Dalam skenario ketiga ini pemulihan ketertiban dan keamanan (law and order) diambil alih oleh pemerintah pusat. Presiden sebagai 'Commander in Chief' mengerahkan tentara federal (US Military Forces) untuk menanganinya," kata SBY.

SBY mengakui, dalam sejarah AS hal ini tidak lazim, namun bukan berarti tidak bisa terjadi. Apalagi SBY menyimak apa yang disampaikan oleh Presiden Trump bahwa setelah dia menilai para gubernur dan wali kota umumnya lembek, akan dikerahkan kekuatan militer Amerika untuk mengatasi aksi-aksi protes.

Penulis: Redaksi

Editor: Ferry Hidayat


Foto: Sufri Yuliardi

Sumber: wartaekonomi

Mr SBY Buka Suara soal Kerusuhan di Amerika Serikat, Apa Katanya?

Mr SBY Buka Suara soal Kerusuhan di Amerika Serikat, Apa Katanya?

Mr SBY Buka Suara soal Kerusuhan di Amerika Serikat, Apa Katanya?

Mr SBY Buka Suara soal Kerusuhan di Amerika Serikat, Apa Katanya?

Mr SBY Buka Suara soal Kerusuhan di Amerika Serikat, Apa Katanya?

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya