0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pakar: Kejahatan Komunikasi Sudah di Depan Mata, Presiden dan DPR Jangan Abai

covesia
covesia - Sat, 18 Jan 2020 11:19
Dilihat: 19
Pakar: Kejahatan Komunikasi Sudah di Depan Mata, Presiden dan DPR Jangan Abai

Covesia.com - Pengamat Komunikasi Politik Emrus Sihombing menekankan bahwa negara sudah tidak boleh lagi terlena terkait kejahatan komunikasi saat ini. Dirinya menilai, dari dulu hingga sekarang, memang selalu terjadi kejahatan komunikasi, sama seperti kejahatan bidang ekonomi. Karena itu, presiden dan DPR RI jangan sampai abai.

"Kejahatan Komunikasi sudah ada di depan mata. Simbol huruf, angka dan tanda baca yang tertera di bawah sebuah video yang ada di link Youtube (https://youtu.be/ECjQpnmJokU) ini sebagai contoh salah satu bentuk dugaan Kejahatan Komunikasi," tutur Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner ini dalam keterangan pers yang diterima Covesia.com, Sabtu (18/1/2020).

"Lihat saja rangkaian simbol tersebut, jelas makna tersampaikan, tapi bisa jadi belum dapat dijerat dengan hukum positif yang tersedia, sehingga orang yang tidak bertanggungjawab tersebut memproduksi senaknya secara bebas, tanpa ada sanksi hukum. Negara sama sekali tidak boleh membiarkan ini," tuturnya juga.

Menurutnya, perilaku ini harus (mutlak) dibuat menjadi objek hukum dengan merumuskan RUU Anti Kejahatan Komunikasi

"Saya sebagai seorang komunikolog Indonesia sangat prihatin melihat fenomena semacam ini yang sudah sering ditemukan di sosial media. Inilah yang saya sebut sebagai kebalikan dari komunikasi keberadaban, yang sama sekali bertentangan dengan Pancasila, utamanya pada sila kedua yaitu nilai beradab," katanya.

"Saya menilai dan berkeyakinan bahwa rangkaian simbol-simbol tersebut di atas punya niat yang tidak baik, mungkin membuat gaduh. Lihat saja makna yang terkandung pada rangkaian simbol tersebut," terangnya juga.

Ditekankannya, dugaan Kejahatan Komunikasi seperti itu, menurutnya belum dapat di-cover oleh UU Pidana dan UU ITE.

Karena itu, dengan kerendahan hati saya mendesak, mendorong dan juga bersedia membantu agar Presiden dan DPR RI segera menyusun RUU Anti Kejahatan Komunikasi. Sebab, Kejahatan Komunikasi bisa meruntuhkan NKRI, merusak erika dan moral serta menghancurkan peradaban umat manusia.

(adi)

Sumber: covesia

Pakar: Kejahatan Komunikasi Sudah di Depan Mata, Presiden dan DPR Jangan Abai

Pakar: Kejahatan Komunikasi Sudah di Depan Mata, Presiden dan DPR Jangan Abai

Pakar: Kejahatan Komunikasi Sudah di Depan Mata, Presiden dan DPR Jangan Abai

Pakar: Kejahatan Komunikasi Sudah di Depan Mata, Presiden dan DPR Jangan Abai

Pakar: Kejahatan Komunikasi Sudah di Depan Mata, Presiden dan DPR Jangan Abai

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya