0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pandemi, BPPSDMP Tetap Optimalkan Kualitas Pendidikan Vokasi

wartaekonomi
wartaekonomi - Tue, 08 Sep 2020 18:53
Dilihat: 37
Jakarta

Upaya mewujudkan regenerasi petani yang berkelanjutan terus dilakukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan), salah satunya melalui pendidikan tinggi vokasi pertanian di Politeknik lingkup Kementan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa SDM pertanian harus dibentuk dengan karakter yang baik, ucapan yang santun, perilaku yang mencerminkan umat yang beragama, dan berkeahlian profesional serta memiliki rasa kebangsaan yang kuat. Untuk itu, diperlukan pendidikan vokasi yang menggabungkan teori dengan praktik.

Baca Juga: Totalitas BPPSDMP Dukung Food Estate di Sumut

Program pendidikan yang diselenggarakan adalah Sarjana Terapan dan Diploma III. Pendidikan di Politeknik lingkup Kementan bertujuan untuk memperkuat karakter generasi muda pertanian yang profesional, cerdas, jujur, mandiri, sebagai wirausahawan muda di bidang pertanian.

Untuk tetap mengoptimalkan pendidikan vokasi di tengah pandemi, Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) BPPSDMP melaksanakan kuliah umum yang diikuti oleh perwakilan mahasiswa dan Dosen Politeknik lingkup Kementerian Pertanian se-Indonesia melalui video conference (8/9/2020).

Dalam kuliah umum tersebut, Kepala Badan BPPSDMP, Prof. Dedi Nursyamsi, menyampaikan bahwa proses pembelajaran mahasiswa Polbangtan Seluruh Indonesia dan PEPI dilaksanakan secara daring dan blended learning pada masa pandemi Covid-19.

"Meskipun melalui daring, tetap harus terpenuhi kompetensi dan capaian pembelajarannya," ungkap Prof. Dedi.

Hadir selaku narasumber adalah Dedi Mulyadi, SH dari Komisi IV DPR RI yang mengatakan bahwa penyelenggaraan pendidikan vokasi pertanian perlu diarahkan kepada peningkatan pemahaman terhadap sistem ideologi, karakater budaya bangsa, dan pembangunan pertanian secara holistik dengan kriteria Indonesia utuh yaitu kesatuan antara negara dan masyarakat, yang terdiri dari 4 nilai yaitu: tanah, air, udara, dan matahari.

"Pertanian adalah satu kesatuan utuh yang tidak terbatas berorientasi produk, tetapi juga sosial budaya. Pertanian adalah agama yang mengajarkan ikatan antara manusia dan alam. Pertanian adalah lembaga yang dapat meningkatkan derajat kesejahteraan dan kesehatan manusia," jelasnya.

Dia melanjutkan, masa pandemi Covid-19 adalah masa kebangkitan dunia pendidikan pertanian dengan era digital tanpa mengurangi makna dan tujuan pendidikan sesungguhnya. Pendidikan pertanian, tegasnya, harus mengajarkan menanam untuk pembangunan.

Paradigma bertani harus diorientasikan ke skala yang lebih modern dan mendorong semangat bertani untuk menjadi investor. Pengembangan usaha pertanian harus disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi wilayah masing-masing sehingga akan memberikan manfaat yang signifikan terhadap kesejahteraan petani tanpa menggangu kelestarian alam, adat, dan budaya setempat, tambah Dedi.

(JS/LL)

Penulis: ***

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: BPPSDMP

Sumber: wartaekonomi

Pandemi, BPPSDMP Tetap Optimalkan Kualitas Pendidikan Vokasi

Pandemi, BPPSDMP Tetap Optimalkan Kualitas Pendidikan Vokasi

Pandemi, BPPSDMP Tetap Optimalkan Kualitas Pendidikan Vokasi

Pandemi, BPPSDMP Tetap Optimalkan Kualitas Pendidikan Vokasi

Pandemi, BPPSDMP Tetap Optimalkan Kualitas Pendidikan Vokasi

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya