0
Thumbs Up
Thumbs Down

Muslim Jepang Krisis Lahan Pemakaman

Republika Online
Republika Online - Mon, 03 Aug 2020 14:39
Dilihat: 47
Muslim Jepang Krisis Lahan Pemakaman

SAPPORO-Meski jumlah populasi Muslim di Jepang semakin meningkat, namun fasilitas makan khusus Muslim masih sulit ditemukan. Jepang yang menerapkan norma kremasi, memang tidak menyediakan lahan pemakaman, seperti praktik penguburan dalam Islam.

Tercatat sekurangnya 200 ribu Muslim yang tinggal di Jepang dan kemungkinan akan terus bertambah, mengingat semakin terbukanya lapangan pekerjaan bagi warga asing. Namun negara bunga sakura itu hanya memiliki tujuh lokasi pemakanan Islam saja.

"Dibutuhkan uang, waktu, dan upaya untuk dimakamkan di negara asal saya, dan itu tidak realistis," kata seorang pria asal Pakistan yang tinggal di Sapporo, yang dikutip di Japan Today, Senin (3/8).

Pria 57 tahun itu datang ke Jepang 32 tahun yang lalu, dan menikah dengan seorang wanita Jepang yang kini memiliki dua anak. Dia mengaku tidak memiliki rencana untuk meninggalkan negara itu.

Menurut Departemen Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang, pemerintah pusat belum menetapkan peraturan untuk penguburan atau membuat aturan tentang jarak lokasi pemakaman dengan daerah pemukiman dan sungai.

Pada 2018, terdata lebih dari 99 persen jenazah di Jepang dikremasi, dan tidak memiliki banyak lahan pemakaman. Japan Islamic Trust mengatakan, Jepang sama sekali tidak memiliki situs pemakaman untuk Muslim di wilayah Tohoku timur laut atau di barat wilayah Chugoku.

"Jenazah seringkali harus dipindahkan ke kuburan yang jauh, yang dapat merusak jenazah atau mengakibatkan biaya transportasi yang tinggi," kata Direktur Jenderal Kepercayaan, Qureshi Haroon.

Salah satu dari tujuh situs adalah pemakaman biasa di Hokkaido, terletak di daerah pesisir Yoichi. Namun Yoichi hanya menawarkan ruang yang sangat terbatas untuk penguburan.

Towfik Alam, ketua Masyarakat Islam Hokkaido mengatakan, sebelumnya masyarakat Muslim telah merencanakan pembuatan pemakaman di Otaru, sesuai dengan protokol Hokkaido, setidaknya 110 meter dari daerah pemukiman. Namun proyek itu terhenti karena tidak adanya dukungan dari penduduk sekitar.

"Warga khawatir tentang kebersihan penguburan, dan aspek-aspek lain," kata seorang juru bicara kota.

Hirofumi Tanada, seorang profesor di Universitas Waseda dengan pengetahuan luas tentang komunitas Muslim Jepang, mengatakan, mengakomodasi kebutuhan para praktisi bukan hanya Islam tetapi sejumlah tradisi keagamaan telah menjadi lebih penting sejak Jepang mengubah undang-undang imigrasi April lalu untuk menerima lebih banyak pekerja asing .

"Masalah tentang penguburan hanyalah satu contoh," katanya.


Sumber:

https://japantoday.com/category/national/feature-japan-lacking-burial-grounds-for-expanding-muslim-population

Berita Terkait
  • Meski Populasi Naik, Muslim Jepang Kekurangan Pemakaman
  • Promosi Wisata Jepang Saat Pandemi Covid-19
  • Jepang Siaga Hadapi Lonjakan Covid-19 Saat Kampanye Wisata
Berita Lainnya
  • Tandai Akhir Musim Haji, Jamaah Lakukan Tawaf Wada
  • Mobil Besutan Sony Siap Diuji di Jalanan Tokyo, Seperti Apa?

Muslim Jepang Krisis Lahan Pemakaman

Muslim Jepang Krisis Lahan Pemakaman

Muslim Jepang Krisis Lahan Pemakaman

Muslim Jepang Krisis Lahan Pemakaman

Muslim Jepang Krisis Lahan Pemakaman

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya