0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pakar Ekonomi: Buzzer Politik Bahaya Sekali, Bisa Rusak Pondasi Demokrasi!!

wartaekonomi
wartaekonomi - Sat, 06 Jun 2020 22:59
Dilihat: 76
Bogor

Buzzer politik yang kerap menggiring opini publik di media sosial telah merusak demokrasi, bahkan tokoh nasional Rizal Ramli menilai mereka begitu berbahaya.

Rizal berkata, para buzzer politik itu telah menghadirkan ilusi, mempabrikasi kebohongan demi kebohongan, memecah belah anak bangsa, dan akhirnya hanya akan merusak pondasi demokrasi.

"Mereka tidak banyak. Tapi ulah mereka sangat berbahaya," kata Rizal Ramli yang juga menjadi korban buzzer politik, Sabtu (6/6/2020).

Baca Juga: Kang Emil Dapat Pesan dari DPRD Fraksi PKS: Segera Ambil Kebijakan yang Tidak Bikin Bingung

Kalau pun mau disebut sebagai ekses demokrasi, Rizal Ramli berpendapat buzzer politik adalah ekses yang tidak diharapkan. Rizal pun mengaku kerap dinasihati beberapa kawan bahwa melawan buzzer adalah perbuatan sia-sia.

Melawan mereka yang kebanyakan menggunakan identitas anonim dan akun palsu itu, seperti memukul angin, seperti berteriak di tengah Gurun Gobi atau gurun lainnya. Meski demikian, Rizal Ramli tetap bersikukuh.

"Jika buzzer politik yang dipelihara penguasa atau pihak-pihak yang mendapat keuntungan dari kekuasaan adalah bubble atau gelembung. Terlihat banyak, tapi sebenarnya keropos," lanjut Rizal Ramli yang juga mantan Anggota Tim Panel Ekonomi PBB itu.

Menggusur komunitas buzzer politik dari lingkaran kekuasaan, menurut Rizal Ramli, penting dilakukan agar pemerintah tidak terbuai dan dapat melihat dengan jelas persoalan real yang sedang dihadapi bangsa dan negara ini.

Pemikiran Rizal Ramli terkait buzzer telah merusak demokrasi ternyata selaras dengan pegiat demokrasi dan hak asasi manusia (HAM). Misalnya, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) juga memiliki cara pandang yang sama mengenai daya rusak buzzer politik ini.

Dalam satu kesempatan diskusi bertema "Teror dalam Ruang Demokrasi", beberapa waktu lalu, Ketua YLBHI, Asfinawati, meminta Presiden Joko Widodo turun tangan langsung untuk menertibkan komunitas buzzer politik yang berada di lingkaran kekuasaan. Buzzer pendukung Jokowi, menurut Asfinawati, sudah melampaui batas.

"Harus dikasih tahu. Kalau enggak dikasih tahu, enggak mungkin buzzer atau influencer akan bergerak kalau dihambat," kata Asfinawati.

Menurut pandangan Asfinawati, Jokowi tidak sudi atau tidak mau menggunakan kewenangan yang dimilikinya untuk menertibkan komunitas buzzer politik di sekitar kekuasaan.

Penulis: Redaksi

Editor: Tanayastri Dini Isna


Foto: Reuters/Kacper Pempel

Sumber: wartaekonomi

Pakar Ekonomi: Buzzer Politik Bahaya Sekali, Bisa Rusak Pondasi Demokrasi!!

Pakar Ekonomi: Buzzer Politik Bahaya Sekali, Bisa Rusak Pondasi Demokrasi!!

Pakar Ekonomi: Buzzer Politik Bahaya Sekali, Bisa Rusak Pondasi Demokrasi!!

Pakar Ekonomi: Buzzer Politik Bahaya Sekali, Bisa Rusak Pondasi Demokrasi!!

Pakar Ekonomi: Buzzer Politik Bahaya Sekali, Bisa Rusak Pondasi Demokrasi!!

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya