0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pemprov Jabar Percepat Realisasi Anggaran Penanganan Covid

Republika Online
Republika Online - Sun, 25 Jul 2021 13:35
Dilihat: 43
Pemprov Jabar Percepat Realisasi Anggaran Penanganan Covid

BANDUNG -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) berusaha untuk mempercepat penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2021 untuk penanganan Covid-19.

Menurut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jabar Nanin Hayani Adam, realisasi anggaran penanganan Covid-19 sudah mencapai 17,58 persen atau Rp 204,5 miliar dari total anggaran Rp 1,1 triliun per Jumat (23/7).

"Anggaran untuk insentif tenaga kesehatan sebesar Rp 57,7 miliar, sudah direalisasikan sebesar Rp 33,5 miliar atau sekitar 58,15 persen," ujar Nanin di Kota Bandung, akhir pekan ini.

Nanin mengatakan, Pemprov Jabar sudah melakukan pergeseran anggaran dengan menambah Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp400 miliar pada 12 Juli 2021. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 144 miliar berasal dari penghentian sementara proyek strategis.

Pergeseran anggaran, kata diaN dilakukan berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali. Inmendagri tersebut dikeluarkan pada 2 Juli 2021.

"Yang intinya memperbolehkan daerah untuk melakukan pergeseran anggaran jika anggaran untuk bantuan sosial dan dukungan PPKM Darurat di daerah tidak memadai," katanya.

Pemprovinsi Jabar, kata Nanin, akan memberikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang terdampak PPKM, seperti pelaku usaha yang tidak dapat melakukan aktivitas selama PPKM, pekerja seni, dan pekerja harian lepas.

"Sedangkan 1,9 juta Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS) yang menerima bansos Pemda Provinsi Jabar pada 2020 sudah di-cover oleh pemerintah pusat," kata Nanin.


"Adapun realisasi anggaran pemerintah provinsi jawa barat per tanggal 23 juli 2021, yakni pendapatan 40,91 persen dan belanja 39,82 persen. Terjadi perlambatan dalam pendapatan sehingga diprediksi tidak akan mencapai target pada akhir tahun 2021 sebesar Rp 5,6 triliun," imbuhnya.

Berita Terkait
  • Anies Belum Berani Bilang Puncak Kasus Covid Sudah Terlewati
  • DPR Tak Benarkan Kekerasan Selama Penanganan Covid-19
  • Dipantau LO, Penanganan Covid-19 di Sukabumi Dinilai Baik
Berita Lainnya
  • Andy Murray Mundur dari Tenis Tunggal Putra Olimpiade
  • Pemprov Jabar Percepat Realisasi Anggaran Penanganan Covid

Pemprov Jabar Percepat Realisasi Anggaran Penanganan Covid

Pemprov Jabar Percepat Realisasi Anggaran Penanganan Covid

Pemprov Jabar Percepat Realisasi Anggaran Penanganan Covid

Pemprov Jabar Percepat Realisasi Anggaran Penanganan Covid

Pemprov Jabar Percepat Realisasi Anggaran Penanganan Covid

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya