0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pengamat: Percuma UU Pemilu Direvisi Jika Pilkada Tetap 2024

Republika Online
Republika Online - Tue, 23 Feb 2021 17:37
Dilihat: 29
Pengamat: Percuma UU Pemilu Direvisi Jika Pilkada Tetap 2024

JAKARTA -- Pengamat Hukum Pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar menanggapi terkait adanya revisi Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu). Menurutnya, percuma UU Pemilu direvisi jika Pilkada tetap digelar pada 2024.

"Ya tetap saja walaupun UU Pemilu direvisi tapi Pilkada tetap diadakan pada 2024. Nantinya, kalau begitu akan ada beban berat yang akan membunuh para petugas KPPS seperti pemilu yang lalu," katanya saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (23/2).

Kemudian, Abdul Fickar melanjutkan seharusnya bagian pasal terkait Pilkada juga direvisi. Jangan hanya pasal-pasal tertentu atau pilihan. Hal ini semakin menunjukkan kalau pemerintah hanya memikirkan kepentingannya sendiri daripada masyarakat.

"Ya percuma saya bilang kalau ada revisi-revisi, itu buat keuntungan mereka saja. Kalau memang Pilkada tetap diadakan pada 2024, pemerintah harus berpikir gimana nanti agar tidak ada lagi korban jiwa karena menghitung suara Pilkada," ujarnya.

Sementara itu, Pakar Hukum Pidana Universitas Al-Azhar Indonesia Suparji Ahmad mengatakan revisi UU Pemilu sangat tidak efektif karena Pilkada tetap diadakan pada 2024. Padahal, hal tersebut membebankan bagi KPPS.

"Perubahan tersebut tidak efektif ya. Ini sangat berat bagi KPPS. Pasti SDM nya juga banyak dan banyak korban seperti sebelumnya. UU Pemilu kok direvisi tiap lima tahun?," katanya.

Ia menambahkan jika memang diadakan revisi UU Pemilu, pemerintah harus mengubah revisi bagian pasal tentang teknis serentak dan jangka waktunya. "Harus ada rencana dong, teknisnya bagaimana? terus jaraknya berapa bulan sampai Pilkada diadakan?," ucapnya.

Sebelumnya diketahui,Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Djarot Syaiful Hidayat mengatakan partainya mendukung pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 2024. Namun, PDIP tetap membuka peluang untuk merevisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

"Kita membuka peluang untuk revisi UU Pemilu, UU Nomor 7 Tahun 2017. Mari kita sempurnakan supaya berkualitas, supaya pemilu kita lebih mudah, tidak rumit," ujar Djarot dalam sebuah diskusi daring, Senin (22/2).

Ia tetap menilai, perlunya evaluasi dan penyempurnaan terhadap sistem kepemiluan Indonesia. Khususnya evaluasi pada Pemilu serentak 2019, yang menggabungkan pemilihan presiden, DPR, DPD, dan DPRD.

"Karena kemarin 2019 itu banyak sekali terjadi kelelahan bagi penyelenggara pemilu saat perhitungan, jadi perlu kita evaluasi kembali," ujar Djarot.

Untuk saat ini, PDIP tetap konsisten mendukung langkah agar Pilkada digelar pada 2024. Namun, ia tak melupakan UU Pemilu yang tetap perlu direvisi berdasarkan hasil evaluasi.


Berita Terkait
  • PDIP Tetap Buka Peluang Revisi UU Pemilu
  • Pengamat Nilai AHY tak Punya Cukup Modal untuk Maju Pilpres
  • Revisi UU Pemilu, Ini Respons KPU untuk Mensesneg
Berita Lainnya
  • ,LL Dikti: 456 PTS di Jabar dan Banten Tak Bermasalah
  • PLP Tanjung Perak Jaga Keselamatan dan Keamanan Pelayara

Pengamat: Percuma UU Pemilu Direvisi Jika Pilkada Tetap 2024

Pengamat: Percuma UU Pemilu Direvisi Jika Pilkada Tetap 2024

Pengamat: Percuma UU Pemilu Direvisi Jika Pilkada Tetap 2024

Pengamat: Percuma UU Pemilu Direvisi Jika Pilkada Tetap 2024

Pengamat: Percuma UU Pemilu Direvisi Jika Pilkada Tetap 2024

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya