0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pandemi, Dunia Seolah Memasuki Perang Generasi Keenam

Republika Online
Republika Online - Sun, 20 Sep 2020 08:48
Dilihat: 52
Pandemi, Dunia Seolah Memasuki Perang Generasi Keenam

Oleh Erik Purnama Putra

Pada awal 2020, dunia dikejutkan dengan wabah virus corona. Berita merebaknya sebuah virus baru dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, dilaporkan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 31 Desember 2019. Hampir bisa dipastikan tidak seorang pun mengira realitas dunia akan berubah total seperti ini, baik aspek politik, sosial, ekonomi, budaya maupun pertahanan dan keamanan.

Hal ini merupakan fenomena luar biasa yang terjadi di bumi pada abad ke-21. Dikutip dari buku Ekonomi Pertahanan Menghadapi Perang Generasi Keenam karya Laksamana Madya (Purn) Agus Setiadji, kondisi sekarang skalanya mungkin dapat disamakan dengan Perang Dunia II, karena semua kegiatan yang melibatkan orang banyak ditunda dan bahkan dibatalkan.

Sementara saat WHO mencatat kematian pertama akibat Covid-19 pada 11 Januari 2020, dunia tetap bergeming. Sebagian barangkali mengira kejadian ini hanya akan terjadi di Wuhan, tidak menjalar ke belahan dunia lain. Melihat kegentingan situasi dan makin meluasnya sebaran virus serta ditemukannya data penularan telah terjadi secara lokal di banyak negara, dirjen WHO mengumumkan kondisi kegawatdaruratan kesehatan dunia pada 30 Januari 2020.

Hal itu memberikan isyarat kuat kepada duia bhawa wabah yang berawal dari satu kota tersebut telah menyebar ke tempat lain dan berpotensi membawa dampak luar biaa terhadap populasi dunia. Bila negara tidak seera bersiap menghadapinya, risiko yang dihadapi sangat besar, mengenai semua risiko pembangunan.

Selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan periode 2019-2020, penulis menyebut, dalam menghadapi pandemi Covid-19, dunia seolah-olah dipaksa untuk masuk ke situasi yang setara dengan Perang Dunia III. Atau juga dunia seolah sedang memasuki perang generasi keenam. Saat ini, perang tersebut membenturkan semua manusia dengan musuh yang tak terlihat wujudnya.


Pertanyaannya adalah, apabila pandemi adalah sebuah perang yang harus dimenangi, apa yang harus dilihat, dikaji, dan dikerjakan secara kolektif sebagai warga dunia serta apa yang setiap negara harus lakukan di medan peperangannya masing-masing? Menurut penulis, rasa solidaritas tinggi dibutuhkan antara individu dan antarbangsa.

Kesehatan populasi sejatinya mempunya nilai politis amat besar, karena dampaknya pada kehidupan politik, ekonomi, komersial, hingga kebebasan individu. Inilah dasar dari pernyataan "kesehatan adalah pilihan politis". Sebab, tanpa keberpihakan pemimpin pada kesehatan penduduknya, berbagai aspek kehidupan bernegara akan mandek.

Berita Terkait
  • Bawaslu Khawatirkan Modus Baru Politik Uang di Pilkada
  • Komisioner KPU RI Pramono Positif Covid-19
  • Covid Pukul Industri-UMKM, Gus Jazil: Negara Harus Membantu
Berita Lainnya
  • Menlu Iran Sebut AS Negara Penindas
  • Pandemi, Dunia Seolah Memasuki Perang Generasi Keenam

Pandemi, Dunia Seolah Memasuki Perang Generasi Keenam

Pandemi, Dunia Seolah Memasuki Perang Generasi Keenam

Pandemi, Dunia Seolah Memasuki Perang Generasi Keenam

Pandemi, Dunia Seolah Memasuki Perang Generasi Keenam

Pandemi, Dunia Seolah Memasuki Perang Generasi Keenam

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya