0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pemasok Bisa Lanjut Kirim Komponen ke Huawei Asal Bukan 5G

Republika Online
Republika Online - Sat, 31 Oct 2020 15:26
Dilihat: 90
Pemasok Bisa Lanjut Kirim Komponen ke Huawei Asal Bukan 5G

JAKARTA -- Pembatasan terhadap produk-produk untuk Huawei sedikit berkurang. Financial Times melaporkan perusahaan mitra akan dapat memasok komponen untuk Huawei asal bukan untuk penggunaan 5G.

Lebih khusus lagi, komponen yang boleh dipasok itu tidak tidak akan digunakan dalam peralatan jaringan 5G perusahaan.

"Kami telah menunjukkan bahwa chip untuk perangkat seluler tidak menjadi masalah," kata seorang eksekutif dari perusahaan semikonduktor Asia ini, seperti yang dilansir dari GSMArena, Sabtu (31/10).

Untuk diketahui, Amerika Serikat melakukan serangkaian pembatasan perdagangan kepada Huawei. Pemerintah AS melarang perusahaan non-Amerika menjual komponen yang dikembangkan dengan teknologi AS kepada Huawei. Aturan ini dikecualikan bagi perusahaan yang mendapat persetujuan khusus.

Samsung Display sudah memiliki lisensi untuk memasok ke Huawei. Analis di Jefferies, Lee menulis Sony dan OmniVision juga telah diberi lampu hijau untuk memasok Huawei dengan sensor gambar.

Lee percaya Qualcomm dan MediaTek juga dapat menerima lisensi, yang akan menyelesaikan kekurangan chipset Huawei. Huawei sebelumnya dilarang membeli chip dari Mediatek (yang berkantor pusat di Taiwan) karena diproduksi menggunakan teknologi yang dikembangkan di AS.

Belum ada informasi apakah TSMC akan diizinkan untuk melanjutkan pengiriman, yang akan memungkinkan Huawei untuk terus menggunakan chipset Kirin.

Namun, pakar industri meragukan Qualcomm dan MediaTek akan menerima lisensi untuk melanjutkan pasokan ke Huawei.

Belum jelas apakah perangkat lunak seluler dan layanan online akan menerima kelonggaran juga. Ini mungkin berdampak besar pada perangkat Huawei dan Honor yang mendapatkan kembali akses ke Layanan Seluler Google.

Bisnis seluler Huawei menyumbang lebih dari separuh pendapatannya. Huawei akan dapat melanjutkan operasi jika rantai pasokan chip pulih. Namun, divisi peralatan jaringan harus bergantung pada stok yang terkumpul sebelum pelarangan karena AS masih menganggap Huawei sebagai ancaman bagi keamanan nasional.


Berita Terkait
  • TN Bali Barat akan Gunakan Teknologi Huawei untuk Pengawasan
  • Huawei Sedang Garap Smartphone Clamshell?
  • Pertumbuhan Huawei Tertekan Akibat Pandemi dan Larangan AS
Berita Lainnya
  • Himpuh: Umroh Saat Pandemi Hanya Boleh Sekali
  • Satgas Klaim Covid-19 di Palangka Raya Mulai Terkendali

Pemasok Bisa Lanjut Kirim Komponen ke Huawei Asal Bukan 5G

Pemasok Bisa Lanjut Kirim Komponen ke Huawei Asal Bukan 5G

Pemasok Bisa Lanjut Kirim Komponen ke Huawei Asal Bukan 5G

Pemasok Bisa Lanjut Kirim Komponen ke Huawei Asal Bukan 5G

Pemasok Bisa Lanjut Kirim Komponen ke Huawei Asal Bukan 5G

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya