0
Thumbs Up
Thumbs Down

Negara yang Mengecam Publikasi Hina Nabi Muhammad Bertambah

Republika Online
Republika Online - Mon, 26 Oct 2020 05:35
Dilihat: 56
Negara yang Mengecam Publikasi Hina Nabi Muhammad Bertambah

RABAT -- Maroko telah bergabung dengan sekelompok negara yang mengecam publikasi sistematis kartun, yang menghina Islam, dan Nabi Muhammad.

Kementerian Luar Negeri Maroko menyatakan dalam sebuah pernyataan pada Ahad (25/10), bahwa tindakan ini mencerminkan kurangnya kedewasaan pelakunya.

"Kebebasan individu berakhir di mana kebebasan orang lain dan keyakinan mereka dimulai," tegas kementerian, dilansir dari laman Morocco World News pada Senin (26/10).

Kementerian luar negeri Maroko menyatakan, kebebasan berekspresi tidak dapat membenarkan provokasi, dan serangan ofensif terhadap Islam dalam alasan atau keadaan apa pun.

"Sejauh ini kerajaan Maroko mengutuk semua tindakan gelap dan kekerasan biadab yang dilakukan atas nama Islam, itu mengecam provokasi yang menyinggung kesucian agama Islam," sebut pernyataan.

Adapun Maroko bergabung dengan banyak negara Arab dan Muslim yang mengecam tindakan yang memicu kebencian. Mereka menyerukan kebijaksanaan dan semangat menghormati orang lain untuk mempromosikan koeksistensi, dan dialog konstruktif antar agama.

Beberapa negara Muslim lainnya juga mengutuk penerbitan ulang karikatur ofensif tersebut. Kecaman itu muncul setelah penyebaran gambar yang menghina umat Islam, setelah pembunuhan guru bahasa Prancis Samuel Paty pada 16 Oktober.

Sebelumnya seorang siswa berusia 18 tahun dari Chechnya, memenggal kepala Paty. Hal ini karena dia memperlihatkan karikatur Nabi Muhammad dalam pelajaran tentang kebebasan berekspresi.

Kartun tersebut telah diterbitkan ulang di seluruh Prancis, sebagai tanggapan atas pembunuhan tersebut, dan bahkan diproyeksikan ke gedung-gedung pemerintah di Montpellier dan Toulouse.

Pada Oktober, Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengecam mereka yang mengkritik majalah satir Charlie Hebdo karena menerbitkan karikatur ofensif. Macron mendukung Charlie Hebdo, dengan menyatakan bahwa islam sedang dalam krisis di seluruh dunia.


Dia juga berjanji untuk memberlakukan undang-undang yang ketat terhadap separatisme Islam, dan berjanji untuk tidak mengizinkan imam dari negara-negara Muslim memasuki Prancis.

Berita Terkait
  • Nasihat Ulama Senior Arab Saudi Bagi Penghina Islam
  • Saat Negara-Negara Arab Kutuk Serangan Macron Atas Islam
  • Hamas: Ucapan Presiden Prancis Macron Hidupkan Perang Salib
Berita Lainnya
  • Museum Sejarah Nabi Muhammad Segera Dibangun di Jakarta
  • Nasihat Ulama Senior Arab Saudi Bagi Penghina Islam

Negara yang Mengecam Publikasi Hina Nabi Muhammad Bertambah

Negara yang Mengecam Publikasi Hina Nabi Muhammad Bertambah

Negara yang Mengecam Publikasi Hina Nabi Muhammad Bertambah

Negara yang Mengecam Publikasi Hina Nabi Muhammad Bertambah

Negara yang Mengecam Publikasi Hina Nabi Muhammad Bertambah

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
harian pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya