0
Thumbs Up
Thumbs Down

Night Eating Syndrome Picu Obesitas, Seperti Apa Penjelasannya?

wartaekonomi
wartaekonomi - Fri, 18 Oct 2019 20:53
Dilihat: 22
Jakarta

Saat tengah malam, tak sedikit dari kita memiliki keinginan aneh untuk menyantap makanan, meskipun sudah makan. Anda pun berjalan ke dapur dan menikmati makanan yang ada. Jika aktivitas itu Anda lakukan hampir setiap hari, atau setidaknya dua kali seminggu, Anda mungkin menderita sindrom makan malam atau Night Eating Syndrome (NES).

Ada beberapa hal yang harus Anda ketahui tentang sindrom yang satu ini. Pasalnya NES diketahui membawa banyak efek samping, salah satunya obesitas.

Apa itu NES? Seperti dilansir The Indian Express, cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda memiliki NES adalah menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut, apakah Anda kurang nafsu makan di pagi hari? Apakah Anda merasakan lapar antara makan malam dan tidur? Apakah Anda menderita insomnia empat atau lima malam seminggu? Apakah Anda percaya bahwa makan diperlukan untuk tidur atau kembali tidur? Apakah Anda sedang cemberut di malam hari?

Baca Juga: Perhatian, Sebaiknya 5 Makanan Ini Tidak Perlu Dicuci Sebelum Dimasak

Anda mungkin memiliki NES jika Anda menjawab ya, untuk setidaknya tiga pertanyaan di atas. Perlu dicatat juga bahwa NES berbeda dari gangguan pesta makan atau BED, di mana Anda cenderung makan banyak dalam sekali duduk.

Sementara pada sindrom ini, Anda cenderung makan dalam jumlah yang lebih kecil, tapi dilakukan sepanjang malam.

Apa yang menyebabkannya? Dokter belum memiliki jawaban konklusif. Ini bisa terkait dengan masalah dengan siklus tidur-bangun, atau bisa juga hormonal. Ketika ada ketidakseimbangan, tubuh sangat membutuhkan gula dan junk food tertentu lainnya. Alasan psikologis seperti stres, kecemasan, depresi dapat menyebabkan sindrom ini juga.

Studi menunjukkan bahwa Anda lebih rentan terhadap NES, jika Anda sudah berjuang dengan obesitas atau memiliki kelainan makan lainnya.

Sebetulnya, tak usah dikatakan lagi bahwa ngemil tengah malam mengganggu jam biologis. Jika Anda makan selama jam makan normal, tubuh memproses makanan secara alami. Lemak dan kolesterol dalam darah Anda diserap oleh hati, otot, dan jaringan Anda yang lain. Tetapi, jika Anda menikmati makan malam, lemak tidak terurai dengan benar dan mereka tinggal dalam darah lebih lama. Metabolisme tetap melambat di malam hari, memengaruhi jantung, ginjal, hati, dan organ tubuh lainnya.

Masalah ini bisa diatasi. Caranya dengan mengkonsumsi makanan seimbang sepanjang hari dan dengan menjaga diri tetap terhidrasi. Selain itu, jika Anda bangun di malam hari, alih-alih langsung ke dapur, Anda bisa mengalihkan perhatian dengan melakukan aktivitas lain.

Penulis: Redaksi

Editor: Muhammad Syahrianto


Foto: Thinkstock

Sumber: wartaekonomi

Night Eating Syndrome Picu Obesitas, Seperti Apa Penjelasannya?

Night Eating Syndrome Picu Obesitas, Seperti Apa Penjelasannya?

Night Eating Syndrome Picu Obesitas, Seperti Apa Penjelasannya?

Night Eating Syndrome Picu Obesitas, Seperti Apa Penjelasannya?

Night Eating Syndrome Picu Obesitas, Seperti Apa Penjelasannya?

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya