0
Thumbs Up
Thumbs Down

Mualem Minta Maaf, Wiranto: Kita Syukuri Dia Sadar

Republika Online
Republika Online - Thu, 13 Jun 2019 17:49
Dilihat: 38
Mualem Minta Maaf, Wiranto: Kita Syukuri Dia Sadar

JAKARTA -- Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menyambut baik permintaan maaf Eks Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf atau Mualem atas pernyataannya yang menyerukan referendum bagi rakyat Aceh. Namun, Wiranto enggan mencari tahu alasan yang membuat Mualem kemudian mengklarifikasi pernyataannya tersebut.

"Ya kita enggak usah macem-macem ya, kita syukurin sajalah. Kalau seseorang sudah sadar sudah menjadi baik, pernyataannya kemudian mencabut pernyatan yang negatif," kata Wiranto di Kantor Kementerian Polhukam, Jakarta, Kamis (13/6).

Menurut Wiranto, klarifikasi yang dilakukan Mualem juga berarti bahwa ia mendukung Aceh tetap dalam negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan upaya Pemerintah dalam melanjutkan pembangunan. Ia berharap klarifikasi Mualem tersebut permanen dan menyudahi polemik terkait referendum Aceh dalam beberapa waktu terakhir.

"Saya kira sesuatu pernyataan yang baik yang kita sambut dengan rasa syukur, dan mudah mudahan itu permanen dan akan tetap berlaku kapan saja," ujar Wiranto.

Lagipula, Wiranto kembali menegaskan, tidak ada ruang bagi wacana referendum di Indonesia. Ini kata Wiranto, berlaku sejak Tap MPR nomor 8 tahun 1998 telah mencabut Tap MPR nomor 4 tahun 1993 tentang referendum. Ada juga UU nomor 6 tahun 1999 yang mencabut UU nomor 5 tahun 1985 tentang referendum.

"Waktu itu saya katakan bahwa referendum itu dalam khasanah hukum Indonesia sudah tidak ada, TAP MPR-nya sudah dicabut, UU sudah dicabut sehingga tidak relevan dengan tuntutan politik saat ini," kata Wiranto.

Sebelumnya, permintaan maaf Muzakir Manaf diketahui dalam sebuah video yang viral di media sosial. //Republika.co.id mendapat video tersebut dari Pimpinan Partai SIRA Aceh yang juga Gubernur Aceh periode 2007-2012 Muhammad Nazar.

Dalam video itu, Muzakir Manaf yang mengenakan kemeja motif kotak-kotak memberikan penjelasan mengenai alasannya sempat menyerukan referndum aceh. "Bahwa menyatakan saya tentang referendum tidak... rakyat Aceh saya lakukan hal tersebut secara spontan kebetulan pada event peringatan haul meninggalnya Tengku Hasan Muhammad Ditiro," kata Muzakir Manaf di video, Rabu (12/6).

Melalui video berdurasi 1 menit 17 detik itu, Muzakir Manaf memberikan klarifikasi lengkap berisi empat poin. Muzakir Manaf yang kerap disapa Mualem ini memperkenalkan diri sebagai Ketua Partai Aceh (PA) dan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA). KPA adalah organisasi yang berisi mantan kombatan GAM pasca-perdamaian MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005.

Melalui video itu Muzakir Manaf menyebut, bahwa rakyat Aceh saat ini cinta damai dan pro-NKRI. Ia berharap Aceh ke depan harus lebih maju, membangun provinsi Aceh dalam bingkai NKRI.

Berita Terkait
  • Mualem Minta Maaf Soal Referendum karena Sadari Kesalahannya
  • Ketua Partai SIRA Respons Permintaan Maaf Mualem
  • Mengapa Pengakuan Tersangka Soal Kivlan Diungkap ke Publik?
Berita Lainnya
  • Mahasiswa UM Ubah Lumpur Jadi Penyerap Logam Berbahaya
  • Ranieri Berharap yang Terbaik untuk Pelatih Roma Berikutnya

Mualem Minta Maaf, Wiranto: Kita Syukuri Dia Sadar

Mualem Minta Maaf, Wiranto: Kita Syukuri Dia Sadar

Mualem Minta Maaf, Wiranto: Kita Syukuri Dia Sadar

Mualem Minta Maaf, Wiranto: Kita Syukuri Dia Sadar

Mualem Minta Maaf, Wiranto: Kita Syukuri Dia Sadar

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri