0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pemerintah Diminta Fokus Soal Vaksin Covid

Republika Online
Republika Online - Thu, 22 Oct 2020 21:51
Dilihat: 52
Pemerintah Diminta Fokus Soal Vaksin Covid

JAKARTA -- Pemerintah diminta fokus mengejar target pemenuhan vaksin Covid-19. Jangan sampai muncul kontroversi politik soal vaksin seperti yang terjadi di Brasil.

Menanggapi hal itu, Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai, vaksin adalah kebutuhan yang mendesak bagi masyarakat. Pro kontra vaksin layaknya yang terjadi di Brasil penting untuk dicegah. Karenanya dia meminta seluruh pihak untuk mendahulukan kepentingan masyarakat.

"Penemuan vaksin yang lulus uji klinis dalam negeri justru makin meningkat animo kepercayaan publik," ujar Pangi dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10). Panti pun mendesak pemerintah agar fokus pada urusan pemenuhan vaksin dengan terus menjalin komunikasi kepada masyarakat.

Sebelumnya isu terkait vaksin Covid-19 Sinovac berkembang menjadi komoditas politik di Brasil. Hal ini tak terlepas pernyataan Presiden Brasil Jorge Bolsonaro yang menolak vaksin tersebut. Presiden yang sejak awal memandang enteng Covid-19 ini malah menyatakan enggan menjadikan vaksin sebagai bagian percobaan bagi rakyatnya.

Namun sikap Bolsonaro ini mengundang kecaman dari sejumlah kalangan di Brasil. Sikap Bolsonaro dinilai terkait dengan rivalitas politiknya dengan gubernur Sao Paolo Joao Doria. Sao Paolo sendiri jadi wilayah yang ikut bekerja sama dengan Sinovac dalam mengembangkan vaksin lokal di Brasil.

Akibat langkah proaktif ini, popularitas Doria naik di masyarakat. Hal inilah yang dinilai jadi pangkal dari manuver Bolsonaro menolak vaksin Sinovac.

Profesor ilmu politik Brasil, Claudio Couto, menilai langkah presiden l Bolsonaro hanya sekadar manuver politik jangka pendek. Sebab rencana kerja sama pengembangan vaksin di Brasil dengan Sinovac menggandeng negara bagian Sao Paolo. Gubernur Sao Paolo Joo Doria disebut calon kuat penantang Bolsonaro pada pemilu mendatang.

Karena itu rencana kerja sama Sinovac dengan turut menggandeng pemerintah Sao Polo coba digagalkan Bolsonaro. "(Langkah Bolsonaro) Itu tidak ada hubungannya dengan virus, lebih merupakan cara untuk menjegal Doria, yang disebut-sebut sebagai kemungkinan penantang untuk pencalonan kembali Bolsonaro pada pemilihan 2022," kata Couto seperti dilansir laman AP, Rabu (21/10).

Sebaliknya, Joao Doria menegaskan langkah kerja sama dengan Sinovac hanya berdasarkan kebutuhan untuk kesehatan yang sangat mendesak. Dia menilai kerja sama ini mutlak diperlukan untuk segera memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di negara. Sebab Sinovac sudah terbukti aman dan sangat berhasil dalam menekan angka Covid di Cina.


"Ini bukan terkait ideologi, bukan politik, bukan pula untuk menjamin kesuksesan pemilu mendatang. Tapi memang ini hanya karena kebutuhan kita tentang vaksin itu sendiri," kata Doria menegaskan pentingnya vaksin Sinovac.

Berita Terkait
  • PDPI: Perlu Uji Klinis Vaksin Covid pada Populasi Indonesia
  • Vaksin Sinovac dan Bahan Baku Sinopharm Tiba Akhir Tahun
  • LPPOM MUI dan Sinovac Telah Koordinasi Soal Kehalalan Vaksin
Berita Lainnya
  • Sonnen: Khabib Terlalu Banyak Omong
  • Pemerintah Diminta Fokus Soal Vaksin Covid

Pemerintah Diminta Fokus Soal Vaksin Covid

Pemerintah Diminta Fokus Soal Vaksin Covid

Pemerintah Diminta Fokus Soal Vaksin Covid

Pemerintah Diminta Fokus Soal Vaksin Covid

Pemerintah Diminta Fokus Soal Vaksin Covid

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
harian pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya