0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pemerintah: Ada Kemungkinan Partisipasi Pilkada Rendah

Republika Online
Republika Online - Mon, 12 Oct 2020 19:53
Dilihat: 36
Pemerintah: Ada Kemungkinan Partisipasi Pilkada Rendah

JAKARTA -- Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) mengakui ada kemungkinan tingkat partisipasi pemilih rendah saat pemilihan kepala daerah (pilkada) digelar dalam kondisi pandemi Covid-19. Saat ini, pemungutan suara serentak Pilkada 2020 di 270 daerah dijadwalkan berlangsung pada 9 Desember mendatang.

"Bagaimana dengan masa pandemi ini, apakah pemilih akan rendah, kemungkinan ini ada," ujar Asisten Deputi Koordinasi bidang Pengelolaan Pemilu dan Penguatan Partai Politik Kemenko Polhukam, Brigjen Yusran Yunus, dalam seminar daring Pilkada di Masa Pandemi, Senin (12/10).

Namun, dia optimistis partisipasi pemilih akan tinggi dengan mengajak seluruh kementerian/lembaga dan pemangku kepentingan termasuk masyarakat dan organisasi masyarakat (ormas), menyosialisasikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam setiap kegiatan pilkada. Sehingga pemilih dapat ikut mencoblos sepanjang mematuhi protokol kesehatan.

Pemerintah lagi-lagi menyebut Korea Selatan (Korsel) sebagai contoh negara yang menyelenggarakan pemilihan di tengah kondisi pandemi Covid-19. Meski dalam kondisi pandemi, tingkat partisipasi pemilih di Korsel mengalami peningkatan.

Namun, Yusran justru menyebut kasus penularan Covid-19 di Indonesia lebih besar dibandingkan Korsel, bahkan juga di Asia. Ia juga mengakui disiplin warga Korsel terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19 lebih tinggi daripada warga Indonesia.

"Memang lebih disiplin mereka Pak. Kita harus akui. Nah ini kita ajak masyarakat dengan sosialisasi ini," kata Yusran.

Pilkada saat corona - (republika)



Sementara itu, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik mengatakan, terjadi penurunan jumlah zona merah Covid-19 di daerah yang menggelar pilkada. Berdasarkan peta risiko Covid-19 kabupaten/kota Pilkada 2020 per 12 Oktober, terdapat 14 provinsi yang tidak lagi zona merah.

"Kalau berdasar data, untuk daerah-daerah yang menyelenggarakan pilkada, ternyata terjadi penurunan zona merah. Dari 6 September itu ada 45 zona merah, turun menjadi 31 zona merahnya," kata Akmal dalam diskusi virtual, Senin (12/10/2020).

Ia menyebutkan, 14 provinsi itu terdapat pemilihan gubernur (pilgub), pemilihan bupati/wali kota (pilbup/pilwalkot), atau keduanya. Daerah itu antara lain, Sulawesi Utara (pilgub dan tujuh pilwalkot/pilbup), Sulawesi Tengah (pilgub), Sulawesi Barat (empat pilbup), Nusa Tenggara Barat (tujuh pilwalkot/pilbup), dan Maluku Utara (delapan pilwalkot/pilbup).

Kemudian Lampung (delapan pilwalkot/pilbup), Kepulauan Riau (pilgub), Bangka Belitung (empat pilwalkot/pilbup), Kalimantan Utara (pilgub), Kalimantan Tengah (pilgub), Kalimantan Barat (tujuh pilwalkot/pilbup), Jawa Timur (19 pilwalkot/pilbup), Gorontalo (tiga pilwalkot/pilbup), dan Bengkulu (pilbup).

Akmal mengeklaim, menurunnya angka zona merah di daerah yang menyelenggarakan pilkada membuktikan kampanye pasangan calon kepala daerah tidak berdampak buruk. Selama kampanye, calon kepala daerah telah diminta untuk menyampaikan visi misi mereka yang berkaitan dengan wabah virus corona.

Para paslon juga telah dianjurkan untuk membagikan bahan kampanye berupa alat pelindung diri. Dengan demikian, ia optimistis Pilkada 2020 bisa menjadi instrumen melawan Covid-19.

"Artinya apa, langkah-langkah kebersamaan dari seluruh calon peserta Pilkada ternyata cukup berdampak. Kami berharap ini adalah dampak dari kampanye yang dilakukan masing-masing paslon," kata Akmal.

Sejumlah kegiatan dilarang pada masa kampanye Pilkada 2020 terkait pandemi Covid-19. - (Republika)








Berita Terkait
  • Pradi-Afifah Kampanyekan 10 Program Unggulan Via Online
  • Pemerintah Diminta Buat Mitigasi Risiko Pilkada 2020
  • Peneliti: Besar Peluang Cakada Dinasti Politik Menang
Berita Lainnya
  • In Picture: Alat Peraga Pilkada Bantul
  • 506 Warga Bangka Tengah Terkontak dengan Pasien Covid

Pemerintah: Ada Kemungkinan Partisipasi Pilkada Rendah

Pemerintah: Ada Kemungkinan Partisipasi Pilkada Rendah

Pemerintah: Ada Kemungkinan Partisipasi Pilkada Rendah

Pemerintah: Ada Kemungkinan Partisipasi Pilkada Rendah

Pemerintah: Ada Kemungkinan Partisipasi Pilkada Rendah

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
harian pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya