0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pemerintah Masih Kaji Periode Libur Panjang Akhir Tahun

Republika Online
Republika Online - Tue, 24 Nov 2020 17:48
Dilihat: 50
Pemerintah Masih Kaji Periode Libur Panjang Akhir Tahun

JAKARTA -- Pemerintah saat ini masih melakukan kajian terhadap periode masa libur panjang akhir tahun di tengah pandemi Covid-19. Hal ini dilakukan untuk menekan angka penularan Covid selama masa libur panjang nanti.

"Pemerintah saat ini sedang mengkaji periode masa libur panjang akhir tahun karena berdasarkan analisa tiap libur panjang pada masa pandemi memakan korban," kata Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19c saat konferensi pers di Kantor Presiden, Selasa (24/11).

Menurut Wiku, kajian dan evaluasi yang dilakukan pemerintah ini berdasarkan tiga periode masa libur panjang sebelumnya. Yakni libur panjang Idul Fitri pada 22-25 Mei 2020 yang berdampak pada peningkatan kasus positif sebesar 69 hingga 93 persen pada 28 Juni; masa libur panjang HUT RI pada 17, 20-23 Agustus 2020 yang berdampak pada peningkatan kasus positif sebesar 58-118 persen pada pekan 1-3 September; serta libur panjang pada 28 Oktober hingga 1 November yang menyebabkan kenaikan kasus positif sebesar 17-22 persen pada 8-22 November.

Wiku menjelaskan, dari data tiga masa libur panjang tersebut, terdapat penurunan kasus positif pada periode 28 Oktober-1 November jika dibandingkan dengan libur panjang pada Agustus 2020.

"Penurunan kasus positif ini menjadi evaluasi dan pembelajaran bagi kita semua dalam menghadapi periode libur panjang pada akhir tahun 2020," ucap dia.

Meskipun begitu, ia mengingatkan masa libur panjang pada akhir tahun nanti memiliki durasi yang lebih panjang dan dikhawatirkan menyebabkan penularan kasus Covid menjadi dua hingga tiga kali lipat lebih banyak dari masa libur panjang sebelumnya.

Pada prinsipnya, lanjut Wiku, apapun keputusan yang diambil pemerintah terkait libur panjang akhir tahun nanti dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat Indonesia di tengah pandemi Covid yang belum berakhir. Kenaikan kasus positif pada masa libur panjang disebabkan akibat kurang disiplinnya masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, terutama menjaga jarak dan kerumunan.

"Untuk mengantisipasi ini saya selalu menekankan pentingnya disiplin terhadap protokol kesehatan 3M serta selalu menghindari kerumunan dalam setiap kegiatan," jelasnya.


Berita Terkait
  • Libur Akhir Tahun Bisa Picu Kenaikan Kasus Tiga Kali Lipat
  • Libur Panjang Akhir 2020, Pemprov DKI Tunggu Kebijakan Pusat
  • KBM Tatap Muka di Kabupaten Bandung Maksimal 50 Persen
Berita Lainnya
  • Jaga Kinerja, Jasa Marga Lakukan Efisiensi Ini
  • Pemerintah Masih Kaji Periode Libur Panjang Akhir Tahun

Pemerintah Masih Kaji Periode Libur Panjang Akhir Tahun

Pemerintah Masih Kaji Periode Libur Panjang Akhir Tahun

Pemerintah Masih Kaji Periode Libur Panjang Akhir Tahun

Pemerintah Masih Kaji Periode Libur Panjang Akhir Tahun

Pemerintah Masih Kaji Periode Libur Panjang Akhir Tahun

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya