0
Thumbs Up
Thumbs Down

Paspor Vaksin Covid-19 Dinilai Berpotensi Timbulkan Diskriminasi

okezone
okezone - Tue, 13 Apr 2021 09:44
Dilihat: 26
Paspor Vaksin Covid-19 Dinilai Berpotensi Timbulkan Diskriminasi

JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmidzi mengungkapkan, pemerintah Indonesia tidak menutup kemungkinan untuk memberlakukan syarat paspor vaksin Covid-19 bagi pelaku perjalanan internasional yang akan mengunjungi Indonesia.

Menurut Nadia, paspor atau sertifikat vaksin Covid-19 menunjukkan bahwa seorang pelaku perjalanan telah mendapatkan vaksin Covid-19. Dengan begitu, diharapkan pelancong tersebut tidak membawa virus corona ke Tanah Air.

"(Indonesia setuju, akan paspor vaksin?) Iya pasti, karena kita harus melindungi negara kita dan dengan adanya paspor vaksin, pernyataan bahwa sudah divaksin itu kan dia sudah memberitahukan bahwa orang tersebut juga sudah ada perlindungan di dalam tubuhnya. Sehingga kemungkinan dia untuk tidak menularkan kepada orang lain, juga lebih sedikit," ungkap Nadia kepada VOA, di Jakarta, Senin 12 April 2021.

Baca Juga: Mudik Dilarang, Epidemiolog: Tidak Efektif, Mengapa Terus Menyusahkan Masyarakat?

Meski begitu, ujar Nadia, keberadaan paspor vaksin Covid-19 tidak bisa berdiri sendiri dalam memenuhi persyaratan pelaku perjalanan ketika akan memasuki sebuah wilayah atau negara dalam kondisi pandemi. Menurutnya, hal ini tetap harus disertai dengan tes PCR swab dengan hasil negatif.

Ia menjelaskan, paspor vaksin sebenarnya sudah pernah diberlakukan oleh Afrika Selatan, ketika negara tersebut mengalami sebuah endemik demam kuning atau yellow fever, sehingga pendatang yang akan mengunjungi negara tersebut disyaratkan untuk divaksin agar terhindar dari virus yang menyebabkan penyakit demam kuning, untuk mendapatkan kekebalan.

"Betul, situasinya tergantung, pada saat situasi pandemi ini tentunya selain syarat vaksinasi, juga kita tetap melakukan pemeriksaan PCR dan melakukan karantina," tuturnya.

Sementara itu, Ahli Epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman secara pribadi tidak menyetujui paspor vaksin Covid-19 dijadikan prasyarat untuk melakukan perjalanan internasional di masa pandemi.

Hal tersebut, katanya, karena jumlah vaksin Covid-19 sampai saat ini masih sangat terbatas, dan bahkan masih ada orang yang tidak bisa mengakses vaksin tersebut. Dengan begitu, kesetaraan, keadilan menjadi hilang sehingga terjadi diskriminasi.

"Berbeda kalau misalnya vaksin sudah tersedia di mana-mana, bisa diakses dan gratis nah itu boleh paspor vaksin. Karena akhirnya akan ada warga negara lain yang punya hak lebih dibanding warga negara lain, padahal warga negara lain itu bukan gak mau divaksin, tapi tidak ada vaksinnya. Ini yang berbahaya. Secara global ini akan menimbulkan ketidaksetaraan, ketika katakanlah secara global vaksinasi ini masih belum sampai bahkan 10 persen dari total penduduk dunia, jadi ini berbahaya sekali ide seperti ini," ujar Dicky kepada VOA.

Baca Juga: Pandemi Mulai Terkendali, Anies: Masyarakat Jangan Khianati Protokol Kesehatan!

Ia mencontohkan, konsep paspor vaksin bisa diterapkan, seperti yang dilakukan oleh Afrika Selatan ketika mengalami endemik yellow fever, asalkan vaksinnya tersedia dan gratis. Namun, secara umum dan masih dalam situasi pandemi ia menyarankan untuk tidak diberlakukan.

Dicky menekankan, ketika seseorang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19, tidak menjamin 100 persen seseorang itu tidak membawa dan menularkan virus kepada orang lain. Maka dari itu, jika pemerintah memang akan memberlakukan persyaratan paspor vaksin Covid-19, tetap harus dilengkapi dengan testing swab PCR dengan hasil negatif.

"Menurut saya, sertifikat vaksin ini bisa diterapkan sebagai dasar bahwa ketika seseorang masuk satu wilayah, satu negara kemudian di tes PCR itu negatif, dan tidak ada gejala, dia tidak dikenakan kewajiban untuk karantina itu bisa. Tidak diwajibkan untuk karantina. Dengan catatan juga bahwa durasi atau masa sejak penyuntikan vaksin yang keduanya itu, masih dalam periode tiga hingga enam bulan dari sejak penyuntikan, kalau lebih dari itu ya gak bisa," jelas Dicky.


Paspor atau sertifikat vaksin Covid-19 merupakan sebuah bukti vaksinasi yang memungkinkan orang-orang untuk keluar dan masuk ke sebuah negara tanpa melalui proses karantina. Beberapa negara diketahui sudah meluncurkan paspor vaksin Covid-19, dan salah satunya adalah China.

Sumber: okezone

Paspor Vaksin Covid-19 Dinilai Berpotensi Timbulkan Diskriminasi

Paspor Vaksin Covid-19 Dinilai Berpotensi Timbulkan Diskriminasi

Paspor Vaksin Covid-19 Dinilai Berpotensi Timbulkan Diskriminasi

Paspor Vaksin Covid-19 Dinilai Berpotensi Timbulkan Diskriminasi

Paspor Vaksin Covid-19 Dinilai Berpotensi Timbulkan Diskriminasi

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya