0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ombudsman Kunjungi LPKS ABH Kasih Ibu Soal Dugaan Pedofilia

covesia
covesia - Tue, 25 Feb 2020 18:01
Dilihat: 45
Ombudsman Kunjungi LPKS ABH Kasih Ibu Soal Dugaan Pedofilia

Covesia.com - Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) telah melakukan kunjungan ke Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) Kasih Ibu Kota Padang Provinsi Sumbar pada 20 Februari 2020.

"Kunjungan tersebut berkaitan dengan pemberitaan kasus dugaan pedofilia yang dilakukan oleh oknum petugas kebersihan di pusat rehabilitasi bagi anak-anak yang berhadapan dengan hukum tersebut," ujar Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumbar Yefri Heriani saat ditemui Covesia di Lantai 1 Gedung Ombudsman RI Perwakilan Sumbar Kota Padang Provinsi Sumbar, Selasa (25/2/2020).

Seharusnya, kata Yefri, LPKS ABH Kasih Ibu bisa menjadi tempat yang aman bagi anak yang berhadapan dengan hukum. "Karena kita tahu LPKS tersebut merupakan wilayah yang harusnya memberikan perlindungan secara komprehensif. Ini menjadi atensi bagi Ombudsman untuk melakukan pencarian informasi yang lebih dalam tentang apa sebetulnya terjadi," ujarnya.

Dalam kunjungan ke LPKS ABH Kasih Ibu, Ombudsman RI Perwakilan Sumbar bertemu dengan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Padang dan Sekretaris Dinsos Kota Padang, serta beberapa petugas LPKS ABH Kasih Ibu.

"Kami merencanakan ada tindak lanjutnya karena memang kita perlu membuat penyelenggara pelayanan publik, khususnya pelayanan publik untuk rehabilitasi anak, harus memenuhi standar perlindungan bagi anak serta standar pelayanan publik sesuai dengan undang-undang," ujarnya.

Dalam menyelidiki potensi maladministrasi dalam kasus ini, Ombudsman tidak ingin mendapatkan informasi dari media saja, tetapi langsung kepada pihak terkait.

"Kunjungan kami yang pertama tersebut, pertama, bertujuan untuk melihat apa yang sebetulnya terjadi. Kedua, memastikan potensi maladministrasi yang telah atau ke depan mungkin terjadi. Selain itu, Ombudsman juga melakukan observasi untuk melihat LPKS ABH Kasih Ibu untuk menjadi tempat yang betul-betul menjamin hak-hak anak mendapatkan rehabilitasi," ujar Yefri.

Kepala Keasistenan Bidang Pemeriksaan Ombudsman RI Perwakilan Sumbar Rendra Catur Putra, saat diwawancarai Covesia di Gedung Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, menambahkan bahwa informasi yang dihimpun Ombudsman berdasarkan kunjungan ke LPKS ABH Kasih Ibu yang pertama akan dituangkan dalam laporan informasi.

Setelah itu, Ombudsman RI Perwakilan Sumbar akan melakukan rapat pleno untuk menentukan apakah informasi tentang kasus dugaan pedofilia oleh petugas kebersihan di LPKS ABH Kasih Ibu bisa menjadi laporan di Ombudsman. Di rapat pleno tersebut, akan dibahas juga potensi maladministrasi yang terjadi.

"Rapat pleno itu akan segera kita lakukan paling cepat dalam minggu ini, paling lama dalam minggu depan," ujarnya.

Jika rapat pleno tersebut memutuskan bahwa kasus dugaan pedofilia oleh petugas kebersihan di LPKS ABH Kasih Ibu bisa menjadi laporan di Ombudsman, maka laporan tersebut akan langsung diregistrasi.

"Paling lama 14 hari setelah laporan itu diregistrasi," ujarnya saat ditanyakan kapan pemeriksaan kedua itu akan dilakukan oleh Ombudsman ke LPKS ABH Kasih Ibu.

Berdasarkan kunjungan yang pertama ke LPKS ABH Kasih Ibu, Ombudsman RI Perwakilan Sumbar telah mengantongi identitas terduga pelaku dan kedua korban. Selain itu, Ombudsman RI Perwakilan Sumbar juga mendapatkan informasi bahwa terduga pelaku sudah dipecat dari LPKS ABH Kasih Ibu.

Sebelumnya diberitakan bahwa kasus pedofilia terjadi di LPKS ABH Kasih Ibu. Terduga pelaku HS (29) merupakan oknum petugas kebersihan di sana. Dia diduga telah melakukan aksi pencabulan kepada dua orang anak di tempat pusat rehabilitasi tersebut.

Korban pertama tindakan terduga HS adalan bocah perempuan 4 tahun yang dilecehkan pada pertengahan Desember tahun lalu. Sedangkan korban kedua adalah seorang remaja putri 13 tahun, yang dilecehkan pada Januari 2020.

Berdasarkan informasi dihimpun Covesia, pelaku bekerja sebagai petugas kebersihan di LPKS ABH Kasih Ibu lebih kurang 4 tahun lalu. Dia dikenal sebagai sosok yang dekat dan pandai mengambil hati anak-anak. HS sering membelikan es krim, cemilan, atau kue untuk mereka.

Hingga pertengahan Februari 2020, pelaku masih berada di pusat rehabilitasi itu, meski disebut oleh pihak terkait telah diberhentikan dari pekerjaannya.

Berdasarkan penelusuran Covesia.com, pada Jumat (14/2/2020), pelaku HS masih terlihat aktif bekerja di LPKS ABH Kasih ibu. Pertengahan Januari lalu, pelaku sempat dipanggil dan disidang oleh pimpinan Dinsos Kota Padang.

"Tapi anehnya pelaku masih saja bekerja hingga sekarang," ujar sumber Covesia tersebut.

Afriadi, selaku Kepala Dinsos Kota Padang saat dihubungi Covesia, Sabtu (15/2/2020) menyatakan, pada Januari lalu, sempat dilakukan tes urin terhadap terduga oleh Dinas Kesehatan Kota Padang.

"Berdasarkan hasil tes urin, ada mengarah ke sana (pelaku positif narkoba)," ujarnya.

Afriadi juga mengaku jika HS sudah dipecat dari pekerjaannya sejak Januari 2020. Namun dia tidak menyebutkan, secara detil tanggal pemecatan di bulan itu.

"Anak itu (pelaku) sudah diberhentikan dengan tidak hormat karena ada menjurus seperti itu (melecehkan dua orang anak)," ujarnya.

Afriadi juga menyebut jika teruga pelaku mengalami kelainan jiwa, berdasarkan hasil pemeriksaan psikolog dari Dinsos Kota Padang.

Dia juga beralasan tidak melakukan tindakan cepat lantaran masih melakukan beberapa proses klarifikasi dan pemeriksaan atas tindakan terduga HS. Selain itu, alasannya adalah HS sudah memiliki SK (pegawai). Oleh karena itu, Dinsos perlu melakukan pertimbangan.

"Mulai ketahuan, kita selidiki dulu, apakah benar kita datangkan tim dulu. Kan tidak mudah memberhentikan orang. Dicek semuanya dulu," ujarnya.

Saat ini, sebutnya, pelaku sudah tidak lagi berstatus sebagai pegawai di sana.

Berbeda dengan keterangan yang diperoleh Covesia, bahwa hingga kemarin (Jumat, 14/1/2020), terduga HS masih saja menjalankan aktivitas seperti biasanya. Dia bahkan mengambil absen seperti biasa.

Dugaan lain muncul tentang mengapa HS masih bekerja di lingkungan rehabilitasi yang didiami anak-anak itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Covesia, meski hanya bekerja sebagai petugas kebersihan, pelaku tidak (benar-benar) dipecat, diduga karena memiliki hubungan kekeluargaan dengan seseorang di Dinas Sosial Provinsi Sumbar.

"Bekingannya kuat," ujar sumber Covesia.

Berdasarkan informasi dari sumber Covesia di LPKS-ABH, para karyawan juga berharap pimpinan Dinsos Kota Padang segera menyelesaikan kasus tersebut. Mereka tidak berani mengadukan kasus tersebut ke kepolisian karena takut mendapatkan intimidasi dari pihak pimpinan Dinsos Kota Padang berupa pemecatan dan karena alasan bekingannya kuat tadi.

Muncul dugaan Dinsos menutup-nutupi kasus tersebut dengan tujuan untuk menjaga nama baik instansi. Dugaan itu pun tak ditampik Kepala Dinsos Kota Padang, Afriadi.

"Semua orang kayak gitu. Tidak hanya Dinas Sosial saja. Kalau diselesaikan di bawah (Dinsos Kota Padang), untuk apa lagi dibawa ke atas (ke luar instansi Dinsos Padang)," katanya.


(rul)

Sumber: covesia

Ombudsman Kunjungi LPKS ABH Kasih Ibu Soal Dugaan Pedofilia

Ombudsman Kunjungi LPKS ABH Kasih Ibu Soal Dugaan Pedofilia

Ombudsman Kunjungi LPKS ABH Kasih Ibu Soal Dugaan Pedofilia

Ombudsman Kunjungi LPKS ABH Kasih Ibu Soal Dugaan Pedofilia

Ombudsman Kunjungi LPKS ABH Kasih Ibu Soal Dugaan Pedofilia

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya