0
Thumbs Up
Thumbs Down

Nyoman Parta Kritisi Menteri Koperasi dan UKM

Nusabali
Nusabali - Fri, 22 Jan 2021 08:20
Dilihat: 61
Nyoman Parta Kritisi Menteri Koperasi dan UKM
Parta menilai program tersebut sangat bermanfaat, namun perlu perbaikan untuk ke depannya. "Saya sering turun ke lapangan. Saya ingin mengevaluasi mengenai program itu, demi perbaikan ke depan," kata Parta saat Raker Komisi VI DPR RI dengan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/1).

Parta menyoroti tentang sering munculnya nama berbeda penerima bantuan dengan nama aslinya. Akibat beda nama itu, bantuan tersebut dapat dicairkan oleh orang lain. Padahal penerima aslinya berada di luar kota. "Hal ini perlu dicermati," imbuh politisi dari PDIP itu.

Lalu mengenai pencairan BPUM sebesar Rp 2,4 juta. Di bank cabang tertentu mencairkannya sekali saja. Di bank lain bisa tiga kali cair. Parta meminta Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki membuat standar pencairan BPUM, apakah satu atau sampai tiga kali.

Parta juga meminta Menteri Teten Masduki memfokuskan dinas koperasi dalam menangani BPUM. Menurut Parta, yang terpenting nanti adalah saat pendaftaran, penerima bantuan menyertakan surat keterangan usaha dari kepala desa.

Terkait peminjam KUR (kredit usaha rakyat) yang diusulkan oleh sejumlah lembaga seperti BRI, pegadaian, dan koperasi banyak cair di tahap pertama, tapi di tahap berikutnya tidak. Parta meminta Menteri Koperasi dan UKM juga membenahi itu.

Parta mengusulkan pula agar kalangan disabilitas semisal tukang pijat dan penyanyi di pinggir jalan mendapat perhatian dari pemerintah. Lantaran mereka terdampak pandemi Covid-19. "Mereka perlu diberi bantuan agar bisa tetap beraktivitas," ucap Parta.

Dalam kesempatan tersebut, Parta meminta Menteri Teten Masduki untuk memperhatikan Bali. Terlebih Menteri Teten Masduki kerap ke Pulau Dewata. Menurut Parta, Bali mengalami kontraksi luar biasa. Bahkan sampai dua kali lipat. Walhasil kondisi pariwisata Bali sepi dan berimbas kepada pelaku UKM.

"Saya mohon Bapak Menteri memperhatikan Bali secara khusus agar bangkit seperti semula. Apalagi ada yang bertanya kepada saya, kapan turis datang ke Kuta. Lalu ada turis bertanya, kapan Kuta dibuka kembali. Untuk itu, perlu ada yang mempertemukan keinginan tersebut agar Bali bangkit lagi," tegas mantan anggota DPRD Bali ini. *k22
Sumber: Nusabali

Nyoman Parta Kritisi Menteri Koperasi dan UKM

Nyoman Parta Kritisi Menteri Koperasi dan UKM

Nyoman Parta Kritisi Menteri Koperasi dan UKM

Nyoman Parta Kritisi Menteri Koperasi dan UKM

Nyoman Parta Kritisi Menteri Koperasi dan UKM

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya