0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pembangunan Kantor Lurah Batipuah Panjang Tuai Persoalan, Warga Ngaku Dirugikan Kontraktor

covesia
covesia - Tue, 16 Aug 2022 10:51
Dilihat: 45
Pembangunan Kantor Lurah Batipuah Panjang Tuai Persoalan, Warga Ngaku Dirugikan Kontraktor

Covesia.com - Pembangunan Kantor Lurah Batipuah Panjang, Anak Aia, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang mangkrak dari waktu yang ditentukan.

Sebelumnya, kantor lurah baru sudah resmi akan dibangun pada Agustus 2021 dengan kontraktor pelaksana PT. Dakota Ciranda Tama. Namun sampai tahun ini pembangunan masih jalan di tempat.

Tampak di lokasi pembangunan terdapat spanduk kecil yang bertuliskan "Pembangunan kantor lurah Batipuh Panjang untuk sementara dihentikan sebelum ada penyelesaian permasalahan".

Diketahui permasalahan muncul ketika PT. Dakota Ciranda Tama diduga melakukan kecurangan dalam proyek pembangunan kantor lurah baru tersebut.

Dimana pihak PT. Dakota Ciranda Tama meminta dana kepada warga untuk mendanai bahan material pembangunan kantor lurah baru dengan dalih akan dikembalikan saat dana termin keluar.

Warga tersebut yakni Asman Koto, warga Anak Aia, Jumasrial Ketua RW 08, dan Ketua Pemuda setempat.

"Saat itu pihak kontraktor ini datang meminta pinjaman dana agar proyek ini cepat selesai. Mereka juga berjanji akan mengembalikan setelah termin keluar," ungkap Asman Koto kepada covesia.com beberapa waktu lalu.

Asman dan ketiga rekannya tidak memiliki kecurigaan terhadap pihak kontraktor sehingga ia meminjamkan uangnya.

"Mereka kan PT jadi kami tidak menaruh kecurigaan apapun," tutur Asman.

Pihak kontraktor melakukan pembayaran pinjaman pertama senilai 30% atau sebesar Rp52 juta pada September 2021 ke Asman setelah dana termin pertama keluar.

Setelah tarmen kedua cair sebesar Rp48 juta, pihak kontraktor hanya membayar Rp10 juta ke Asman pada November 2021.

"Pihaknya berjanji akan membayar sisanya setelah tarmen ketiga keluar. Jadi kami tunggu saja," imbuh Asman.

Namun, pada Desember 2021 pihak kontraktor mulai mengelak dan tidak lagi melakukan pembayaran pinjaman dana. Sementara pembangunan masih terbengkalai dan jalan ditempat.

"Kami sudah bantu, kami pinjamkan dana sampai dana termin keluar. Tapi kantor lurah masih terbengkalai. Hanya tiang saja yang masih berdiri. Tentulah kami kecewa," imbuhnya.

Asman menegaskan tidak melarang pembangunan kantor lurah tersebut. Pihaknya hanya meminta penyelesaian masalah dana dengan PT. Dakota Ciranda Tama.

Sementara itu, Ketua RW 08, Jumasrial menyebut tidak hanya dirugikan dalam mendanai bahan material, pihak kontraktor juga meminjam uang pribadinya dengan dalih proyek pembangunan.

"Salah seorang pihaknya juga meminjam uang pribadi saya senilai Rp2 juta untuk upah pemasangan paralon. Tapi sampai saat ini tidak ada kepastian pembayaran," ungkapnya.

Diketahui kerugian yang dicapai oleh ketiga orang tersebut kurang lebih Rp 170 juta. Pembelian besi, semen, dan kayu juga belum dilunasi oleh pihak kontraktor ke toko bangunan berkisar senilai Rp 75 juta, dan Rp4 juta untuk pembayaran molen semen.

"Kalau ditotalkan senilai kurang lebih Rp 370 juta kerugiannya. Itu diluar upah membuat atap yang lebih kurang Rp 25 juta," jelasnya.

Selain itu, penjaga malam proyek kantor lurah, Anwar turut merasa dirugikan atas tindakan pihak kontraktor, sebab ia menyebut gajinya hanya dibayar dua bulan oleh pihak kontraktor.

"Dua bulan yang dibayar setelah itu sampai sekarang tidak ada lagi," ujarnya.

Senada dengan itu, kepala tukang proyek kantor lurah, Rio Nedi mengatakan dirinya bersama 12 rekannya yang merupakan tukang borongan masih belum dibayar sekitar Rp 70 juta.

Ia menyebut PT Dakota Ciranda Tama berhenti membayar pada dua minggu terakhir dirinya bekerja.

"Perjanjian awal borongan Rp 180 juta. Tapi masih belum dibayar sekitar Rp 70 juta lebih. Ada juga utang pribadi dari kontraktor Rp 10 juta," ungkapnya.

Atas mangkraknya pembangunan tersebut, warga Anak Aia meminta agar Pemerintah Kota Padang memberikan perhatian lebih serta dapat menyelesaikan permasalahan kecurangan dana yang sudah dilakukan PT. Dakota Ciranda Tama agar pembangunan dapat dilanjutkan.

Sementara itu ditempat yang berbeda Antoni Rio selaku pihak pelaksana kontraktor PT. Dakota Ciranda Tama mengatakan dan membenarkan perihal uang dari masyarakat yang dipinjam untuk pembangunan kantor lurah tersebut.

"Iya benar, namun uang itu belum keluar dari dinas, jadi silakan ditanyakan ke dinas," ujarnya saat dihubungi Covesia.com, Senin (15/8/2022).

Dia juga mengungkapkan telah ada kesepakatan antara masyarakat dan pihak kontraktor sebelum pembangunan gedung soal talangan dana dari masyarakat tersebut.

"Dulu sudah ada pertemuan juga dengan pihak Dinas, juga sudah dijelaskan keterlambatan pembayaran, dan kemungkinan waktu itu Dinas PU mengatakan bisa dibayarkan pada bulan 10 menurut perubahan APBD," terangnya.

Dia juga mengatakan tidak mengetahui alasan keterlambatan keluar dana dari pihak Dinas PU.

"Untuk alasannya silakan tanya ke pihak Pemko, yang jelas kalau dana sudah keluar dari Dinas, maka uang masyarakat yang kita pakai akan langsung diganti," tutupnya


(adi)

Sumber: covesia

Pembangunan Kantor Lurah Batipuah Panjang Tuai Persoalan, Warga Ngaku Dirugikan Kontraktor

Pembangunan Kantor Lurah Batipuah Panjang Tuai Persoalan, Warga Ngaku Dirugikan Kontraktor

Pembangunan Kantor Lurah Batipuah Panjang Tuai Persoalan, Warga Ngaku Dirugikan Kontraktor

Pembangunan Kantor Lurah Batipuah Panjang Tuai Persoalan, Warga Ngaku Dirugikan Kontraktor

Pembangunan Kantor Lurah Batipuah Panjang Tuai Persoalan, Warga Ngaku Dirugikan Kontraktor

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya