0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pasar Mulai Bergeliat, Harga Batu Bara Acuan Naik 2,27%

wartaekonomi
wartaekonomi - Wed, 06 Nov 2019 12:41
Dilihat: 18
Jakarta

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mematok harga penjualan batu bara selama November 2019 pada angka US$66,27 per ton. Angka tersebut naik 2,27% dari harga batu bara acuan (HBA) Oktober 2019 senilai US$64,8 per ton.

Diketahui, ketetapan ini mangacu pada Keputusan Menteri nomor 224 K/30/MEM / 2019 yang diteken oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batu Bara Acuan untuk November 2019.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan, kenaikan HBA November dipicu oleh meningkatnya permintaan pasar menjelang musim dingin.

Baca Juga: Batu Bara Global Suram, Laba Petrosea Melejit 15,81%

"Naiknya tipis dari bulan sebelumnya karena ada kenaikan permintaan," jelas Agung dalam keterangan yang diperoleh di Jakarta, (6/11/2019).

Dirinya melanjutkan, penetapan harga batu bara tersebut akan digunakan untuk penjualan langsung (spot) selama satu bulan pada titik serah penjualan secara free on board di atas kapal pengangkut (FOB Veseel).

Nilai HBA sendiri diperoleh rata-rata empat indeks harga batu bara yang umum digunakan dalam perdagangan batu bara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Global Coal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya.

Mayoritas harga acuan untuk 20 mineral logam (harga mineral acuan/HMA) juga mengalami kenaikan di November 2019. Misalnya, harga nikel naik menjadi US$17.456,43 per dry metric ton (dmt) dari bulan sebelumnya, yaitu US$17.176,82 per dmt.

Baca Juga: Izin Perusahaan Batu Bara Ini Belum Diperpanjang, 7 Perusahaan Lain Akan Habis

HMA adalah salah satu variabel dalam menentukan harga patokan mineral (HPM) logam berdasarkan formula yang diatur dalam Kepmen ESDM nomor 2946 K/30/MEM/2017 tentang Formula untuk Penetapan Harga Patokan Mineral Logam. Variabel penentuan HPM logam lainnya adalah nilai atau kadar mineral logam, konstanta, corrective factor, treatment cost, refining charges, dan payable metal.

Penulis: ***

Editor: Rosmayanti


Foto: Nova Wahyudi

Sumber: wartaekonomi

Pasar Mulai Bergeliat, Harga Batu Bara Acuan Naik 2,27%

Pasar Mulai Bergeliat, Harga Batu Bara Acuan Naik 2,27%

Pasar Mulai Bergeliat, Harga Batu Bara Acuan Naik 2,27%

Pasar Mulai Bergeliat, Harga Batu Bara Acuan Naik 2,27%

Pasar Mulai Bergeliat, Harga Batu Bara Acuan Naik 2,27%

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya