0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pencopotan Gatot Dikaitkan G30S/PKI, KSP: Agak Kebablasan

Republika Online
Republika Online - Thu, 24 Sep 2020 00:03
Dilihat: 41
Pencopotan Gatot Dikaitkan G30S/PKI, KSP: Agak Kebablasan

JAKARTA -- Kantor Staf Presiden (KSP) merespons pernyataan Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang membeberkan alasan pencopotan dirinya sebagai Panglima TNI terkait dengan perintah menonton film G30S/PKI. Tenaga Ahli Utama KSP, Donny Gahral Adian, menyebut, bahwa kaitan antara keduanya, pencopotan dan film G30S/PKI, terlalu jauh.

Donny menjelaskan, pergantian struktur pimpinan TNI memang rutin dilakukan. Saat Gatot diganti pun, menurutnya, sudah sesuai dengan prosedur dan masa jabatannya telah terpenuhi.

"Memang sudah waktunya pergantian rutin pimpinan TNI. Jadi tidak ada hubungannya sama sekali dengan pemutaran G30S. Jadi saya kira terlalu jauh dan agak kebablasan mengaitkan antara pemutaran film G30S dengan pencopotan beliau. Kan beliau tidak dicopot di tengah jalan kan?" ujar Donny, Rabu (23/9).

Pemerintah, ujar Donny, juga memandang bahwa dinamika politik yang dikaitkan dengan PKI menjadi hal yang biasa, terutama menjelang 30 September setiap tahunnya. Ia melihat, ada saja suara-suara yang melemparkan tudingan tak berdasar kepada pemerintah berkaitan dengan PKI.

"Pemerintah tidak ada kaitan sama sekali dengan PKI dan pemerintah yang bekerja sekarang sepenuhnya untuk keselamatan bangsa dan negara, bukan untuk kelompok kepentingan tertentu, apalagi PKI," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Gatot Nurmantyo mengisahkan mengapa ia dicopot dari jabatannya di penghujung 2017. Padahal, ia harusnya masih berkarier di TNI sampai masa pensiun akhir Maret 2018.

Secara tiba-tiba, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Gatot dengan mengirim surat ke pimpinan DPR agar digantikan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto. Pun mutasi terakhir yang diteken Gatot akhirnya dibatalkan oleh Hadi.

Menurut Gatot, penggantian posisi pucuk pimpinan TNI terjadi lantaran ia bersikukuh menginstruksikan seluruh jajaran TNI untuk memutar atau menonton film Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) pada 2017. Keputusan Gatot kala itu memang mengagetkan banyak pihak.

"Pada saat itu saya punya sahabat dari salah satu partai, saya sebuat saja PDIP. 'Pak Gatot hentikan itu, kalau tidak, pasti Pak Gatot akan diganti'. Saya bilang terima kasih, justru saya gas karena ini adalah benar-benar berbahaya. Dan benar-benar saya diganti," kata Gatot di akun channel Youtube Hersubeno Arief, seperti dikutip Republika, Selasa (22/9).

Gatot mengaku, kemungkinan bangkitnya PKI di Indonesia bukan sebuah hal yang tidak mungkin. Dia mengamati, PKI gaya baru bangkit sejak 2008 ketika seluruh mata pelajaran di sekolah menghapuskan sejarah kelam tentang peristiwa G30S/PKI.


Berita Terkait
  • Prabowo Siap Mulai Program Food Estate di Kalimantan
  • Jokowi Harap PBB Berbenah Diri dan Responsif
  • Dalam Pidatonya, Presiden Jokowi Ingatkan Peran PBB
Berita Lainnya
  • Turki akan Rilis Film Dokumenter tentang Antartika
  • Ingin ke Dokter Gigi di Masa Pandemi? Perhatikan Hal Ini

Pencopotan Gatot Dikaitkan G30S/PKI, KSP: Agak Kebablasan

Pencopotan Gatot Dikaitkan G30S/PKI, KSP: Agak Kebablasan

Pencopotan Gatot Dikaitkan G30S/PKI, KSP: Agak Kebablasan

Pencopotan Gatot Dikaitkan G30S/PKI, KSP: Agak Kebablasan

Pencopotan Gatot Dikaitkan G30S/PKI, KSP: Agak Kebablasan

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya