0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pemanis Sehat Warisan Tetua Desa

Nusabali
Nusabali - Sun, 09 Aug 2020 09:40
Dilihat: 36
Pemanis Sehat Warisan Tetua Desa
Sejumlah tanaman dapat hidup subur di lahan tersebut, bahkan bisa menjadi berkah bagi sejumlah warga. Asalkan, warga sekitar mau bekerja keras dan sabar melakoni aktivitas. Salah satunya tanaman lontar memiliki berbagai manfaat, salah satunya dapat menghasilkan juruh (gula aren cair, Red). Sejumlah warga Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng, berhasil mengolah buah lontar jadi juruh yang lezat. Seperti dilakoni keluarga Gede Kertiasa,36. Keluarga ini masih bertahan setiap hari membuat juruh. Mereka mengandalkan enam pohon lontar yang ada di halaman rumahnya, Banjar Dinas Butiyang, Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng.

Kertiasa sebelumnya bekerja sebagai buruh bangunan di Kota Denpasar. Namun sejak empat bulan terakhir, dia kembali ke kampung halaman karena pandemi Covid-19. Beruntung di kampung, dia masih punya keterampilan membuat juruh. Kegiatan ini diwariskan secara turun temurun dari para tetua di desanya. "Kalau saya baru empat bulan bulan buat juruh ini. Sebelumnya, ayah saya yang buta dan kakek saya dulu juga buat. Buat juruh ini sudah turun temurun," kata ayah dua anak itu.

Dalam satu kali produksi, jelas Kertiasa, dimulai sejak pagi hari dengan memanen sadapan air lontar. Air lontar ini dikumpulkan dari tetesan air bakal buah lontar yang disayat. Kertiasa melakukan aktivitas itu dibantu ayahnya, Nyoman Rencana,66. Setelah air sadapan bakal buah terkumpul jadi tuak manis, maka dilanjutkan dengan proses memasak.

Satu kali produksi Kertiasa dan ayahnya Rencana menghasilkan 24 liter tuak manis. Untuk bisa menjadi juruh, tuak manis itu dimasak selama tiga jam penuh dengan api relatif besar. Pemasakan dilakukan masih tradisional yakni menggunakan kayu bakar dan tungku sederhana. Sesekali tuak manis yang dididihkan di wajan itu diaduk dan dibuang ampasnya agar juruh bersih dan berwarna jernih.

Setelah warnanya berubah menjadi kecoklatan dan kekentalan cukup, 24 liter tuak manis hanya menjadi 2,4 liter juruh. Produksi olahan tradisional yang juga dibuat sejumlah warga di wilayah Kecamatan Tejakula itu sejauh ini dijual di pasar lokal desa setempat. Juruh memang kurang familiar di daerah lain karena bersaing dengan gula aren cetakan. "Jualnya di sekitar sini saja. Ada yang beli dan pesan baru laku, seminggu paling laku 25 botol isian 600 ml, sebotol biasanya laku Rp 25.000," katanya.

Kertiasa mengakui, kerajinan membuat juruh memiliki peluang ekonomi cukup tinggi. Karena biaya operasional kerajinan ini relatif kecil, apalagi semua bahan baku milik sendiri. Selain berfungsi untuk menambah rasa manis pada makanan, juruh juga dipakai campuran olahan berbagai macam kue. ''Rasanya yang tidak terlalu manis disebut juga bagus untuk kesehatan. Karena kandungan gulanya sangat rendah, sehingga direkomendasi untuk konsumsi bagi penderita diabetes,'' jelasnya. *k23
Sumber: Nusabali

Pemanis Sehat Warisan Tetua Desa

Pemanis Sehat Warisan Tetua Desa

Pemanis Sehat Warisan Tetua Desa

Pemanis Sehat Warisan Tetua Desa

Pemanis Sehat Warisan Tetua Desa

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya