0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pemkot Kesulitan Cari Hotel buat Karantina

Nusabali
Nusabali - Thu, 01 Oct 2020 09:14
Dilihat: 58
Pemkot Kesulitan Cari Hotel buat Karantina
DENPASAR,
Pemkot Denpasar siapkan dua hotel masing-masing berkapasitas 100 kamar untuk karantina pasien Covid-19 gejala ringan dan tempat tinggal sementara tenaga medis. Hanya saja, sejauh ini baru didapatkan satu hotel berkapasitas 100 kamar, sedangkan hotel satunya lagi masih susah dicari.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, mengatakan penyiapan hotel untuk karantina dan tempat istirahat petugas medis ini sebagai upaya memutus penularan Covid-19, terutama dari klaster keluarga. "Selain itu, dengan karantina orang tanpa gejala (OTG) maupun pasien Covid-19 gejala ringan di hotel, maka penanganan di rumah sakit juga bisa fokus untuk menangani pasien yang bergejala sedang hingga berat," ungkap Dewa Rai di Denpasar, Rabu (30/9).

Dewa Rai menyebutkan, pihaknya mencari dua hotel masing-masing berkapasitas 100 kamar, sehingga didapatkan total 200 kamar hotel bintang dua. Sebab, tenaga medis juga perlu disiapkan kamar hotel untuk istirahat. Hanya saja, GTPP Covid-19 Denpasar masih kesulitan mencari hotel untuk karantina pasien gejala ringan dan tempat istirahat petugas medis.

Menurut Dewa Rai, saat ini baru didapatkan satu hotel berkapasitas 100 kamar di kawasan Jalan Teuku Umar Denpasar, yang mau menjalin kerja sama untuk karantina. Sedangkan satu hotel lagi berkapasitas 100 kamar masih dicari. Masalahnya, kata dia, kebanyakan hotel tidak mau dijadikan kerja sama untuk karantina. Selain itu, ada juga yang tidak cocok dari sisi harga.

Anggaran untuk sewa hotel, kata Dewa Rai, berasal pemerintah pusat yang disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Kami hanya bantu memfasilitasi pengadaan hotel, sementara untuk pembiayaan akan ditanggung BNPB," tandas Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar ini.

Untuk meningkatkan pelayanan bagi OTG maupun pasien Covid-19 gejala ringan yang menjalani karantina, kata Dewa Rai, pihaknya berencana memberikan pelatihan bagi staf hotel. Selain itu, staf hotel juga akan dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD).

"Di hotel nantinya juga disediakan tim medis untuk mengawasi. Sedangkan staf hotel akan diberikan training, sehingga mereka nyaman memberikan pelayanan, termasuk membersihkan kamar dan mengantarkan makanan bagi mereka yang menjalani karantina," papar Dewa Rai.

Menurut Dewa Rai, hingga saat ini ketersediaan ruang perawatan Covid-19 di RSUD Wangaya, Denpasar masih mencukupi. "Kami sudah sempat cek ke RSUD Wangaya. Tingkat tingkat keterpakaian ruang perawatan Covid-19 di sana kisaran 80 persen sampai 90 persen," tegas Dewa Rai.

Sementara itu, pandemi Covid-19 di Bali masih terus berkecamuk, ditandai dengan munculnya 133 kasus baru per Rabu kemarin, bersamaan dengan 116 pasien dinyatakan sembuh dan 4 pasien lagi terkonfirmasi meninggal. Berdasarkan data yang dirilis GTPP Covid-19 Provinsi Bali, seluruh 133 kasus baru kemarin merupakan transmisi lokal (penularan di daerah).



Tambahan kasus terbanyak per Rabu kemarin, lagi-lagi terjadi di Denpasar mencapai 36 kasus baru---sehatri sebelumnya juga muncul 34 kasus baru di Denpasar. Disusul kemudian Kabupaten Badung dengan 32 kasus baru, Tabanan (22 kasus baru), Buleleng (19 kasus baru), Jembrana (7 kasus baru), Gianyar (6 kasus baru), Karangasem (4 kasus baru), Klungkung (4 kasus baru), dan Bangli (2 kasus baru).

Dengan tambahan 133 pasien baru per Rabu kemarin, maka jumlah kumulatif positif Covid-19 di Bali saat ini tembus 8.878 kasus. Berdasarkan klasifikasi penyebarannya, terbanyak merupakan kasus transmisi lokal yakni 8.486 orang atau 95,59 persen dari total 8.878 kasus positif. Sisanya, 297 orang imported case dari PMI yang punya riwayat perjalanan ke luar negeri (3,34 persen), 87 orang imported case dari riwayat perjalanan ke luar daerah Bali (0,98 persen), dan 8 orang WNA (0,09 persen).

Daerah di Bali yang paling parah terpapar Covid-19 masih tetap Denpasar, yakni mencapai 2.423 kasus, yang mana 2.358 orang di antaranya merupakan transmisi lokal. Disusul kemudian Badung dengan 1.385 kasus positif Corona, Gianyar (1.061 kasus), Buleleng (878 kasus), Karangasem (789 kasus), Bangli (736 kasus), Klungkung (655 kasus), Tabanan (586 kasus), dan Jembrana (302 kasus).

Yang menggembirakan, pada hari yang sama kemarin juga kembali terdapat tambahan 116 pasien Covid-19 di Bali yang berhasil sembuh. Tambahan pasien sembuh terbanyak berada di Denpasar yakni 44 orang. Disusul kemudian di Karangasem dengan tambahan 17 pasien sembuh, Gianyar (14 pasien sembuh), Klungkung (11 pasien sembuh), Tabanan (10 pasien sembuh), Badung (8 pasien sembuh), Jembrana (8 pasien sembuh), dan Buleleng (4 pasien sembuh).

Namun, trend jumlah pasien sembuh melampaui kasus baru, harus terhenti. Sebelumnya, sempat terjadi 10 terjadi trend pasien sembuh lampaui kasus baru Covid-19 di Bali dalam kurun 15 terakhir. Termasuk 28 September 2020 (ketika terdapat 139 pasien sembuh bersamaan dengan munculnya 109 pasien baru) dan 29 September 2020 (ketika ada 123 pasien sembuh bersamaan dengan munculnya 106 kasus baru).

Selama 15 hari terakhir, tercatat hanya 5 kali jumlah pasien sembuh di bawah kasus baru. Sebelum Rabu kemarin, juga terjadi 21 September (ketika ada 80 pasien sembuh bersamaan dengan munculnya 139 kasus baru), 23 September (86 pasien sembuh bersamaan dengan munculnya 130 kasus baru), 25 September (74 pasien sembuh bersamaan dengan munculnya 144 kasus baru), dan 27 September (72 pasien sembuh bersamaan dengan munculnya 80 kasus baru).

Walhasil, dalam kurun 15 hari terakhir sejak 16 September 2020, di Bali secara keseluruhan terdapat 1.528 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Sedangkan jumlah kasus baru selama 15 hari terakhir mencapai 1.500 orang, lebih rendah dibanding kasus sembuh. Sebaliknya, pasien Covid-19 di Bali yang diumumkan meninggal selama 15 hari terakhir mencapai 91 orang.

Sementara, dengan tambahan 113 pasien sembuh per Rabu kemarin, maka jumlah kumulatif positif Covid-19 di Bali yang sudah berhasil sembuh kini me-ncapai 7.365 orang. Angka kesembuhan di Bali pun merangkak naik menjadi 82,96 persen dari total 8.878 kasus positif atau naik tipis sekitar 0,07 persen dibanding sehari sebelumnya. Namun, ini masih jauh dari rekor kesembuhan tertinggi di Bali yang mencapai 88,17 persen per 17 Agustus 2020 lalu.

Per Rabu kemarin, juga kembali diumumkan ada 4 pasien Covid-19 di Bali meninggal dunia. Mereka tersebar di Badung (2 orang), Denpasar (1 orang), dan Karangasem (1 orang). Dengan tambahan ini, maka secara keseluruhan jumlah pasien Covid-19 di Bali yang meninggal dunia kini mencapai 275 orang atau 3,10 persen dari total 8.878 kasus positif.

Pasien yang meninggal terdiri dari 273 orang WNI dan 2 orang WNA. Dari ju-mlah itu, korban meninggal terbanyak berada di Denpasar mencapai 50 orang, disusul Gianyar (43 orang), Karangasem (39 orang), Buleleng (38 orang), Ba-dung (35 orang), Bangli (28 orang), Tabanan (25 orang), Klungkung (9 orang), dan Jembrana (6 orang). Sedangkan jumlah pasien Covid-19 di Bali yang masih dalam perawatan hingga saat ini mencapai 1.238 orang atau 13,94 persen dari total 8.878 kasus positif. *mis,ind
Sumber: Nusabali

Pemkot Kesulitan Cari Hotel buat Karantina

Pemkot Kesulitan Cari Hotel buat Karantina

Pemkot Kesulitan Cari Hotel buat Karantina

Pemkot Kesulitan Cari Hotel buat Karantina

Pemkot Kesulitan Cari Hotel buat Karantina

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya