0
Thumbs Up
Thumbs Down

New Normal, Perputaran Ekonomi Buleleng Membaik

Nusabali
Nusabali - Tue, 28 Jul 2020 09:45
Dilihat: 49
New Normal, Perputaran Ekonomi Buleleng Membaik
SINGARAJA,
Perputaran ekonomi di Buleleng mulai membaik di setelah diberlakukannya new normal. Pada akhir Juni lalu, Buleleng disebut mengalami inflasi sebesar 0,32 persen setelah sebelumnya sempat mengalami deflasi dua bulan berturut-turut akibat melemahnya daya beli masyarakat di tengah pandemi.

Kepala Badan Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Buleleng, Gede Sasnita Ariawan, Senin (27/7) menjelaskan angka inflasi bulan Juni sebesar 0,32 persen, cukup positif untuk ukuran pertumbuhan ekonomi jika dibandingkan bulan sebelumnya. Menurutnya inflasi 0.32 persen menunjukkan daya beli masyarakat mulai membaik terutama pada keperluan kebutuhan pokok.

"Inflasi bulan Juni ini mulai ada pergerakan perekonomian setelah dua bulan sebelumnya sempat deflasi di April sebesar Rp 0,36 persen dan Mei deflasi 0,22 persen. Pergerakan pertumbuhan ekonomi sangat positif, ketersediaan stok terjamin, harga terjangkau dan distribusi lancar," jelas mantan Kabid Penagihan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Buleleng ini.

Menurutnya dari inflasi yang terjadi di Bulan Juni lalu sebagian besar dipengaruhi oleh kebutuhan pokok, seperti daging ayam ras, daging babi, ikan tongkol. Di luar kebutuhan pangan juga masuk sebagai penyumbang inflasi tertinggi adalah canang sari yang kebutuhannya tak pernah menurun di Bali. sedangkan pengaruh lainnya dari bahan bangunan multiroof.

Pertumbuhan ekonomi yang sudah membaik juga dijelaskan Sasnita tak lepas dari kebijakan pemerintah daerah dengan pembelakuan new normal dan memberikan kelonggaran lebih pada jam buka tutup kegiatan perdagangan. Selanjutnya, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Buleleng tetap akan melakukan pemantauan setiap harinya. Terutama pada ketersediaan stok, kelancaran distribusi dan keterjangkauan harga.

Pemantauan dan pengawasan lebih intens difokuskan pada produk kebutuhan pokok yang diproduksi di luar Bali, seperti gula pasir dan minyak goreng. Sedangkan kebutuhan bahan pokok lainnya seperti beras, bawang, cabai dan daging yang masih terpenuhi dengan produksi lokal Buleleng dan Bali, tetap diberlakukan kebijakan dan perhitungan realistis untuk menjamin harga tetap stabil. Kontrol produksi lokal yang saat ini mengalami masa panen seperti cabai rawit merha juga dikondisikan untuk tetap ada dan terjangkau harganya oleh masyarakat.*k23
Sumber: Nusabali

New Normal, Perputaran Ekonomi Buleleng Membaik

New Normal, Perputaran Ekonomi Buleleng Membaik

New Normal, Perputaran Ekonomi Buleleng Membaik

New Normal, Perputaran Ekonomi Buleleng Membaik

New Normal, Perputaran Ekonomi Buleleng Membaik

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya