0
Thumbs Up
Thumbs Down

Paket Data Internet Dikeluhkan Mahal untuk PJJ

Republika Online
Republika Online - Tue, 14 Jul 2020 19:39
Dilihat: 38
Paket Data Internet Dikeluhkan Mahal untuk PJJ

JAKARTA -- Sebagian warga masyarakat mengeluhkan mahalnya harga pakat data internet untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi para murid di saat pandemi virus corona. Menanggapi hal tersebut, Direktur Layanan Aplikasi dan Informatika (Aptika) Pemerintahan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo) Bambang Dwi Anggono mengaku sudah melakukan komunikasi dengan para operator penyedia layanan seluler agar memberikan keringanan.

"Kita telah terima laporan dari para operator seluler. Mereka mengatakan sudah beri diskon Rp 1,9 triliun per bulan untuk para pengguna internet. Tapi, memang tidak mencukupi dengan kondisi mendadak pandemi ini," kata Bambang melalui konferensi virtual, Selasa (14/7).

Bambang juga mengatakan bahwa Kementerian Kominfo sendiri melalui kebijakan penyediaan akses internet, sudah menyediakan sebanyak 150 ribu akses internet yang dilayani di berbagai metode dan jaringan seperti fiber optik hingga 4G untuk mempermudah akses internet masyarakat.

"Namun, memang masih punya PR (pekerjaan rumah) buat yang tidak terjangkau sama fiber optik dan 4G. Akan ada juga Satelit Satria yang bisa menjangkau seluruh warga nantinya," kata dia.

Selain akses internet, Bambang pun menyoroti masalah ketersediaan perangkat atau gadget yang mampu menunjang PJJ para siswa yang belajar dari rumah. "Untuk gadget, kami kerja bersama dengan Kementerian Perdagangan, Bea Cukai, untuk pastikan barang-barang yang masuk di Indonesia bisa terjangkau," kata dia.

Bambang juga berharap, konten edukasi secara daring untuk anak-anak dan para siswa pun semakin banyak dan mudah serta murah untuk dinikmati. "Bukan cuma paket data, tapi untuk akses konten pendidikan berbayar pun tidak ringan," kata dia.

Bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud), Kominfotelah menyelenggarakan kelas daring"yang lebih masif dan acessible tanpa harus berlangganan, mengingat kondisi masyarakat kita yang kesulitan untuk langganan konten edukasi," kata Bambang.


Berita Terkait
  • Guru di Tangsel Diminta Home Visit Bantu Siswa tanpa Gawai
  • Menjadikan Baiti Madrasati
  • Belajar Tatap Muka di Banten Dibolehkan, Ini Syaratnya
Berita Lainnya
  • Sudan Umumkan Kondisi Darurat di Darfur
  • Kemendes PDTT Gandeng KPK Berantas Korupsi di Desa

Paket Data Internet Dikeluhkan Mahal untuk PJJ

Paket Data Internet Dikeluhkan Mahal untuk PJJ

Paket Data Internet Dikeluhkan Mahal untuk PJJ

Paket Data Internet Dikeluhkan Mahal untuk PJJ

Paket Data Internet Dikeluhkan Mahal untuk PJJ

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya