0
Thumbs Up
Thumbs Down

Peneliti Singapura Temukan Cara Percepat Uji Vaksin Corona

Republika Online
Republika Online - Wed, 25 Mar 2020 04:10
Dilihat: 138
Peneliti Singapura Temukan Cara Percepat Uji Vaksin Corona

SINGAPURA -- Para ilmuwan di Singapura mengaku telah mengembangkan cara untuk melacak perubahan genetik yang mempercepat pengujian vaksin virus Corona

Ilmuwan Duke-NUS Medical School menyatakan teknik mereka hanya memerlukan beberapa hari untuk mengevaluasi vaksin potensial yang disediakan Arcturus Therapeutics, sebuah perusahaan bioteknologi Amerika yang telah bermitra dengan kampus itu untuk uji coba tersebut.

Waktu yang diperlukan itu (lebih cepat) dibandingkan dengan waktu berbulan-bulan yang biasanya diperlukan untuk pengujian berdasarkan respons manusia.

"Anda bisa tahu dari cara gen berubah---gen apa yang dihidupkan, apa yang dimatikan," kata Ooi Eng Eong, wakil direktur program penyakit menular Duke-NUS Medical School.

Penilaian cepat atas perubahan yang dipicu oleh vaksin memungkinkan para ilmuwan menentukan efektivitas dan efek sampingnya, alih-alih hanya mengandalkan respons dari manusia yang menerimanya.

Saat ini, tidak ada obat yang disetujui atau vaksin pencegahan yang melawan virus. Sebagian besar pasien hanya menerima perawatan pendukung, seperti bantuan pernapasan. Para ahli mengatakan proses menyiapkan vaksin bisa memakan waktu satu tahun atau lebih.

Ooi mengaku berencana untuk mulai menguji vaksin pada tikus dalam waktu sekitar satu minggu. Adapun uji coba manusia diperkirakan dilakukan pada paruh kedua tahun ini.

Perusahaan-perusahaan farmasi dan para peneliti di seluruh dunia berlomba untuk mengembangkan vaksin dan perawatan untuk virus yang telah menginfeksi lebih dari 377 ribu orang itu.

Upaya-upaya ini termasuk remdesivir, obat antivirus eksperimental dari Gilead Sciences Inc dan terapi turunan plasma dari Takeda Pharmaceutical Co. Jepang

Dalam langkah kunci menuju pengembangan metode diagnostik, para ilmuwan Duke-NUS membantu membiakkan virus pada akhir Januari, beberapa hari setelah Singapura mengonfirmasi kasus pertamanya. Tindakan ini membuatnya menjadi negara ketiga, di luar China, yang membudidayakan virus.

Langkah pertama adalah tes untuk mendeteksi antibodi virus bahkan pada mereka yang sudah pulih. Ini sangat penting dalam menahan penyebaran virus di Singapura, yang telah menuai pujian global.

"Semua orang berlomba untuk menang, tetapi kami seperti sedang menulis buku pedoman di saat gim sedang dimainkan," tambahnya.


Berita Terkait
  • Sosiolog: Imbauan tidak Mudik Tepat Cegah Covid-19
  • Cincin Pintar Ini Bantu Deteksi Dini Covid-19
  • Tenaga Medis Harus Siap 'Senjata' Sebelum Perangi Corona
Berita Lainnya
  • Krisis Covid-19 Bisa Buat Timo Werner Bertahan di Leipzig
  • Tiga Dosa Besar 'Terakhir'

Peneliti Singapura Temukan Cara Percepat Uji Vaksin Corona

Peneliti Singapura Temukan Cara Percepat Uji Vaksin Corona

Peneliti Singapura Temukan Cara Percepat Uji Vaksin Corona

Peneliti Singapura Temukan Cara Percepat Uji Vaksin Corona

Peneliti Singapura Temukan Cara Percepat Uji Vaksin Corona

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya