0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pakar: Perlu Studi Mendalam Penularan Covid-19 Pada Hewan

Republika Online
Republika Online - Mon, 06 Apr 2020 21:33
Dilihat: 42
Pakar: Perlu Studi Mendalam Penularan Covid-19 Pada Hewan

JAKARTA -- Dokter hewan Institut Pertanian Bogor (IPB), drh Joko Pamungkas, mengatakan, perlu studi mendalam untuk menjelaskan secara ilmiah penularan COVID-19 ke hewan. Pasalnya, kasus ini baru pertama kali terjadi untuk saat ini.

Satu kejadian hewan positif terinfeksi COVID-19 terjadi pada satu harimau di Kebun Binatang Bronx, New York, Amerika Serikat (AS). "Ini baru kejadian pertama kali dan kita sama-sama melihat 'happening'-nya (peristiwa) itu benar-benar terjadi pada saat ini," kata Joko, Senin (6/4).

Joko menuturkan, informasi yang ada saat ini masih terbatas dan belum ada hasil penelitian yang dapat menjelaskan kejadian itu secara ilmiah. Joko bertanya-tanya apakah hewan yang terinfeksi COVID-19 itu memiliki reseptor ACE-2 atau bagaimana virusnya beradaptasi.

Penyebab hewan terinfeksi COVID-19 itu masih menjadi teka teki. Diketahui, virus Corona penyebab COVID-19 menginfeksi manusia dengan menempel pada reseptor ACE-2. Joko menuturkan beberapa jenis tertentu dari virus corona memang menginfeksi hewan-hewan tertentu, namun tidak bersifat zoonotik, artinya tidak menyebabkan penyakit menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya.

"Kita belum tahu sama sekali fenomena apa yang terjadi apakah mutasi dari virus itu sendiri yang memungkinkan kemudian lebih luas cakupan reseptornya atau mungkin juga dalam keadaan tertentu si hewan itu memiliki reseptor yang mirip atau sama dengan yang dipakai untuk COVID-19 ini menginfeksi manusia," tuturnya.

Sejauh ini, kata Joko, virus beta corona virus seperti SARS dan MERS membutuhkan inang perantara (host) tertentu sebelum dia bisa menular ke manusia. Inang perantara dari virus corona penyebab Severe acute respiratory syndrome atau SARS yang menjadi wabah pada 2003 adalah sebangsa musang atau luwak. Sementara inang perantara dari virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS) adalah unta.

Sekarang belum diketahui pasti inang perantara dari virus corona penyebab COVID-19. Namun untuk saat ini diduga trenggiling menjadi inang perantaranya.


"Penelitian lebih lanjut masih berlangsung untuk mengidentifikasi inang perantaranya apa, kemudian apakah kalau kemudian ketemu inang perantara yang benar, virusnya bisa diisolasi tidak dari inang perantara itu," tuturnya.

Berita Terkait
  • Seorang PDP di Kota Sorong Meninggal Dunia
  • Bertambah Empat Meninggal Dunia di Bogor Terkait Covid-19
  • Dewan Masjid Indonesia Bentuk Satgas Covid-19
Berita Lainnya
  • Tujuh WNI Sembuh Covid-19 di Singapura
  • Hukum Menggunakan Hand Sanitizer Beralkohol

Pakar: Perlu Studi Mendalam Penularan Covid-19 Pada Hewan

Pakar: Perlu Studi Mendalam Penularan Covid-19 Pada Hewan

Pakar: Perlu Studi Mendalam Penularan Covid-19 Pada Hewan

Pakar: Perlu Studi Mendalam Penularan Covid-19 Pada Hewan

Pakar: Perlu Studi Mendalam Penularan Covid-19 Pada Hewan

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya