0
Thumbs Up
Thumbs Down

MUI Jadi Korban Hoaks Tentang Rapid Test Covid-19

Republika Online
Republika Online - Mon, 25 May 2020 14:59
Dilihat: 45
MUI Jadi Korban Hoaks Tentang Rapid Test Covid-19

JAKARTA -- Saat ini tengah beredar di masyarakat kabar yang mengatasnamakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam bentuk naskah satu halaman bergambar yang isinya menyerukan kepada seluruh MUI provinsi, kabupaten dan kota agar berhati-hati serta waspada dengan diadakannya rapid test Covid-19 terhadap ulama, kiai, dan ustaz di seluruh Indonesia. Naskah bergambar berisi hoaks tersebut bertanggal 3 April 2020 dan dikeluarkan oleh Sekretariat MUI Pusat.

"Mengingat kabar tersebut telah menimbulkan keresahan dan kebingungan di masyarakat, maka Dewan Pimpinan MUI Pusat menyatakan klarifikasi (tabayyun)," kata Wakil Ketua Umum MUI, KH Muhyiddin Junaidi melalui pesan tertulis kepada Republika, Senin (25/5).

KH Muhyiddin mengatakan, Dewan Pimpinan MUI Pusat menyatakan kabar tersebut bohong atau hoaks. Karena Dewan Pimpinan MUI Pusat tidak pernah mengeluarkan surat, pengumuman, pernyataan dan sejenisnya yang isinya agar seluruh MUI berhati-hati serta waspada dengan diadakannya rapid test Covid-19 terhadap ulama, kiai dan ustaz di seluruh Indonesia.

Dewan Pimpinan MUI Pusat menegaskan, tidak pernah mengeluarkan seruan agar ulama, kiai, dan ustaz di Indonesia menolak rapid test Covid-19. Dewan Pimpinan MUI Pusat menyatakan kabar tersebut tidak sesuai dengan standar penerbitan surat, pengumuman, pemberitahuan atau sejenisnya di organisasi MUI.

Standar penerbitan surat seharusnya menggunakan kop surat Dewan Pimpinan MUI Pusat, diberi nomor surat dan tanggal terbit. Kemudian ditandatangani dua orang Pimpinan Harian MUI Pusat dan dibubuhi stempel organisasi MUI.

"Narasi yang digunakan dalam kabar bohong tersebut tidak mencerminkan dan menjadi tradisi dalam surat, pengumuman, pemberitahuan dan sejenisnya yang selama ini diterbitkan oleh Dewan Pimpinan MUI Pusat, yakni santun, halus, sejuk, damai, dan memuat pesan keislaman," ujarnya.

KH Muhyiddin menjelaskan, narasi dalam kabar hoaks tersebut dipenuhi tuduhan dan prasangka, kasar, berupaya mengadu domba dan merusak nama baik organisasi MUI. Selain itu narasi kabar hoaks tersebut berupaya menciptakan keresahan dan kebingungan di kalangan umat Islam serta masyarakat luas.

"Narasi dalam kabar hoaks itu juga berupaya menghalangi pelaksanaan berbagai program pemerintah bersama masyarakat yang tengah bekerja keras mengatasi wabah Covid-19," jelasnya.

Ia menyampaikan, Sekretariat Dewan Pimpinan MUI Pusat sebagai unit kerja yang memberikan pelayanan dan dukungan teknis, administratif serta operasional tidak berwenang menerbitkan substansi pengumuman atau pernyataan sebagaimana tercantum dalam kabar bohong tersebut. Karena kewenangan tersebut berada di tangan Dewan Pimpinan MUI Pusat.

Dewan Pimpinan MUI Pusat mendesak Kepolisian Republik Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) untuk segera mengusut tuntas kabar hoaks tersebut. Kemudian menangkap dan memproses secara hukum pembuat dan aktor intelektualisnya karena telah menciptakan keresahan dan kebingungan umat Islam serta masyarakat luas.

"(Hoak tersebut juga) merusak nama organisasi MUI, dan berupaya menghalangi program pemerintah bersama masyarakat mengatasi wabah Covid-19," ujarnya.

KH Muhyiddin menambahkan, sebagai langkah selanjutnya, Dewan Pimpinan MUI Pusat segera akan melaporkan kabar hoaks ini kepada Kepolisan RI, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN). Dewan Pimpinan MUI Pusat mengharapkan agar berbagai kalangan dan umat Islam dalam melakukan kegiatan di media sosial hendaknya mengacu kepada Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalat Dalam Media Sosial yang mengharamkan kabar hoaks.

"Demikian klarifikasi (tabayyun) ini dibuat untuk mengembalikan situasi masyarakat saat ini yang resah dan gelisah agar bisa dikembalikan ke situasi sebelumnya yang tenang dan damai di tengah suasana umat Islam Indonesia dan bangsa kita merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 H," ucapnya.


Berita Terkait
  • MUI: Idul Fitri Harus Tingkatkan Persaudaraan
  • MUI Belitung Sarankan Masyarakat Silaturahim Secara Virtual
  • Tata Cara Sholat Idul Fitri dan Contoh Khutbah dari MUI
Berita Lainnya
  • MUI Jadi Korban Hoaks Tentang Rapid Test Covid-19
  • Balon Udara Berukuran Besar Mendarat di Bandara Ahmad Yani

MUI Jadi Korban Hoaks Tentang Rapid Test Covid-19

MUI Jadi Korban Hoaks Tentang Rapid Test Covid-19

MUI Jadi Korban Hoaks Tentang Rapid Test Covid-19

MUI Jadi Korban Hoaks Tentang Rapid Test Covid-19

MUI Jadi Korban Hoaks Tentang Rapid Test Covid-19

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya