0
Thumbs Up
Thumbs Down

Paus Fransiskus Keluarkan Sikap Soal Muslim Uighur

Republika Online
Republika Online - Tue, 24 Nov 2020 11:51
Dilihat: 48
Paus Fransiskus Keluarkan Sikap Soal Muslim Uighur

VATIKAN --Untuk pertama kalinya Paus Fransiskus menyinggung soal muslim Uighur di China. Hal tersebut ia sampaikan dalam buku barunya.

Dia menyebut Muslim Uighur di China sebagai orang yang teraniaya. Hal ini telah didesak aktivis hak asasi manusia untuk dilakukannya selama bertahun-tahun.

"Saya sering memikirkan orang-orang yang teraniaya: Rohingya, Uighur yang malang, Yazidi," kata dia, di bagian di mana dia juga berbicara tentang penganiayaan Kristen di negara-negara Muslim, dilansir dari laman TRT World, pada Selasa (24/11).

Adapun para pemimpin agama, kelompok aktivis, dan pemerintah menyatakan, kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida sedang terjadi terhadap warga Uighur di wilayah Xinjiang yang terpencil di China. Tempat di mana lebih dari satu juta orang ditahan di kamp-kamp.

Bulan lalu, selama konferensi di Vatikan, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengecam China atas perlakuannya terhadap orang Uighur.

Beijing telah menolak tuduhan itu sebagai upaya untuk mendiskreditkan China. Sebaliknya, mereka menyatakan kamp-kamp itu merupakan pusat pendidikan dan pelatihan kejuruan sebagai bagian dari langkah-langkah kontra-terorisme dan deradikalisasi.

Banyak komentator menyatakan Vatikan enggan berbicara tentang Uighur sebelumnya, karena sedang dalam proses memperbarui kesepakatan kontroversial dengan Beijing tentang pengangkatan uskup. Kesepakatan itu, yang diminta Pompeo untuk ditinggalkan oleh Vatikan, diperbarui pada September.

Dalam "Let Us Dream: The Path to A Better Future", Fransiskus juga mengatakan pandemi Covid-19 harus mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan secara permanen membangun pendapatan dasar universal.


Buku itu merupakan kolaborasi 150 halaman dengan penulis biografi berbahasa Inggrisnya, Austen Ivereigh. Fransiskus berbicara tentang perubahan ekonomi, sosial dan politik yang menurutnya diperlukan untuk mengatasi ketidaksetaraan setelah pandemi berakhir. Ini mulai dijual pada 1 Desember.

Berita Terkait
  • China Keluarkan Aturan Keagamaan Baru Cegah Ekstremisme
  • Paus untuk Pertama Kali Sebut Etnis Uighur Teraniaya
  • Pertama Kalinya, Paus Sebut Muslim Uighur Orang Teraniaya
Berita Lainnya
  • Otoritas Liga Inggris: Ada Delapan Orang Positif Covid-19
  • Janet Yellen, dari The Fed Jadi Menkeu Perempuan Pertama AS

Paus Fransiskus Keluarkan Sikap Soal Muslim Uighur

Paus Fransiskus Keluarkan Sikap Soal Muslim Uighur

Paus Fransiskus Keluarkan Sikap Soal Muslim Uighur

Paus Fransiskus Keluarkan Sikap Soal Muslim Uighur

Paus Fransiskus Keluarkan Sikap Soal Muslim Uighur

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya