0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pengamat: Bagi Pejawat, ASN Bisa Jadi Peluang atau Ancaman

Republika Online
Republika Online - Mon, 10 Aug 2020 18:28
Dilihat: 140
Pengamat: Bagi Pejawat, ASN Bisa Jadi Peluang atau Ancaman

JAKARTA -- Pengamat politik dari Universitas Brawijaya, Wawan Sobari, mengatakan aparatur sipil negara (ASN) bisa menjadi peluang atau ancaman bagi pejawat kepala daerah yang maju kembali dalam pilkada. Menurut dia, ASN bisa menjadi kesempatan untuk pejawat memenangkan pilkada atau justru sebaliknya.

"ASN itu bisa menjadi opportunities untuk petahana (pejawat) untuk memenangkan kembali pilkada atau ASN itu justru menjadi ancaman bagi petahana," ujar Wawan dalam webinar Netralitas dan Kewaspadaan Politisasi ASN dalam Pilkada Serentak tahun 2020, Senin (10/8).

Ia menjelaskan, ASN dapat berpotensi mendorong elektabilitas pejawat kepala daerah yang mencalonkan diri kembali. Akan tetapi, ASN akan berada pada posisi yang berbahaya karena menciptakan rivalitas jika pejawat kepala daerah tidak menggerakkan ASN sebagai pendukungnya.

Wawan menyebutkan, hasil studinya di Jawa Timur menunjukkan ada praktik birokrat partisan. Pejawat kepala daerah bisa melakukan kontrol efektif agar birokrat selalu berada di bawah kendalinya. Kemudian, pejawat dapat mengawasi dengan cermat kebijakan promosi jabatan.

"Betul yang disampaikan pak menteri (MenPAN-RB Tjahjo Kumolo), ada kepala sekolah jadi pendukung tiba-tiba jadi kepala dinas. Itu terjadi di Jawa Timur," tutur Wawan.

Ilustrasi Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) - (Republika/Mardiah)

Kemudian, ada insentif keuangan yang bisa diatasnamakan kebijakan kepala daerah meski itu merupakan kebijakan pemerintah pusat. Keberanian pejawat dalam menjalankan program pemerintah pusat hingga 80 persen di saat daerah lain baru 70 persen dapat menjadi instrumen mendulang popularitas.

"Daerah di mana petahana maju di dalam pilkada 2020 itu relatif lebih risiko, distorsi netralitas ASN itu lebih tinggi dari daerah lain, 80 persen berisiko tinggi," tutur Wawan.

Ia melanjutkan, ASN dalam praktik birokrat partisan dapat mengarahkan tender agar menguntungkan pengusaha yang berafiliasi pada pejawat. ASN dapat merancang alokasi dana hibah untuk organisasi tertentu yang mendukung pejawat.

Kepala dinas dapat melakukan fungsi think tank untuk membuat program yang secara langsung memengaruhi warga atas nama pejawat. Kemudian, ASN dapat mengevaluasi kebijakan dan merancang kebijakan tertentu guna meningkatkan popularitas dan kesukaan terhadap pejawat.

Namun, ia menambahkan, perlu dibedakan keberpihakan ASN dalam pilkada antara sebagai "pelaku" dan "korban". Menurut Wawan, aspek kultural dan aturan netralitas hanya melihat ASN sebagai pelaku. Ia mengatakan, perlu mengembangkan regulasi yang meminimalisasi ASN sebagai korban politik pejawat.


Berita Terkait
  • Tjahjo: Parpol Komitmen tak Gerakkan ASN Bantu Katrol Suara
  • Netralitas ASN, MenPAN-RB Singgung Jokowi dan Ma'ruf
  • Langgar Netralitas, Tjahjo: Ada Motif Pertahankan Jabatan
Berita Lainnya
  • In Picture: Tanam Pohon dan Pungut Sampah Hari Konservasi
  • Sambut Piala Dunia U-20, Ini yang Dilakukan Walkot Surabaya

Pengamat: Bagi Pejawat, ASN Bisa Jadi Peluang atau Ancaman

Pengamat: Bagi Pejawat, ASN Bisa Jadi Peluang atau Ancaman

Pengamat: Bagi Pejawat, ASN Bisa Jadi Peluang atau Ancaman

Pengamat: Bagi Pejawat, ASN Bisa Jadi Peluang atau Ancaman

Pengamat: Bagi Pejawat, ASN Bisa Jadi Peluang atau Ancaman

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya