0
Thumbs Up
Thumbs Down

Mungkinkah Dunia Punya Lebih dari Satu Vaksin Corona? Ini Jawabannya

wartaekonomi
wartaekonomi - Wed, 18 Nov 2020 11:12
Dilihat: 33
London

Dalam dua pekan terakhir, Pfizer dan BioNTech serta Moderna telah mengumumkan keberhasilan uji coba vaksin Covid-19.

Vaksin yang lain sedang dalam tahap pengembangan, sementara uji coba vaksin ketiga - dari perusahaan Belgia bernama Janssen - sedang dilakukan di Inggris.

Baca Juga: BioNTech dan Pfizer Dianggap Sukses, China Diminta Buka Data Vaksin Ciptaannya

Mengapa kita perlu vaksin?

Jika Anda menghendaki hidup Anda kembali normal, maka Anda memerlukan vaksin. Apalagi sekarang, ketika kebanyakan orang masih rentan dengan paparan infeksi virus corona.

Hanya langkah-langkah pembatasan dalam hidup kita yang mencegah lebih banyak orang meninggal.

Namun sebuah vaksin bisa mengajarkan tubuh kita melawan infeksi virus sehingga mencegah kita dari paparan virus, atau setidaknya membuat virus itu lebih tidak mematikan.

Mendapatkan vaksin, bersamaan dengan perawatan yang lebih baik, adalah strategi jalan keluar dari pandemi.

Vaksin mana yang diperkirakan akan berhasil?

Pfizer dan BioNtech adalah perusahaan pertama yang mengumumkan kabar tentang tahapan terakhir uji coba vaksinnya.

Data perusahaan menunjukkan vaksin tersebut 90% melindungi seseorang dari Covid-19.

Sekitar 43.000 orang telah diberi vaksin itu, dan hingga kini belum ada masalah keselamatan.

Sementara, perusahaan asal AS, Moderna, menjalankan uji coba vaksin terhadap 30.000 orang di AS, yang setengah dari mereka diberikan suntikan hampa.

Perusahaan menyebut vaksin melindungi 94,5?ri orang-orang yang diberi vaksin, setelah hanya lima dari 95 partisipan uji coba yang menerima vaksin yang memiliki gejala Covid-19 kemudian.

Hasil uji coba juga akan dirilis dalam beberapa minggu ke depan pada vaksin yang sedang dikembangkan oleh produsen obat Inggris AstraZeneca dan para ilmuwan di Universitas Oxford.

Sementara, data yang meyakinkan terkait vaksin Sputnik V yang dibuat Rusia juga telah dirilis.

Merujuk pada data sementara dari fase uji coba ketiga, tahap yang sama dicapai oleh vaksin Pfizer, para peneliti Rusia melaporkan bahwa vaksin buatannya 92% efektif.

Apa saja vaksin lainnya yang sedang dikembangkan?

Hasil uji coba dari tim peneliti vaksin lainnya diperkirakan akan muncul dalam beberapa pekan atau bulan ke depan.

Uji coba Janssen telah dimulai dengan merekrut 6.000 relawan di seluruh Inggris. Negara lain akan bergabung sehingga keseluruhan partisipan menjadi 30.000 orang.

Perusahaan telah melakukan uji coba vaksin berskala besar, di mana sukarelawan menerima satu dosis. Uji coba ini akan melihat apakah dua vaksin memberikan kekebalan yang lebih kuat dan tahan lama.

Sejumlah vaksin lain sedang dalam tahap terakhir uji coba, termasuk yang dikembangkan oleh Wuhan Institute of Biological Products dan Sinopharm du China, serta yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute di Rusia.

Namun, uji coba di Brasil untuk obat yang dikembangkan oleh perusahaan China Sinovac telah ditangguhkan setelah apa yang digambarkan sebagai "insiden merugikan yang parah" - diyakini sebagai kematian seorang sukarelawan.

Seberapa berbedakah vaksin yang sedang dikembangkan?

Inti dari vaksin adalah memaparkan bagian-bagian virus ke sistem kekebalan, yang kemudian mengenalinya sebagai penyerang dan belajar bagaimana melawannya.

Ada banyak cara untuk melakukan ini.

Pfizer/BioNtech (dan Moderna) mengembangkan apa yang disebut sebagai vaksin RNA menggunakan pendekatan eksperimental, yang termasuk menyuntikkan kode genetik virus corona ke tubuh, untuk melatih sistem kekebalan.

Vaksin Janssen malah menggunakan virus flu biasa yang telah dimodifikasi secara genetik agar tidak berbahaya dan lebih mirip virus corona pada tingkat molekuler.

Vaksin ini melatih sistem kekebalan untuk mengenali dan melawan virus corona.

Serupa, vaksin Oxford dan Rusia menggunakan virus tak berbahaya yang menginfeksi simpanse, dan memodifikasinya secara genetik agar menyerupai virus corona, untuk mencoba mendapatkan respons.

Dua dari vaksin besar buatan China menggunakan virus asli tetapi dalam bentuk cacat, sehingga tidak dapat menyebabkan infeksi.

Sangat penting untuk memahami metode mana yang menghasilkan hasil terbaik. Tantangan dalam uji coba, di mana orang dengan sengaja terinfeksi, dapat membantu menjawab pertanyaan ini.

Kapan vaksin akan tersedia?

Pfizer meyakini perusahaan dapat menyuplai 50 juta dosis ke seluruh dunia pada akhir tahun ini, dan sekitar 1,3 miliar dosis pada akhir 2021.

Vaksin buatan Inggris akan tersedia sebanyak 10 juta pada akhir 2020, dengan 30 juta dosis telah dipesan.

Sedangkan Astra Zeneca/Oxford sepakat untuk menyuplai 100 juta dosis vaksin di Inggris dan kemungkinan 2 milar dosis secara global jika uji cobanya terbukti berhasil.

Siapa yang akan mendapat vaksin pertama kali?

Ini tergantung di mana Covid menyebar ketika vaksin tersedia dan di kelompok mana yang paling efektif.

Penghuni panti jompo dan staf panti jompo berada di atas daftar prioritas di Inggris, diikuti oleh petugas kesehatan seperti staf rumah sakit, dan yang berusia di atas 80-an tahun.

Usia sejauh ini merupakan faktor risiko terbesar untuk Covid.

Apa yang masih harus dilakukan sekarang?

Uji coba harus bisa menunjukkan bahwa vaksin itu aman

Uji coba klinis harus menunjukkan bahwa vaksin mencegah orang terpapar virus atau setidaknya mengurangi jumlah orang yang meninggal

Pengembangan skala besar perlu dilakukan untuk miliaran dosis potensial

Regulators harus menyetujui vaksin sebelum itu diberikan ke publik

Diperkirakan bahwa 60-70% populasi global harus kebal untuk menghentikan penyebaran virus dengan mudah (dikenal sebagai kekebalan kelompok) - itu berarti miliaran orang, bahkan jika vaksinnya bekerja dengan sempurna.

Apakah vaksin akan melindungi semua orang?

Orang-orang memiliki respons yang berbeda terhadap vaksinasi.

Sejarah menunjukkan vaksin bisa tidak manjur pada orang lanjut usia karena sistem kekebalan yang sudah tua tidak merespons dengan baik,

Dosis tambahan mungkin akan mengatasi hal ini, seperti memberikannya bersamaan dengan bahan kimia (disebut adjuvan) yang meningkatkan sistem kekebalan.

Penulis: Redaksi

Editor: Muhammad Syahrianto


Foto: REUTERS/Tatyana Makeyeva

Sumber: wartaekonomi

Mungkinkah Dunia Punya Lebih dari Satu Vaksin Corona? Ini Jawabannya

Mungkinkah Dunia Punya Lebih dari Satu Vaksin Corona? Ini Jawabannya

Mungkinkah Dunia Punya Lebih dari Satu Vaksin Corona? Ini Jawabannya

Mungkinkah Dunia Punya Lebih dari Satu Vaksin Corona? Ini Jawabannya

Mungkinkah Dunia Punya Lebih dari Satu Vaksin Corona? Ini Jawabannya

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya