0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pemerintah Ingin Wajah Kota di Indonesia Inklusif pada 2030

Republika Online
Republika Online - Wed, 05 Aug 2020 00:41
Dilihat: 39
Pemerintah Ingin Wajah Kota di Indonesia Inklusif pada 2030

JAKARTA -- Pemerintah melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menginginkan wajah kota-kota di Indonesia bersifat inklusif dan berkelanjutan pada tahun 2030 mendatang. Selain itu, menurut Kepala BPIW Hadi Sucahyono, kota-kota di Indonesia harus memperhatikan ketahanan terhadap bencana, menjadi kota cerdas dan modern sesuai dengan standar internasional.

"Kota-kota di Indonesia harus bersifat inklusif dan berkelanjutan. Selain itu, memiliki layanan dasar dan perumahan yang aman dan terjangkau, serta mempromosikan pembangunan ekonomi lokal," ujar Hadi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (4/8).

Tidak hanya itu, pada 2030 'wajah' kota-kota di Indonesia tanpa limbah, karbon rendah, dan tersedia ruang hijau publik. Kemudian sistem transportasi menjangkau untuk semua dan juga menjamin keselamatan jalan.

Untuk menuju ke sana, Indonesia perlu mempercepat pembangunan infrastruktur terutama di perkotaan dimana lebih dari 50 persen masyarakat tinggal saat ini.

BPIW telah melakukan perencanaan dan pemrograman pembangunan infrastruktur terpadu untuk beberapa kawasan perkotaan, seperti metropolitan, kota baru, kota perbatasan, kota yang tangguh terhadap bencana. Hal itu dilakukan untuk mempercepat pembangunan.

Pengembangan perkotaan dan wilayah sebagai pusat pertumbuhan menjadi fokus dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur berbasis pada 35 Wilayah Pengembangan Strategis (WPS).

Kepala BPIW itu menjelaskan mengenai Visi Jangka Panjang Kementerian PUPR (Visium) hingga 2030. Untuk sektor sumber daya air diproyeksikan membangun kapasitas air baku mencapai 120 meter kubik per kapita per tahun.

Sektor Bina Marga diproyeksikan dapat mencapai kondisi jalan Mantap 99 persen, konstruksi jalan tol mencapai 2.000 Km, 3.000 Km jalan nasional baru, dan pembangunan jembatan baru mencapai 70 ribu meter.

Sedangkan sektor Cipta Karya ditargetkan mencapai 100 persen untuk akses air minum, kota yang bebas kumuh, dan 100 persen untuk akses terhadap sanitasi yang layak. Untuk sektor Perumahan diantaranya diharapkan dapat memenuhi tiga juta backlog rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.




Berita Terkait
    Berita Lainnya
    • Jerman Masuki Gelombang Kedua Covid-19
    • Pemerintah Ingin Wajah Kota di Indonesia Inklusif pada 2030

    Pemerintah Ingin Wajah Kota di Indonesia Inklusif pada 2030

    Pemerintah Ingin Wajah Kota di Indonesia Inklusif pada 2030

    Pemerintah Ingin Wajah Kota di Indonesia Inklusif pada 2030

    Pemerintah Ingin Wajah Kota di Indonesia Inklusif pada 2030

    Pemerintah Ingin Wajah Kota di Indonesia Inklusif pada 2030

      
    PARTNER KAMI
    JPNN
    Republika Online
    LIPUTAN6
    okezone
    BBC
    bintang
    bola
    Antvklik
    rumah123
    Rumah
    Love Indonesia
    CENTROONE
    wartaekonomi
    Voice of America
    Popular
    Gocekan
    Teqnoforia
    Angelsontrip
    Makanyuks
    telsetNews
    BisnisWisata
    Jakarta Kita
    Indonesia Raya News
    RajaMobil
    Mobil123
    Otospirit
    MakeMac
    Indotelko
    Inditourist
    TEKNOSAINS
    MotorExpertz
    Mobil WOW
    Oto
    Kpop Chart
    salamkorea
    slidegossip
    Hotabis
    INFOJAMBI
    Japanese STATION
    SeleBuzz
    Cintamobil
    Football5star
    Citra Indonesia
    OTORAI
    Sehatly
    Hetanews
    Inikata
    Nusabali
    Garduoto
    Beritakalimantan
    batampos
    covesia
    carmudi
    idnation
    inipasti
    teknorush
    winnetnews
    mediaapakabar
    carvaganza
    mediakepri
    kabarsurabaya