0
Thumbs Up
Thumbs Down

Naudzubillah, Praktik Syirik Kini Kian Terbuka

inilahcom
inilahcom - Tue, 07 Jan 2020 08:00
Dilihat: 17
Naudzubillah, Praktik Syirik Kini Kian Terbuka

ORANG musyrikin zaman jahiliyyah hanya melakukan kesyirikan dalam masalah uluhiyyah (peribadatan). Mereka tetap mengakui tentang rububiyyah Allah, bahwa hanya Allah saja yang mencipta, memberi rezeki, dan mengatur segala urusan mereka.

Allah Ta'ala berfirman :

"Katakanlah: 'Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?' Maka mereka akan menjawab: 'Allah.' Maka katakanlah 'Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?'." (Yunus: 31).

Meskipun kaum musyrikin jahiliyyah menyekutukan Allah dalam ibadah, mereka tetap meyakini bahwa Allah-lah yang menciptakan mereka dan memberi rezeki serta mengatur urusan mereka.

Lalu bagaimana keadaan musyrikin di zaman sekarang ini? Di antara mereka ada yang berkeyakinan bahwa yang memberikan jatah ikan bagi nelayan, yang mengatur ombak laut selatan adalah Nyi Roro Kidul. Ada pula yang meyakini bahwa ada Jin sebagai penguasa Gunung Merapi. Ada pula yang meyakini bahwa yang mengatur urusan hasil panen mereka adalah Dewi Sri. Padahal tidak ada seorang pun yang dapat mengatur alam semesta kecuali Allah Ta'ala. Ini adalah hak khusus Allah dalam rububiyyah-Nya.

Dahulu kaum musyrikin masih mending, mereka hanya melakukan kesyirkan dalam uluhiyyah, namun tetap mengakui rububiyyah. Adapun kesyirikan zaman ini, terjadi dalam masalah rububiyyah dan uluhiyyah. Sungguh, betapa keterlaluan dan lancangnya terhadap Allah, Sang Pencipta alam semesta !

Kini, syirik terjadi waktu senang dan susah

Dahulu orang-orang musyrik jahiliyyah di zaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan perbuatan syirik ketika dalam kondisi lapang saja. Tatkala mereka dalam kesempitan dan kesusahan, mereka meninggalkan perbuatan syirik dan hanya mentauhidkan Allah. Mereka tinggalkan sesembahan mereka dan hanya berdoa meminta kepada Allah saja.

Allah kisahkan tentang kodisi mereka

"Maka apabila mereka naik kapal mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Namun tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)" (Al Ankabut : 65).

"Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia, Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia itu adalah selalu tidak berterima kasih." (Al Isra':67).

Itulah keadaan musyrikin zaman dahulu. Mereka melakukan kesyrikan tatkala kondisi lapang. Namun tatkala dalam kondisi kesulitan dan kesempitan, mereka hanya berdoa kepada Allah saja.

Bandingkan dengan kodisi musyrikin di masa kini. Perbuatan syirik terjadi setiap saat, baik kondisi senang maupun susah. Ketika kondisi senang, misalnya ada acara pernikahan, hendak membangun rumah, sehabis panen hasil pertanian, mereka melakkan perbuatan syirik dengan memberi sesaji kepada selain Allah. Demikian pula dalam kondisi kesulitan. Tatkala ada musibah bencana, memberikan sesaji kepada selain Allah sebagai tolak bala. Tatkala ada barang yang hilang, meminta bantuan ke paranormal. Tatkala menderita sakit, datang berobat kepada dukun. Demikianlah kondisi musyrikin zaman ini, kesyirikan terjadi saat kondisi senang maupun susah.

Kini, ahli maksiat dijadikan sesembahan

Objek sesembahan kaum muyirkin zaman dahulu lebih mending daripada kaum musyrikin zaman ini. Kaum musyrikin zaman dulu menyembah Nabi, malaikat dan orang-orang shalih. Sebagian dari mereka ada juga yang menjadikan benda-benda mati sebagai sesembahan seperti matahari, bulan. batu, pohon, dan berhala. Benda-benda tersebut adalah benda mati, yang notabene tidak pernah bermaksiat kepada Allah.

Bagaimana dengan sesembahan musyrikin zaman ini? Adapun musyrikin zaman ini, banyak di antara mereka menjadikan kuburan orang-orang ahli maksiat sebagai sesembahan. Banyak orang yang berbondong-bondong ngalap berkah ke makam Pangeran Samudro dan Nyai Ontrowulan di Gunung Kemukus, Sragen.

Dikisahkan bahwa mereka berdua adalah seorang anak dan ibu tiri (permaisuri raja) dari kerajaan Majapahit yang berzina, kemudian mereka diusir dari kerajaan dan menetap di Gunung Kemukus hingga meninggal. Konon sebelum meninggal Pangeran Samudro berpesan bahwa keinginan peziarah dapat terkabul jika melakukan perbuatan zina seperti apa yang ia lakukan bersama ibu tirinya. Sehingga sebagai syarat "mujarab" untuk mendapat berkah di sana, harus dengan berzina terkebih dulu.

Lihatlah, betapa orang-orang musyrik zaman dahulu lebih berakal daripada orang-orang musyrik sekarang ini. Sesembahan mereka adalah makhluk yang mulia, atau minimal benda-benda mati yang tidak pernah berbuat maksiat kepada Allah. Adapun musyrikin zaman ini, orang-orang yang sudah jelas ahli maksiat di masa hidupnya, kuburannya dijadikan sesembahan selain Allah. Allahul musta'an.

Bentengi diri dengan tauhid

Pembaca yang dirahmati Allah, sungguh fenomena kesyirikan telah merebak di sekitar kita. Dari kesyirikan yang tersembunyi sampai bentuk yang paling dhohir, baik itu syirik besar maupun syirik kecil. Di kota hingga pelosok desa marak dengan kegiatan syirik. Kesyirikan di zaman ini tidak mengenal waktu, baik siang maupun malam, baik dalam kondisi susah maupun senang. Media yang beredar juga tak ketinggalan menawarkan berbagai bentuk kesyirikan. Bahkan para cendekiawan muslim yang dianggap tokoh agama pun ikut andil dalam mendakwahkan kesyirikan.

Wahai saudaraku, hati ini sangat lemah. Sungguh, dengan fenomena tersebut, hati kita memiliki kecenderungan untuk mudah terjerumus dalam syirik. Tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali membentengi diri kita dengan ilmu tauhid yang benar dan berusaha untuk mempelajari kesyirikan agar kita dapat menjauhinya. Usaha doa pun harus senatiasa kita lakukan. Semoga Allah Ta'ala meneguhkan kita di atas jalan tauhid sampai ajal menjemput kita.Wa shallallahu 'alaa Nabiyyina Muhammad. [Ustaz dr. Adika Mianoki/muslimorid]

Sumber: inilahcom

Naudzubillah, Praktik Syirik Kini Kian Terbuka

Naudzubillah, Praktik Syirik Kini Kian Terbuka

Naudzubillah, Praktik Syirik Kini Kian Terbuka

Naudzubillah, Praktik Syirik Kini Kian Terbuka

Naudzubillah, Praktik Syirik Kini Kian Terbuka

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya