0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pasien Covid-19 di RS Rujukan Harus Bayar Obat & Perawatan?

Republika Online
Republika Online - Fri, 25 Sep 2020 00:25
Dilihat: 45
Pasien Covid-19 di RS Rujukan Harus Bayar Obat & Perawatan?

JAKARTA -- Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengklarifikasi kabar soal adanya biaya yang harus dibayar oleh pasien positif Covid-19 di rumah sakit rujukan. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak akan dibebani biaya perawatan sama sekali.

"Pasien sama sekali tidak ditagihkan biaya karena seluruh klaim dilakukan rumah sakit rujukan kepada Dirjen Kemenkes yang akan ditembuskan ke BPJS Kesehatan dan Dinas kabupaten/kota," ujar Wiku dalam Konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab unggahan pemilik akun Twitter @noyusimi mengenai tagihan rumah sakit sebesar hampir Rp 240 juta untuk empat hari perawatan dan pengobatan anggota keluarganya. Warganet tersebut mengatakan, pihak rumah sakit menyebutkan kuota klaim dari pusat terbatas sehingga biayanya dibebankan kepada pasien.

Di samping itu, Wiku juga kembali menekankan kepada kalangan perkantoran, pelaku usaha, dan pelaku industri agar tidak khawatir mengenai pembiayaan perawatan pekerjanya yang positif Covid-19. Sebab, seluruh biaya perawatan ditanggung pemerintah, baik mereka yang ikut maupun tidak ikut BPJS, termasuk warga negara asing.

Wiku mengatakan yang perlu dilakukan kalangan perkantoran yang memiliki karyawan adalah bersikap transparan melaporkan jika ada karyawan yang positif Covid-19 ke dinas kesehatan setempat. Kantor selanjutnya wajib melakukan upaya pengendalian lanjutan, yaitu pelacakan untuk bisa menjaring kontak erat dan berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat serta dinas ketenagakerjaan.

Wiku mengimbau perkantoran untuk memberikan layanan uji usap atau swab gratis bagi daftar kontak erat yang ada. Menurut Wiku, jika ditemukan kasus positif tambahan segera merujuk karyawan positif tersebut sesuai dengan kebutuhan penanganan baik perawatan atau isolasi dengan koordinasi dengan dinas kesehatan setempat dan karyawan yang negatif Covid-19 harus dipekerjakan di rumah.


Sementara itu, jika ditemukan karyawan positif dalam jumlah banyak di kantor tersebut maka kantor tersebut harus ditutup sementara untuk dilakukan disinfeksi.

Berita Terkait
  • Pemerintah Kembangkan Paspor Kesehatan
  • Diary Penyintas Covid-19 (5): I Want To be A Normal
  • Kasus Covid-19 Sulit Dilacak, Penularan Meluas di Komunitas
Berita Lainnya
  • JAM Pidsus Dalami Kaitan PK dan Fatwa MA untuk Djoko Tjandra
  • Emil Ungkap Kabar Baik Penanganan Covid-19 di Jabar

Pasien Covid-19 di RS Rujukan Harus Bayar Obat & Perawatan?

Pasien Covid-19 di RS Rujukan Harus Bayar Obat & Perawatan?

Pasien Covid-19 di RS Rujukan Harus Bayar Obat & Perawatan?

Pasien Covid-19 di RS Rujukan Harus Bayar Obat & Perawatan?

Pasien Covid-19 di RS Rujukan Harus Bayar Obat & Perawatan?

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya