0
Thumbs Up
Thumbs Down

NASA Kembangkan Pesawat Listrik

Republika Online
Republika Online - Mon, 07 Oct 2019 10:59
Dilihat: 38
NASA Kembangkan Pesawat Listrik

WASHINGTON -- Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berusaha menekan biaya dan dampak lingkungan akibat eksplorasi dirgantara dan ruang angkasa. Caranya, NASA bermitra dengan industri komersial untuk mengembangkan pesawat listrik.

NASA berharap alternatif tersebut dapat menghemat bahan bakar dan biaya jet pada 2035. Tantangan proyek itu cukup signifikan karena pesawat listrik membutuhkan komponen sentral berupa inverter yang ringan dan kompak sebagai penggerak.

Laman Universe Today melaporkan, NASA tengah mendalami ilmu material untuk membuat komponen yang sesuai. Untuk tujuan tersebut, NASA baru-baru ini menandatangani kontrak senilai 12 juta dolar AS dengan General Electric (GE).

GE dikenal sebagai salah satu pionir pengembangan teknologi silikon karbida (SiC) mutakhir. Kedua pihak berharap mineral semikonduktor tersebut dapat memenuhi ukuran, daya, dan persyaratan efisiensi inverter yang dibutuhkan.

"Kita memiliki peluang untuk mengembangkan sistem yang mengurangi biaya, konsumsi energi, dan kebisingan, sambil membuka pasar dan peluang baru bagi perusahaan-perusahaan Amerika," kata Manajer Proyek Teknologi Transportasi Udara Tingkat Lanjut NASA Jim Heidmann.

Dia mengatakan, kerja sama dengan industri dan akademisi sangat penting guna memastikan teknologi tepat tersedia untuk kebutuhan penumpang dan operator di masa depan. NASA menganggap kemitraannya dengan GE menjadi salah satu kunci keberhasilan proyek.

Pengembangan sistem kelistrikan tersebut berlangsung di NASA Electric Aircraft Testbed (NEAT) di Sandusky, Ohio, yang sebelumnya bernama NASA Glenn Hypersonic Tunnel Facility. Tim merancang, mengembangkan, merakit, dan menguji sistem tenaga pesawat listrik.

Mei 2019 silam, NEAT melakukan tes skala megawatt pertamanya berkat sejumlah besar daya yang dimiliki fasilitas ini. Sebelumnya, NASA mengumumkan kemitraan lain dengan Boeing dan United Technologies Pratt & Whitney untuk mempelajari manfaat dan risiko inovasi itu.

Bagaimanapun, kemungkinan hadirnya pesawat listrik dan hibrida menjadi kabar baik di tengah ancaman perubahan iklim. Pengembangan alternatif untuk pembuatan, produksi energi, dan transportasi sangat perlu dengan adanya proyeksi populasi dunia mencapai hampir 10 miliar jiwa pada tahun 2050.



Berita Terkait
  • NASA Rancang Perjalanan Ruang Angkasa Astronot Wanita
  • Bahaya!! 4 Asteroid Raksasa Dekati Wilayah Bumi
  • Tiga Blackhole Bakal Tabrakan, Ini Akibatnya
Berita Lainnya
  • Massa Mahasiswa Membeludak, Tutup Jalur Tol Depan Gedung DPR
  • Demo, Sejumlah Rute Bus Transjakarta Dialihkan

NASA Kembangkan Pesawat Listrik

NASA Kembangkan Pesawat Listrik

NASA Kembangkan Pesawat Listrik

NASA Kembangkan Pesawat Listrik

NASA Kembangkan Pesawat Listrik

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya